Tulis Komentar Anda tentang Produk ini. Komentar harus sesuai dengan Syarat dan Ketentuan
Matahari Mengelilingi Bumi - Sebuah Kepastian al-Qur'an dan as-Sunnah serta Bantahan Terhadap Teori Bumi Mengelilingi Matahari | |||
Overview |
|||
| ID Produk | 17 | ||
| Kategori | Buku Islam | ||
| Berat per unit | 0.25 kg | ||
| Harga | Rp 26.900 | ||
Spesifikasi |
  | ||
| Ukuran | 14.5x20.5 | ||
| Penulis | Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf | ||
| Tebal | 224 hlm | ||
| Cetakan | 2 | ||
Deskripsi |
|||
|
Telah berabad-abad diajarkan di sernua bangku pendidikan, dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi, bahwa bumi bergerak mengelilingi matahari sekali dalam setahun, dan bumi juga berotasi sekali dalam sehari semalam yang mengakibatkan seakan-akan matahari bergerak dari timur ke barat setiap harinya. Apakah ini sebuah kebenaran yang mesti kita yakini ataukah kita selama ini berada dalam sebuah kebohongan ilmiah? Apakah memang bumi yang mengelilingi matahari? Ataukah malah sebaliknya, bahwa bumi adalah pusat jagat raya sedangkan sernua benda langit termasuk matahari mengelilingi bumi? Buku yang sekarang ini berada di tangan anda menyingkap kabut tebal yang sudah sekian lama menutupi sinar kebenaran yang terpancar dari al-Qur'an, as-Sunnah, serta ucapan para ulama salaf. Baca dan renungkanlah, semoga Allah Ta'ala menunjukkan kita kepada jalan yang lurus. |
|||
| Rp 26.900 | |||
|
Stok produk ini sedang habis. Tidak bisa dibeli. Silakan Kontak CF untuk pemesanan khusus.
|
|||
Matahari Mengelilingi Bumi
Tunggulah kehancuran
adil
Allahua'lam
Pembodohan
Buku ini tidak bermanfaat untuk dibeli, dan akan membodohi dan membuat bingung umat.
Bentuk Pembegoan
Kalau iya betapa begonya kita umat islam mau dibegoin oleh orang islam yang mengaku ahli astronomi.
Atau si penulis emang lagi bokek, sehingga harus membuat judul buku yang bombastis sehingga dapat mengeruk keuntungan dari penjualan buku. Jangan-jangan penerbit dan situs ini hanya mengeruk keuntungan dari Pembegoan umat islam ini. Naif sekali situs ini kalau hanya untuk sekedar nyari uang dengan membegokan umat islam. atau mungkin pengelola situs ini juga lagi dikejar2 target sehingga harus menjual buku yang bego ini?????
Kebenaran al-Qur'an dan as-Sunnah
@ atasku
akal dan dalil
(dalil) merupakan sumber kerusakan di alam semesta. Hal ini sangat
berseberangan dengan dakwah para rasul, sebab mereka mengajak
umatnya untuk mendahulukan wahyu di atas pendapat dan akal, maka
terjadilah pertarungan antara pengikut rasul dan para penentangnya.
Para pengikut rasul mendahulukan wahyu di atas pendapat dan akal.
Adapun pengikut Iblis dan sejawatnya, mendahulukan akal di atas
wahyu." (Mukhtashar Shawa'iq Mursalah 1/209) [6]
yang paling bener
Semua itu relatif kalau...
Secara akal kita tidak bisa melihat benda langit mana yang diam pada tempatnya dan menjadi pusat revolosi benda-benda langit lainnya (ingat teori bahwa semua benda langit itu bergerak dan berevolosi pada jalurnya masing-masing?), semuanya menjadi sekedar relatif. Kalau sekarang ada yang mengangkat dalil-dalil dari Al-Quran dan Hadits yang menjelaskan bahwa benda langit yang menjadi pusat revolusi benda-benda langit lainnya, apakah kita dengan semena-mena menolaknya karena bertentangan dengan anggapan kita selama ini ? Bukankah hidup akan menjadi sangat sederhana seandainya kita mau menyimak ayat-ayat Al-Quran dan penjelasan-penjelasan Hadist (yang shohih) dan menerimanya kemudian mengamalkannya ?
Cari yang selamat
barakllahufiik
selama ini .semoga teori heliosentris hancur bak teori evolusi sekarang....
karena pencetusnya adalah kafirun yang disesatkan oleh Allah tabaraka wa ta'ala.........................
tidak benar
relatifnya penafsiran
susah yah...
Bingung
Kemampuan kita yang sangat terbatas
siapa kita
dulu orang pergi ke bulan dianggap fakta yg tak terbantahkan namun skrng banyk ahli yg membntahnya. orang prgi ke planet lain aja gak prnh aplagi bikin kepastian tntang bmi klilingi matahari. teori atom slit bnyk asumsi, rahasia sel msih diteliti, virus HIV blm ada kpastian lalu bgmn dg bumi kelilingi matahari. mari kita berfikir.
pertanyaan
- kalau benar matahari yang mengelilingi bumi, kenapa bumi bisa berotasi?
- kalau benar bumi tidak berotasi, maka bagaimana caranya satelit bisa mengorbit?
- apabila satelit tidak bisa mengorbit, bagaimana anda bisa membaca pesan saya ini? ;)
@dhani
rotasi
@dhani
@fii
Seandainya matahari betul2 mengelilingi bumi, dan bumi sama sekali tidak berotasi, anda tidak akan bisa mengakses web ini, anda tidak bisa berbicara lewat telepon, tidak bisa menyaksikan siaran televisi lewat satelit, dan sebagainya. Ingat bahwa para perancang satelit telah memperhitungkan dengan teliti, baik posisi maupun ketinggian orbit satelit agar dapat berfungsi dg baik, dg memperhitungkan rotasi dan revolusi bumi. Seandainya bumi diam di tempatnya dan matahari yg mengelilingi bumi, niscaya semua perhitungan itu akan meleset.
ngerti nggak sih?
jadi yang disebutkan itu maksudnya adalah, SEMUA benda yang ada dilangit (luar angkasa) itu bergerak mengelilingi bumi. termasuk langit (luar angkasa) itu sendiri. trus, satelit? ya ngikut lah dengan langit. langit mengelilingi bumi, dan satelit (yang ada di langit) ikut.
begitu. :) coba digunakan iman untuk memahami ketetapan ulama. jangan hanya menggunakan otak manusia yang terbatas :)
semoga menjadikan pelajaran untuk kita semua
jangan gegabah
Isi buku: penafsiran yang keliru total
1. TIDAK ADA ayat Quran atau Hadits yang menyatakan bahwa matahari mengelilingi bumi.
2. Namun, penulis tetap ngotot berkesimpulan bahwa matahari mengelilingi bumi, dengan melakukan PENAFSIRAN yang keliru terhadap berbagai ayat & hadits.
Detail lebih lengkap bisa dibaca misalnya disini: http://harry.sufehmi.com/archives/2006-06-22-1188
Semoga menjelaskan.
gak bisa dibuka
sepanjang pengetahuan saya, ini namanya Harry Sufehmi yang ngotot bahwa penulis menafsirkan sendiri. padahal penulis hanyalah mengambil dari warisan Rasulullah dan ulama.
selain itu linknya gak bisa dibuka :p
Allahua'lam
jangan gampang memvonis ulama to...
utk pak sufehmi...nih ayatnya....
Untuk menjawab pertanyaan ini, kami nukilkan fatwa Syaikh al-Utsamin mengenai permasalahan tersebut, serta petunjuk Syaikh mengenai pelajaran geografi yang mengajarkan bahwa malam dan siang adalah akibat peredaran bumi mengelilingi matahari.
Syaikh al-Utsaimin berkata,
Kesimpulan pendapat kami mengenai rotasi bumi adalah bahwa dia termasuk perkara yang tidak ditetapkan atau ditolak oleh al-Qur'an dan as-Sunnah. Yang demikian karena firman Allah I dalam surat Luqman ayat 10 yang dijadikan dalil adanya rotasi bumi, tidak menjelaskan secara nyata tentang hal tersebut.
“Dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu.” (QS. Luqman:10)
Sekalipun sebagian orang berdalil dengan ayat ini, (beralasan) bahwa ungkapan “supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu” menunjukkan bahwa bumi bergerak. Seandainya bukan karena gunung tentu apa saja yang ada dipermukaannya telah berguncang (menurut pendapat mereka).
Mengenai firman Allah I,
“Allah-lah yang menjadikan bumi bagi kamu tempat menetap.” (QS. al-Mu'min:64)
Juga tidak meniadakan rotasi bumi secara jelas. Karena kestabilan permukaan bumi akibat adanya gunung-gunung telah menjadikannya (seolah-olah) tidak bergerak sekalipun berrotasi.
Sedangkan pendapat kami seputar revolusi bumi, kami berpegang dengan dzahir al-Qur'an dan as-Sunnah yang menunjukkan bahwa matahari mengelillingi bumi yang berakibat pada adanya malam dan siang; sampai ada dalil pasti yang dapat dijadikan hujjah untuk memalingkan dzahir al-Qur'an dan as-Sunnah kepada pendapat bahwa bumi mengelilingi matahari, dan hal itu belum ada.
Yang wajib bagi seorang mukmin dalam perkara ini dan selainnya adalah berpegang dengan dzahir al-Qur'an dan as-Sunnah.
Di antara dalil yang menunjukkan bahwa matahari mengelilingi bumi sehingga berakibat pada adanya malam dan siang adalah firman Allah I,
“Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri.” (QS. al-Kahfi:17)
Ada empat gerakan yang disandarkan kepada matahari. Terbit, condong, terbenam, dan menjauh.
Seandainya malam dan siang adalah dampak dari peredaran bumi terhadap matahari tentu firman-Nya menjadi, “Dan kamu melihat matahari jika nampak permukaan bumi olehnya dia condong ke gua mereka” atau (ungkapan) lainnya.
Dan telah sah bahwa Nabi r berkata kepada Abu Dzar ketika matahari terbenam. “Apakah engkau tahu kemana dia pergi?” Abu Dzar menjawab, “Allah dan rasulnya lebih mengetahui.” Nabi berkata, “Sesungguhnya dia pergi bersujud dibawah Arsy dan meminta izin lalu diizinkan. Dan dia meminta izin dan tidak diizinkan. Kemudian dikatakan, kembalilah ketempat kamu muncul dan terbenamlah dari arah baratnya.”
Dalam riwayat ini dijelaskan adanya (gerakan) pergi, kembali, dan terbit. Hal ini menunjukkan bahwa malam dan siang terjadi akibat peredaran matahari mengelilingi bumi.
Mengenai apa yang dikatakan ahli falaq sekarang ini (bahwa bumi mengelilingi matahari), keterangannya belum mengantarkan kami sampai tingkat yakin, sehingga tidak dapat menolak dzahir al-Qur'an dan as-Sunnah nabi kami.
Kami sampaikan bagi pengajar pelajaran geografi, jelaskan kepada para murid bahwa dzahir al-Qur'an al-Karim dan as-Sunnah menjelaskan bahwa malam dan siang terjadi akibat dari peredaran matahari terhadap bumi, bukan sebaliknya.
Jika para murid bertanya, mana yang harus kami ambil, apakah dzahir al-Qur'an dan as-Sunnah atau apa yang mereka (ahli falaq) anggap nyata bahwa (bumi mengitari matahari)?
Jawabnya, kita mengambil dzahir al-Qur'an dan as-Sunnah, karena al-Qur'an adalah Kalamullah I (ucapan Allah) yang telah menciptakan segala sesuatu, alam beserta segala isinya dan keadaanya, geraknya, dan diamnya. Firman-Nya adalah sebenar-benar perkataan dan paling jelas. Dia menurunkan al-Qur'an sebagai penjelas segala sesuatu. Allah mengabarkan bahwa Dia menjelaskannya kepada hamba agar mereka tidak tersesat. Sedangkan as-Sunnah, ia adalah ucapan utusan Tuhan semesta alam. Makhluk yang paling tahu dengan hukum-hukum dan perbuatan Tuhan-Nya. Tidaklah berbicara tentang hal ini melainkan dengan wahyu dari Allah U, karena tidak ada jalan untuk mengetahuinya melainkan dengan wahyu.
Pandangan saya –wallahu a’lam-- akan datang satu masa dimana para ahli falaq abad bekangan akan saling berbantahan sebagaimana mereka berbantahan mengenai pendapat Darwin seputar asal usul manusia.
[Majmu Fatawa Wa Rasail Fadilatusy Syaikh Muhammad Bin Shalih al-Utsaimin I/70-72] ------------------>>>>>>>>>>tulisan diatas adalah tulisan Syaikh Utsaimin atas pertanyaan apakah matahari mengelilingi bumi..--------->>>>masih berhubungan dengan komentar saya sebelumnya,yg mengucapkan pendapat yg saya tulis diatas adalah seorang ulama dari saudi..sudah saatnya bagi kita utk menhormati ulama...meski secara ilmiah pendapat bahwa matahari mengelilingi bumi belum terbukti..sabar to...insya Allah kebenaran itu akan terbukti..kita tinggal menunggu waktunya aja..OK?!
Bumi pusat jagat raya? idiot! Bukti bahwa penulisnya nggak ngerti Fisika & Astronomi.
bumi itu massanya kecil, benda yg massanya kecil gaya gravitasinya kecil juga. Nggak mungkin bumi bisa "mengikat" matahari yang massanya jauh lebih besar. Apalagi jagat raya.
Coba pikir juga, kalau bumi jadi pusat jagat raya maka pasti gaya gravitasinya luarrr biasa besar. Jika itu benar, maka pesawat nggak akan bisa terbang, satelit nggak bakal bisa diluncurkan, burung nggak bisa terbang, awan nggak ada diatas, cahaya nggak akan ada. Buktinya, "mengikat" pesawat aja nggak mampu, kok mengikat jagat raya.
Tapi ya itu kalo Anda ngerti apa itu gaya gravitasi. Boleh saja Anda bilang Fisika itu teori, nyatanya dengan ilmu fisika termasuk teori gravitasi, manusia bisa ke bulan, bisa bikin pesawat terbang, pesawat ulang alik, satelit.
Teori bumi mengelilingi matahari akan terbantah? Ya, mungkin, nanti waktu hari kiamat. Sampai saat itu tiba, bumi mengelilingi matahari adalah kenyataan, bukan teori.
Kita tidak boleh menuhankan akal, tapi kita juga nggak bisa menginjak-injak akal, apalagi sudah ada sesuatu yang sudah nyata. Wong bukti sudah ada kok masih dibilang teori.
Saran saya, jangan menulis buku tentang bidang apapun yang bukan kompetensi Anda. Memalukan.
Salam.
Tidak Mungkin
yang salah sebenarnya bukan Ayatnya maupun Sunnahnya, tetapi orang yang Menafsirkannya, banyak kejanggalan pada buku tersebut, contohnya bumi tidak berotasi, tetapi alangit berotasi ???
kalau memang begitu, internet, telefon, dll NGAK PERNAH DITEMUKAN
betul....
Tidak semua salafy berpaham Geosentris
http://faidzin.wordpress.com/2007/05/15/benarkan-bumi-ber-rotasi-dan-ber-revolusi/
Beliau termasuk salafy cerdas, yang barangkali satu-satunya salafy yang berani berbeda dengan penganut paham geosentris yang sudah usang, tidak mendidik umat, tidak bermanfaat.
Tidak layak dibeli
seandainya anda menolak heliosentris karena kekafiran pencetusnya, kok anda make internet? militer kafir amerika lho yang ngbuat dan ngembanginnya.
Silahkan dibaca
silahkan mencerca buku ini, penulisnya, serta ulama ulama yang mendukungnya. sesungguhnya Allah akan memberi imbalan yang setimpal pada setiap amalan kita. di dunia dan di akhirat kelak.
pembuktiannya hanya akan ada nanti. saat kita menghadap Allah.
Tetap INGKAR terhadap buku itu
Ingkari saja buku tersebut !
Demi ALLAH yang mahakuasa.
saya masih yakin akan BUMI MENGELILINGI MATAHARI dan BUMI BUKAN PUSAT ALAM SEMSETA. sebelum ada MUKZIZAT dari ALLAH SWT yang membuktikan kalau geosentris itu benar.
saya juga seorang MUSLI, tetapi ketahuilah bahwa teori GEOSENTRIS itu berasal dari GEREJA VATIKAN, dan bukan berasal dari ummat ISLAM. bukannya saya anti kristn, tetapi justeru HELIOSENTRIS berasal dari ilmuwan-ilmuwan ISLAM
Wallahuala bisshowab
matahari mengelilingi bumi
mthr kll bumi
Mthr kll bumi
Bisakah saudara menjaelaskan bagaimana terjadinya perubahan fase bulan dari bulan sabit menjadi bulan sabit kembabali...? Peristiwa perubahan fase itu hanya bisa terjadi jika matahari dan bulan yang mengelilingi bumi, dan bumi diam dan tidak berotasi....Bukankan bulan mengelilingi bumi selama 23 jam 50 mnt, terlambat 10-11 menit setiap hari...Inilah yang menyebabkan HANYA terjadi masa Ijtima (Bumi-bulan-Mthr dalam 1 garis lurus) hanya terjadi 2 x sebulan..Bukankah memang demikian kenyataannya? Sebaliknya pendapat yang mengatakan bahwa bumi yang berotasi selama 24 jam dan matahari yang diam, maka posisi ijtima akan terjadi 1 kali dalam sehari, dan ini tidak sesuai kenyaataan, karena kenyataannya bulan juga mengitari bumi...Jadi Konsep matahari mengelilingi bumi, meupakan konsep yan kacau, bagai yang mngerti bagaimana terjadinya perubahan fase bulan....
matahari mengelilingi bumi
maksudnnya
mungkin maksudnya 'bumi mengelilingi matahari' yang konsepnya kacau. atau ane yang telmi ya? .. ~_~"
itu menakjubkan
Saya mau bukti bukan janji
Emang dari segi judul buku ini suangggaaat bombastis. Saya sudah lihat isinya, belum baca sampai selesai sih. Tahu kenapa? Karena bagi saya buku ini hanya menyajikan pendapat, tanpa disertai fakta-fakta ilmiah. Apa Dunia ini akan percaya hanya dengan semata opini seseorang? Tidak! Dunia sains tidak akan begitu saja menerima suatu teori tanpa adanya bukti. Buktikan, secara ilmiah juga, agar bisa diterima secara ilmiah. Lakukan penelitian secara astronomis. Beri kami bukti. Lalu silakan terbitkan buku lagi.
@atasku
apa y...
Gk Kan????
begitu pula yang dikatakan oleh orang orang jaman dahulu mengenai al-Quran yang membahas tentang penciptaan manusia di dalam rahim.
"Quran bukan kitab kedokteran"
tapi kenyataannya, Quran adalah kebenaran. Sehingga entah itu astronomi, kedokteran, atau yang lainnya, selama terdapat dalam al-Quran, maka itu adalah kebenaran yang mutlak
Allah SWT tentu saja bisa melakukan berbagai hal yang diluar akal kita, namun kenapa dia perlu membuat umat manusia bingung dengan membuat matahari mengelilingi bumi yang melawan berbagai penelitian empiris.
Apabila ada tulisan di Al quran yang mengatakan bahwa matahari terbit dan tenggelam tentu saja tidak segera membuktikan bahwa matahari mengitari bumi, hingga kini secara kebahasaab kita sering berkata seperti itu namun bukan berarti matahari bergerak mengitari bumi. Menurut saya bumi (seperti benda langit lain) juga pasti berotasi, kalau tidak tidak mungkin bumi dan lainnya berbentuk bulat seperti ini.
Buku ini buku yang dibuat oleh orang Bodoh!!
hanya orang yang tidak berpendidikan yang percaya isi buku ini.
Inggris:
the galactic center, completing one revolution in about 225–250 million years. Its approximate orbital speed is 220 kilometers per second, plus or minus 20 km/s. This is equivalent to about one light-year every 1,400 years, and about one AU every 8 days. These measurements of galactic distance and speed are as accurate as we can get given our current knowledge, but will change as we learn more.
Indo:
Matahari mengorbit pusat galaksi Bima Sakti dengan jarak rata-rata 26.000 tahun cahaya dari pusat galaktik, dan menyelesaikan satu revolusi dalam sekitar 225-250 juta tahun. Kecepatan orbital rata-ratanya adalah 220 kilometer per detik, atau kurang lebih sekitar 20 km/s yang merupakan ekuivalen dari sekitar satu tahun cahaya setiap 1.4000 tahun, dan sekitar satu AU setiap 8 hari. Pengukuran jarak dan kecepatan tersebut seakurat kita mendapatkan pengetahuan terbaru, namun akan berubah ketika kita mengetahui lebih jauh.
Mungkin yg dimaksud ayat Al-Qur'an seperti pada kutipan dari artikel Wikipedia Inggris di atas. Terjemahan boleh dicek. Tapi saya lebih percaya bumi mengelilingi matahari daripada sebaliknya dan saya percaya pada ayat Al-Qur'an klo matahari sebenarnya mengorbit. Dan orbot itu adalah pusat galaksi bukan bumi! Dan klo tetep ngotot bumi sbg pusat, silahkan kembali ke berarti bukan umat yg berpikir! Dan btw, hadits tidak semua sahih! Dan juga AL-QUR'AN TIDAK MUNGKIN BERTENTANGAN DENGAN ILMU KECUALI MUKJIZAT!! Klo Al-Qur'an bertentangan dengan ilmu ngapain Qur'an membahas tentang ilmu!!!??!!! Bukannya percuma saja!!!
Bagi Saudara Salafy, Anda bisa merujuk pendapat Syaihk Albani yang berbeda pendapat terhadap Syaikh Utsaimin terhadap masalah ini. Ini saya kemukakan karena meskipun semua teknologi terkini telah mampu membuktikan bahwa bumilah yang mengitari matahari, tetapi Anda semua tidak akan percaya sampai 'ulama dari golongan Anda sendiri yang membantahnya. Insya Allah.
Namun tidak ada satu pun manusia yang dijamin oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW selalu pasti benar dalam segala halnya. Bahkan para shahabat yang mulia dan dijamin masuk surga sekalipun, terkadang tidak saling sependapat dalam banyak masalah antara sesama mereka. Perbedaan pandangan di kalangan shahabat nabi SAW menunjukkan bahwa seseorang bisa saja punya pendapat yang berbeda dengan saudaranya, tanpa harus terjadi permusuhan atau saling ejek di antara mereka.
Para ulama sejak masa salaf dahulu, banyak yang berbeda pendapat. Di antara mereka ada yang benar dalam ijtihad dan di antaranya ada yang salah. Bahkan Imam As-Syafi'i rahimahullah pernah mengoreksi pendapat-pendapatnya yang telah ditetapkan sebelumnya. Sehingga ada dua qaul dalam mazhabnya, yaitu qaul qadim ketika beliau tinggal di Iraq dan qaul jadid ketika beliau tinggal di Mesir.
Bahkan para ulama di level mujtahid mutlak sekalipun tidak pernah mewajibkan manusia untuk hanya berguru kepada dirinya sendiri saja. Bagi mereka, bila ada orang yang ingin berpendapat sebagaimana pendapat dirinya, boleh saja. Tapi bila menolak dan mengambil pendapat ulama lain, mereka ikhlas dan sama sekali tidak sakit hati.
Bila di masa sekarang ini ada pendapat dan pandangan dari ulama tertentu yang barangkali tidak kita sejalan, tanpa mengurangi rasa hormat kepada beliau, boleh saja hal itu ditolak dan tidak berdosa. Asalkan ada pembanding dari pendapat ulama lainnya yang dirasa lebih kuat hujjahnya.
Matahari Mengelilingi Bumi?
Benar bahwa salah satu di antara ulama yang berpendapat bahwa matahari bergerak mengelilingi bumi adalah Syeikh Al-Utsaimin. Keluasan ilmu beliau dan kedalamannya dalam masalah agama, tentu tidak perlu diragukan lagi. Namun bukan berarti beliau harus selalu benar dalam semua pendapatnya.
Apalagi yang beliau sampaikan bukan terkait dengan masalah umurdiniyyah, melainkan tsaqafah umum terkait dengan sebuah fenomena alam yang di dalam Al-Quran disampaikan lewat isyarat. Bukan lewat pernyataan yang bersifat eksplisit. Artinya, kesalahan dalam memahami hal-hal seperti ini tidak berpengaruh pada masalah aqidah dan syariah, namun lebih kepada informasi tentang fenomena alam dan ilmu pengetahuan.
Kalau kita teliti lebih dalam, sebenarnya di dalam Al-Quran tidak pernah ada ayat yang bunyinya secara tegas menyebutkan bahwa matahari bergerak mengelilingi bumi. Penekanannya di sini pada kalimat: mengelilingi bumi. Kalau ayat yang menunjukkan bahwa matahari bergerak dan digerakkan oleh Allah SWT, memang banyak bertaburan di banyak tempat dalam Al-Quran. Akan tetapi tidak ada satupun yang menyebutkan dengan mengelilingi bumi.
Yang ada hanya pernyataan bahwa matahari itu bergerak, beredar, terbit, terbenam, condong, pergi, datang dan sejenisnya. Semua pernyataan itu tentu tidak boleh kita tolak. Namun sekali lagi, Al-Quran tidak pernah menyebutkan bahwa matahari MENGELILINGI bumi. Tidak ada ayat yang bunyinya: asyamsu taduru haulal ardhi.
Walhasil, secara zahir nash tidak ada pernyataan di dalam Al-Quran bahwa matahari mengelilingi bumi.
Kalau pun matahari disebutkan telah bergerak dalam arti terbit, terbenam, condong dan sebagainya, tidak ada seorang muslim pun yang menolaknya. Karena zhahir nash memang mengatakan demikian. Perhatikan ayat-ayat berikut ini:
Dan Dia telah menundukkan bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar; dan telah menundukkan bagimu malam dan siang.(QS. Ibrahim: 33)
Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.(QS. Yasin: 40)
Ilmu pengetahuan sekarang ini tidak menafikan bahwa matahari beredar dan tidak diam. Sampai di sini tidak ada perbedaan antara ayat dengan ilmu pengetahuan. Tetapi ayat ini tidak menyebutkan apapun tentang matahari bergerak mengelilingi bumi. Ayat ini hanya menyebutkan bahwa matahari hanya bergerak saja pada garis edarnya tanpa menyebutkan bahwa garis edarnya mengelilingi bumi.
Namun semua yang terkait dengan informasi matahari itu sangat dikaitkan dengan pandangan subjektif manusia. Di mana Allah SWT memang berfirman untuk umat manusia. Maka boleh saja disebutkan bahwa matahari itu terbit, tentunya dari sudut pandang manusia. Padahal sesungguhnya, matahari tidak pernah pergi menghilang dari wujudnya, dia hanya menghilang dari pandangan mata kita saja.
Untuk lebih jelasnya, silahkan perhatikan ayat berikut ini:
Hingga apabila dia telah sampai ke tempat ter benam matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan dia mendapati di situ segolongan umat. Kami berkata, "Hai Dzulkarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka." (QS Al-Kafhi: 86)
Kalau kita lihat zhahir nash ayat ini, jelas sekali disebutkan bahwa ada tempat terbenamnya matahari, di mana matahari bukan hanya terbenam, tapi disebutkan tempatnya masuk ke dalam bumi, yaitu di laut yang berlumpur hitam. Tetapi apakah matahari turun ke bumi dan masuk ke dalam laut? Tentu tidak bukan. Ini hanya pandangan subjektif seseorang yang melihat seolah-olah matahari masuk ke dalam laut. Padahal hakikatnya matahari berjarak 8 menit perjalanan cahaya dari bumi.
Di dalam dalil lainnya yang juga shahih, disebutkan hal yang lebih aneh lagi. Yaitu matahari pergi ke 'Arsy.
Nabi SAW berkata kepada Abu Dzar ketika matahari terbenam. “Apakah engkau tahu ke mana dia pergi?” Abu Dzar menjawab, “Allah dan rasulnya lebih mengetahui.” Nabi berkata, “Sesungguhnya dia pergi bersujud di bawah Arsy dan meminta izin lalu diizinkan. Dan dia meminta izin dan tidak diizinkan. Kemudian dikatakan, kembalilah ke tempat kamu muncul dan terbenamlah dari arah baratnya.”
Kalau memang hakikatnya matahari pergi pulang ke arsy tiap hari, dalam logika kita manusia di muka bumi, tentu harus ada masa dalam 24 jam bumi tidak mendapat sinar matahari dan juga alam semesta. Namun separuh manusia yang melata di muka bumi ini selalu dalam keadaan melihat matahari. Matahari tidak pernah tenggelam dari pandangan seluruh manusia di bumi.
Matahari hanya kelihatan terbit buat segelintir orang yang kebetulan berada pada posisi matahari terbit. Demikian juga matahari hanya terbenam dalam pandangan manusia yang kebetulan berada di belahan bumi yang sebentar lagi membelakangi matahari. Dan semua itu terjadi bergantian. Tapi sesungguhnya matahari tidak pernah absen dari kita. Yang terjadi sesungguhnya, manusia lah yang absen dari matahari dengan membelakanginya.
Dan karena Al-Quran bukan kitab astronomi, bahkan punya unsur sastra yang tinggi, maka sah-sah saja semua ungkapan yang seolah-olah menggambarkan bahwa matahari melakukan semua gerakan itu. Tanpa harus terjebak untuk menjelaskannya secara astronomi.
Seperti ungkapan indah Al-Quran tentang malam dan siang yang saling berkejaran, apakah kita mau artikan bahwa malam dan siang itu seperti dua anak kecil main kejar-kejaran atau main petak umpet? Tentu tidak, bukan? Ungkapan berkejaran itu adalah gaya bahasa yang indah, tapi jangan dipahami terlalu teknis dan sederhana.
Bahkan di dalam Al-Quran bertabur ayat yang punya gaya ungkapan bahasa yang indah, kadang sampai terasa aneh. Misalnya, uban yang tumbuh di kepala nabi Zakaria, disebutkan dengan ungkapan khas yaitu uban berkobar di kepala. Berkobar itu kan sesungguhnya sifat dari api. Tetapi apakah benar kepala nabi Zakaria itu terbakar? Tentu tidak, bukan?
Ia berkata, "Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah berkobar dengan uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdo'a kepada Engkau, ya Tuhanku." (QS Maryam: 4)
Kebenaran Ilmu Pengetahuan
Namun lepas dari perbedaan pendapat dalam memahami nash Quran, kita pun harus tahu bahwa kebenaran dalam ilmu pengetahuan pun tidak pernah mutlak. Setiap kali selalu saja ada teori yang tumbang dengan teori baru. Setiap saat selalu saja muncul penemuan dan kebenaran baru, untuk sampai saatnya akan tumbang digantikan dengan yang baru.
Apa yang kita yakini sebagai kebenaran empiris tentang ilmu astornomi, sangat kita yakini suatu hari akan tumbang dengan fakta terbaru.
Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc
Penafsiran Al-Qur'anul Karim wajib menggunakan akal sehat, sebab akal-lah yang membedakan manusia dengan satwa!
Secara pandangan mata biasa, memang tampaknya Matahari itu mengelilingi Bumi kita, dan binatangpun melihat itu demikian! Namun bukankah manusia diberi akal sehat oleh Sang Mahapencipta? Bukankah makhluk berakal semacam kita ini diwajibkan meneliti ilmu sebelum kita mempercayainya?
Perlu diketahui bahwa besar Matahari kurang-lebih 1.300.000 kali Bumi kita!
Mana mungkin bal pimpong memutari sebutir debu!
Lebih celaka lagi kalau kita masih percaya bahwa Bumi kita ini diam, padahal nyata-nyata berotasi pada porosnya dan beredar mengelilingi Matahari!
Untuk membuktikan bahwa Bumi berputar pada porosnya, mudah saya! Cari di langit selatan sebuah bintang yang tertotok oleh arah sumbu rotasi Bumi.
Arahkan kamera SLR yang telah dikukuhkan pada tripod ke bintang yang kedudukannya tampak tetap tersebut. Kecepatan stel pada 1/B dan tahan beberapa jam agar layar lensa tetap terbuka!
Hasil fotonya merupakan "Star-Trail", menggambarkan tapak-tapak bintang lainnya yang sirkular, yang menandakan bahwa Bumi kita berotasi pada porosnya!
Semua orang bisa mencobanya agar kita tidak salah menafsirkan ayat-ayat Qur'an dengan cuma hurufiskik belaka!
Saya katakan, Al-Qur'anul Karim bukan untuk satwa, namun untuk manusia!
Dari insan yang paling bodoh sejagat raya,
Dedy Suardi
www.protagon.wordpress.com
kapan ummat bisa pinter ya kalo setiap ayat di artiin 'mentah2'?......
lucu aja liat komen2 di bawah...... kesannya setiap omongan dari kafirun langsung kena blacklist.... tanpa alasan apapun.
kalo begitu, silakan artiin secara mentah "matahari tenggelem di lumpur hitam"......
karena setahu saya tidak ada dalilnya.
sy sngt tertarik melihat komen2 diatas.. ada yg pro n kontran n sebagainya.. sampai ada komen yg nge-bodohin org yg nulis lah.. berarti yg blg bodoh itu org bodoh juga donk.. ibarat kata, klo org gila pasti blg org yg waras itu gila?? itu jg tanda org sombong..
Smua didunia ini kan berbeda ga ada yg sama, ada siang ada malam, ada terang ada gelap, ya macem2 lah.. begitu jg dg pendapat ada yg benar ada yg salah, tp smua nti akan terkuak kebenaran itu smua.. Hanya Allah yg tau kebenaran itu..
sebaiknya kita menyikapi sperti komen nya Ust Ahmad Sarwat, Lc.. lebih dewasa dalam menyikapi tp tidak membodoh2i..
mhn maaf jika ada kata2 yg ga berkenan.. kesalahan2 itu dtg nya dari diri sy pribadi dan kebenaran hanya lah dr Allah SWT.. Ampunilah kami ya Allah..
Wass
mungkin beda penafsiran
Rahsia Penciptaan Dari Arash Ke Bumi
1) Matahari sebenarnya lebih kecil daripada bumi. Saiz matahari yang besar itupun sekadar teori sains sahaja.
2) Malam dan Siang itu adalah 2 makhluk yang berasingan. Hanya kebetulan menjadi siang serentak kerana hadirnya matahari. Terjadinya malam bukan kerana tiadanya matahari. Sila baca buku tersebut dikupas dengan detail.
3) Terdapat beberapa tafsiran mengenai Arash, Bumi, Angin, Graviti dan sebagainya yang sukar untuk saya menerimanya, namun dalam konteks Matahari Mengelilingi Bumi, saya udah dapat menerimanya dengan rasa ketakwaan dan keyakinan.
Sekian. Wassalam
Dr Ridzuan
Percaya 80%
penjelasan yang bodoh
jadi mengapa kita harus percaya ma yang men tafsirkan toh di kan belum tentu benar ,./,./ liat aja kenyataan nya .,/,bahwa bumi yang berputar mengelilingi matahari/.,
dan jangan bawa2 ISLAM ya untuk penafsiran yang ga jelas dan ga masuk akal./,apalagi pake bawa Al - Quran yang jelas dan nyata itu benar.,
klo di buktikan pastinya bumi yang mengelilingi matahari,. jadi Al - Quran itu gak pernah salah kta yang mentafsirkan lah yang salah apa lagi klo yang mentafsirkan itu ga punya ILMU duh jadi kacao nih agama ISLAM./, klo orang yang mengajar aja bodoh apalagi yang di ajari /./>/> jadi kesimpulannya kita harus percaya dan berpegang teguh kepada Al -Quran dan sunah Nabi.,., bukan pada orang yang mentafsirkan././././.
Menongso
menurut ana
Jadi pertanyaannya adalah : apakah kita di Indonesia sudah bisa pakai mobil terbang ? Karena disana .... sudah loh ...
penyaksian ana
Matahari mengelilingi bumi sesuai dengan akal
La trus kalo belum tahu bumi mengelilingi matahari benar
ga penting mempermasalahkan yg sudah ada dalam kadar dan ketentuanNya
Betapa bodohnya kalian semua yg mengkaji hal yg sudah ada dalam kadar dan ketentuanNya...betapa pintarnya penerbit buku itu mencari judul agar laris di pasaran dan mengakibatkan perdebatan yg tidak penting bagi saya....!!!
penulis buku sudah benar
67. 5. Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang, dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar syaitan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala.
- apa yg dimaksud dengan"langit yang dekat"?
-apakah ada "langit yang jauh"?
-Bintang dijadikan alat pelempar syaitan. Bagaimana dengan hukum2 fisika apakah masih berlaku thd bintang yg massanya sangat besar itu?(hukum gravitasi,hukum kelembaman dsb).
bumi mengelilingi matahri????
waktunya berpikir maju mas ..mbak.. bukan kembali ke jaman kejahiliaan...
tengah-tengah ja!
ketika perbedaan pendapat ada maka itu bukan suatu kesalahan.
MENGUTAMAKAN WAHYU ALLAH DARIPADA AKAL
Bismillah, Alhamdulillah, amma ba’du.
Allah berfirman: Apabila dikatakan kepada mereka: "Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman." Mereka menjawab: "Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman?" INGATLAH, SESUNGGUHNYA MEREKALAH ORANG-ORANG YANG BODOH; TETAPI MEREKA TIDAK TAHU. (QS. Al Baqarah: 13)
“Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah mereka yang menertawakan orang-orang yang beriman.(QS. Al Muthaffifin: 29)
”Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya. Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul", niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu.” (QS. An-Nisa’: 59-61).
Saya sangat setuju bahwa matahari berputar mengelilingi bumi. Apakah jika saya percaya pada pendapat seperti ini disebut dengan bertaqlid. Pertama-tama harus kita pahami dahulu apakah arti dari bertaqlid. Bertaqlid adalah mengikuti pendapat seseorang tanpa mengetahui dasar hukumnya dari Al Qur’an dan As Sunnah (hanya membeo tanpa berimu). Padahal jika kita melihat tulisan di atas banyak mengambil ayat Al Qur’an, Hadits shohih riwayat Bukhari, Atsar dari Sahabat Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu, perkataan Imam Mazhab Ibnu Hazm, tafsir paling terkemuka dari zaman dulu sampai sekarang seperti Ibnu Katsir dan Al Qurthuby, pendapat ahli hadits Ibnu Hajar yang mensyarah Kitab Bukhari dalam Fathul Barri, pendapat Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, dan pendapat ulama-ulama yang lain.
Apakah ini dinamakan taqlid??????? (Tentu bukan, karena ada dasarnya, tidak sekedar membeo).
Apakah ini dinamakan fanatik mazhab??????? (Tentu bukan, karena ada mazhab Zhahiri yaitu Ibnu Hazm; ada yang tak bermazhab seperti Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz dan Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin; Ibnu Katsir, Al Qurthuby, dan Ibnu Hajar juga mempunyai mazhab yang berbeda pula, dsb)
PESAN UNTUK PARA PENDEWA AKAL (Lebih mengutamakan akal drpd wahyu Allah)::::::>>>>
Apakah kalian bisa menjelaskan menggunakan akal kalian mengapa Nabi Ibrahim ’alaissalam tidak bisa dibakar oleh api?
Apakah kalian bisa menjelaskan menggunakan akal kalian mengapa Nabi Musa ’alaissalam bisa membelah lautan?
Apakah kalian bisa menjelaskan menggunakan akal kalian mengapa Nabi Isa ’alaissalam bisa menghidupkan orang yang mati?
Apakah kalian bisa menjelaskan menggunakan akal kalian mengapa Nabi Muhammad shollallahu ’alaihi wa sallam bisa membelah bulan?
Apakah kalian bisa menjelaskan menggunakan akal kalian mengapa Nabi Muhammad shollallahu ’alaihi wa sallam bisa melakukan Isra’ Mi’raj yang menempuh jarak yang sangat jauh hanya dalam waktu semalam?
Tentu akal manusia tidak akan bisa menjawab. Oleh karena itu, sikap orang yang beriman adalah menerimanya dengan sepenuh hati dan diam. Tidak perlu bertanya mengapa bisa begini, mengapa bisa begitu? Dia-lah Allah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu, SEDANGKAN ILMU MANUSIA TIDAK AKAN PERNAH MAMPU SEDIKITPUN MENGUNGGULI ILMU ALLAH.
Sesungguhnya agama ini tidak dibangun atas dasar akal, tetapi dibangun atas dasar hujah yang nyata yaitu wahyu Allah. Demikianlah seharusnya sikap orang yang beriman yaitu apabila dibacakan ayat-ayat Allah maka mereka mendengar dan mentaatinya, beriman dengan sepenuh hati mereka. Apabila akal mereka tidak mampu memahami, maka mereka akan menuduh dirinya sendiri bahwa akalnya telah rusak karena tidak mampu menerima wahyu Allah.
Memang benar bahwa manusia merupakan makhluk yang paling tinggi derajatnya karena telah dianugerahi akal oleh Allah. Tetapi sebaliknya, Allah akan menurunkan derajat manusia ke derajat yang serendah-rendahnya manakala akal tersebut tidak dapat digunakan untuk memahami ayat-ayat Allah.
Allah berfirman: ”Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka), kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya.” (QS. At-Tin: 4-6)
Sebenarnya telah banyak ilmu pengetahuan dalam Al Qur’an dan Al Hadits yang BARU-BARU ini terungkap oleh para ilmuwan. Seperti pemisahan langit dan bumi (Al Qur'an, 21:30), mengembangnya alam semesta (Al Qur'an, 51:47), garis edar benda-benda langit (Al Qur'an, 51:7, 21:33, 36:38), relativitas waktu (Al Qur'an, 22:47, 32:5, 70:4, 23:122-114), besi diturunkan dari langit (Al Qur'an, 57:25), perkawinan yang dilakukan oleh tumbuhan (Al Qur'an, 36:36), lapisan atmosfer langit (Al Qur'an, 41:11-12), angin yang mengawinkan (Al Qur'an, 15:22), proses pembentukan hujan (Al Qur'an, 30:48), fungsi gunung sebagai pasak bumi (Al Qur'an, 21:31, 78:6-7), adanya pemisah antara 2 lautan yang bertemu (Al Qur'an, 55:19-20), bagian otak yang yang mengendalikan gerak kita (Al Qur'an, 96:15-16), 3 lapis kegelapan yang dialami bayi dalam perut ibunya (Al Qur'an, 39:6), menyusui bayi selama dua tahun setelah kelahiran sungguh bermanfaat (Al Qur'an, 31:14), proses pembentukan manusia (Al Qur'an, 23:14), tanda pengenal manusia pada sidik jari (Al Qur'an, 75:3-4), pada sayap lalat yang satu ada racun sedangkan sayap yang lain ada penawarnya (HR. Bukhari, Ibnu Majah, dan Ahmad), dsb.
Wallahu a’lam.
Allah berfirman: "Dan katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir." (Al Qur'an, 18:29)
Saya mohon maaf apabila ada kesalahan dan kata-kata yang kurang berkenan.
Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.
yang aku percaya
Bumi berotasi, berputar pada porosnya, itu sebabnya matahari tampak berputar dari timur ke barat.
Dan Bumi mengitari matahari : yang ini istilahnya Berevolusi, waktunya 365 1/4 hari.
Istilah berputar dan berevolusi silahkan dipahami lebih lanjut.
wassalam.
maha suci Allah
sesungguhnya mereka yang sedikit itu mencintai kebenaran...yang haq .
padahal sudah gamblang dari para 'ulama...lalu ? orang yang HANYA MENGIKUTI TEORI'' mereka yang sudah kita ketahui dari SD..bahkan mungkin tidak lebih tahu daripada 'ilmuwannya itu sendiri...
secara tidak langsung mencela mereka para ahli 'ilmu . dari bidang tafsir.. dst.
menyedihkan .
wallahuta'ala a'lam
Benar Or Tidak Benar
Cuma buat ana ada satu yang seharusnya kita pikirkan selain berdebat...yiatu saudara2 kita sedang di bantai oleh Israel.......
Kalo untuk menacari siapa yang benar harus ada pembuktian nya dulu. Soalnya setahu ana Islam dan Akal itu berbanding lurus kecuali untuk mukjizat yang Allah berikan pada para Rosul.
So .........Bantulah sodara2 kita di Palestine
reply buat pak ono
BIARLAH FAKTA YANG BERBICARA
BUMI MELAKUKAN ROTASI
JADI YAKINLAH BUMI MELAKUKAN ROTASI UNTUK PERGANTIAN SIANG DAN MALAM SELAMA 24 (DUA PULUH EMPAT) JAM , DAN HAL INI (ROTASI) DAPAT DIMONITOR MELALUI PERBEDAAN WAKTU DAN POSISI MATAHARI DI SEPANJANG DAERAH KHATULISTIWA , PADA SETIAP PERBEDAAAN WILAYAH SELUAS 15 (LIMA BELAS) DERAJAT PERBEDAAN WAKTUNYA SELAMA 1 (SATU) JAM , YAITU LUAS LINGKARAN BUMI GARIS KHATULISTIWA 360 (TIGA RATUS ENAM PULUH) DERAJAT DIBAGI (:) 24 (DUA PULUH EMPAT) JAM SAMA DENGAN (=) 15 (LIMA BELAS) DERAJAT PER JAM .
DAN UNTUK MEMBUKTIKAN ADANYA ROTASI DAN PERBEDAAN WAKTU DALAM SAAT YANG BERSAMAAN , DAPAT DENGAN CARA MENGHUBUNGI 24 ORANG KENALAN KENALAN ANDA DI FACE BOOK , PADA DAERAH DAERAH SEPANJANG GARIS KHATULISTIWA , DALAM SETIAP PERBEDAAN WILAYAH 15 DERAJAT DARI POSISI KOMPUTER YANG ADA DI DEPAN ANDA SEKARANG , DAN DAPAT ANDA BUKTIKAN ADANYA ROTASI AKIBAT PERBEDAAN WAKTU PADA SAAT YANG BERSAMAAN , DENGAN CARA MISALKAN MELALUI CHATING DI FACE BOOK DENGAN KENALAN KENALAN ANDA TERSEBUT . SILAHKAN DICOBA DAN DIBUKTIKAN KALAU MASIH RAGU RAGU , SEBAB TIDAK MUNGKIN MATAHARI SANGAT DEKAT DENGAN BUMI NANTI BISA HANGUS TERBAKAR , ATAU TERJADI PEREDARAN SUPER CEPAT SELAMA 1 (SATU) HARI UNTUK PERGANTIAN WAKTU SIANG DAN MALAM , NANTI TIDAK TERJADI PERUBAHAN MUSIM DI BUMI , SEBAB TERJADINYA PERUBAHAN MUSIM AKIBAT DARI POSISI MATAHARI TERHADAP BUMI , DAN TERJADINYA PERUBAHAN MUSIM DI BUMI ADA DI DALAM AL QUR'AN .
ighfiruu
umatislam jangansaling menjatuhkan yah terkecuali yang berdakwah itu sesat lagi menyesatkan.
tambahan
ana cuma mw nambahin...mungkin do'anya nabi Yusa bin Nun bisa dijadikan juga sebagai hujjah penguat....
ane lupa bunyi do'anya....klo nggak salah minta supaya matahari ditahan...agar waktu ashar lebih panjang...nah ini kan sebagai bukti juga bahwa yg menyebabkan siang malam adalah pergerakan matahari ..............sebagai referensi aj
tetap belajar
tapi tetap belajar demi nenjdi lebih baik ok,,,,
wallahu a`lam
KACAU...
Dasar wahabi... sampai kapan sih bikin sensasi aneh di umat ini...
Buku sesat
Jadi syaiton tidak menggunakan logika utk menyesatkan kita, melainkan menggunakan ayat-ayat karena syaiton tahu kita tidak akan menggunakan logika dan memilih ayat-ayat.
Dan saya sarankan untuk tidak menggunakan nickname yang mengundang kontroversi.
Jazakumullahu khairan.
Matahari Mengelilingi Bumi, itu benar!
shohib, mengapa harus mempertentangkan matahari mengelilin bumi? Bukankah bumi ini adalah teristimewa, karena di dalammnya, rasul-rasul diutus, Allah menempatkan ka'bah yang menjadi kiblat umat Islam di dunia. sudahlah! tidak usah mengagung-agungkan akal. Orang Islam Shalat, semuanya menghadap ke baitullah, karena Baitullah itulah rumah Allah. Sentral penyembahan seorang hamba kepada Khaliq-Nya. Ini mengisyaratkan, bahwa semua apa saja yang ada di alam jagat raya ini, menyembah dan tunduk kepada Allah. Dan rumah Allah adalah baitullah (ka'bah). Oleh karena itu, wajarlah apabila alam jagat raya ini menghadapkan diri kepada Allah melalui Baitullah. Jadi, terimalah ini sebagai sebuah keimanan kepada-Nya.
BAGAIMANAPUN PENDAPAT MEREKA ANA TETAP MEMBENARKAN BUKU TERSEBUT!
MNUSIA TIDAKLAH SESEMPURNA NABI
al qur"an adalah kitab suci islam,isi dari al qur"an memenglah sempurna,nyata dlm khidupan d dunia maupun d ahirat,
tapi........???!!
apakah manusia sesempurna nabi,,..?
apakah kmampuan berphikir manusia bisa mlebihi cara fikir nabi,,,?
jadi kesimpulanya,,,..
penafsiran para ulama tentang isi al"quran belum 100% benar,,,,,jd teory matahari mengelilingi bumi,,,bisa saja salah tafsir...
mungkin allah SWT manggambarkan sperti itu ,tp maksud dri itu smua manusia harus berusaha membuktikan smua itu dengan cara....berfikir kedepan & melalui akal mereka sehingga tehnology bisa membuktikan smua itu,,,artinya,,manusia tidak akan kembali k jaman jahiliah...,lg,!!!
wassallam...
tafsiran
q tambah kan satu bentuk tfsiran yg logis...
q pernah denger d salah satu ceramah agama,seorang ulama mengatakan,"salah satu tanda2 kiamat adalah tidak adanya ibu2 yang hamil," dlm artian gk ada wanita yg hamil atau mengandung,,,
apa yg dapat qt simpulkan,,,,???
bukan berarti wanita udah gak da yg hamil,atau dah gk bisa hamil..pada masa ahir jaman,tapi...
"pada masa ahir jaman udah banyak terjadi perzinahan d mn2,,,dan saat itu pula alat kontrasepsi udah smakin marak d gunakan di
umum(smua kalangan)gk pduli anak2,remaja,orang dewasa," inti dari itu smua banyak trjadi perzinahan karna dah gk punya resiko hamil...karna adanya alat kontra sepsi.
jadi menurut anda,,,,,,????
bisa mengartikan sendiri,,,bahwa tafsir al qur"an gak harus sama apa yg tertulis d dlmnya...
msih banyak misteri2 d dlmnya,manusia gk bkalan bisa menafsirkan smua ,karna manusia tidak lah sesempurna nabi......
wassalam/.............
Syaikh Utsaimin TIDAK pernah mengklaim Matahari Mengelilingi Bumi
http://harry.sufehmi.com/archives/2006-06-22-1188/#comment-18311
http://harry.sufehmi.com/archives/2006-06-22-1188/#comment-19440
lakukan penelitian lebih lanjut
lakukan penelitian lebih lanjut
apakah kalian umat islam ?
anda akan lebih mempercayai firman Allah dalam bentuk Al-quran dibandingkan pendapat atau teori tokoh yahudi.
apakah anda yang menyangkal hal ini, kalau Firman Allah ini sesuatu yang salah ?
Apakah anda berfikir apakah Allah pernah salah dalam menurunkan Firmannya?
atau apakah anda pernah belajar tafsir Al-Quran sehingga dapat menyangkal Firman tersebut ?
sesungguhnya kaum yahudi telah mempelajari Al-Quran lebih jauh dibandingkan umat muslim kita saat ini.
para cendikiawan islam yang telah menggali ilmu yang dapat menggemparkan dunia sebelum ilumuan yahudi saja tidak digembor-gemborkan.
sehingga tokoh cendikiawan islam hilang dari sejarah dunia.
apakah kalian tidak tahu tentang foto bulan yang pernah terbelah?
apakah kalian menyangkal kalau itu salah satu mukzizat rasul yang bisa membelah bulan dg jari telunjuknya ?
apakah kalian masih menyangkal lagi, kalau rasul pernah naik ke langit ke 7 untuk bertemu Allah dengan mengendarai onta (buroq)
istigfar lah wahai kawanku.
kita ini umat islam yang seharusnya meyakini dengan seyakin-yakinnya firman Allah.
apabila kita ada sedikit keraguan saja, dengan firman Allh sesungguhnya kita menuju ke kafiran
summa naudzubillah min dzalik
tambahan
media massa ini sebagian milik yahudi
sehingga mereka banyak menyembunyikan kebenaran islam, agar umat mereka tidak pindah agama ke agama islam akibat dari terungkapnya kebenaran Al-Quran
seperti masjid Aqsha yang dipotret oleh CNN
padahal masjid yang dipotret itu bukanlah masjid Aqsha.
sedangkan masjid Aqsha terletak tak jauh dari masjid yang di tunjukkan oleh CNN.
hal ini bertujuan agar umat islam lebih menjaga ketat masjid Aqsha yang ditunjukkan oleh CNN dibandingkan masji Aqsha yang asli.
dan memudahkan mereka untuk menghancurkan masjid Aqsha yang Asli
wahai kawanku,
berhati-hatilah terhadap informasi yang diberikan kaum yahudi, nasrani, dan orang kafir
matahari tetap mengelilingi bumi
karena bumi berotasi maka semua benda ya akan mengelilinginya..
jika kamu berdiri di indonesia dan mengandaikan bumi itu tidak berputar/ tdk berotasi maka yang mengelilingi adalah benda benda langit.. ya gak..
seandainya kamu berada di pusat poros rotasi , dmana kamu diam dan melihat ke langit. siapa yg berputar?... ya langitlah..bintang-bintang dst.. yang mengitari bumi... karena bumi berotasi maka semua benda langit akan mengitarinya.. seperti rolet...
goblog
Saya Islam saya percaya firman Allah. Kita yg hidup di jaman heliosentris ini juga bicara yg kasat mata: matahari terbit. bukanselamat pagi...wah bumi telah berjalan sedikit mengelilingi matahari.....
wahabi penyembah Syaikh...
Dan saya sarankan untuk tidak menggunakan nickname yang mengundang kontroversi.
Jazakumullahu khairan.
Alhakumuttakaatsur....!!!
Shahabatku yang baik hati, kalau boleh saya nimbrung: masalah ini berangkat dari penafsiran terhadap beberapa ayat dalam Al-kitab (jadi ini masalah tafsir), dari perbedaan tafsir itu meluas bahkan mengarah menjadi perbedaan teologis, sungguh sangat ironi jika kita (muslimin) terjebak pada khilafah sebuah penafsiran yang seharusnya menuai rahmat dan hikmah kok malah menjadi ghaibah-namimah (penyakit hati) yg pada ahirnya membias rasa benci di sanubari antar sesama firqoh (golongan). walhasi, kaum nashara, yahudi, kuffar lainnya mungkin tidak mengomentari web ini tapi mereka akan membaca ini dengan hati penuh tawa, senang menyaksikan sesama muslim saling memaki. Ya Allah rabbul arsyi 'adzim...penguasa alam jagad raya, sungguh kami bosan dengan permusuhan, kami muak dengan kebencian, kami sudah kenyang perang saudara satukanlah kami dijalanmu, taqdirkan kami menjadi umat yang saling menghargai taqdirkan kami menjadi imam khalifah yang terbaik dimuka bumi, berilah kekutan pada kami untuk menyampaikan pesan damai dari Al-qur'an dan Rasulmu Muhammad saw. Rabbanajma'na jam'an marhuma. Amien... wassalamu'alaikum warahmatullahiwabarakatuhu.
tidak mungkin
saya bantah kamu. tapi tak kukafirkan dirimu
BANTAHAN TERHADAP BUKU ”MATAHARI MENGELILINGI BUMI”
Karya Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf
bantahan oleh A. Noname
PENGANTAR
Halaman xii tertulis
Setelah kita menyadari kebenaran dalil di atas, baik dalil naqli dan dalil aqli tentang peran akal, kita jumpai sebagian manusia ingin mengilmui alam seisinya hanya dengan akal belaka. …….. rupanya berita ini dinilai pasti benar oleh sebagian besar kaum muslimin, tidak mungkin salah, sebab manusia telah menerimanya sejak pendidikan dasar sampai perguruan tinggi, semenjak zaman purba sampai zaman modern. Sehingga bila ada ada orang ahli al Qur’an dan ahli hadits berbicara tentang alam ini berbeda dengan mereka, kita jumpai sebagian orang Islam menolak ulama sunnah dan mereka keras kepala berpegang dengan apa yang dikatakan oleh bapak-bapak mereka. Mereka lebih percaya dengan perkataan filosof kafir yang tidak punya landasan daripada mengimani dalil nash ilahi. (seperti orang musyrik : Cukuplah bagi kami apa yang kami terima dari bapak-bapak kami).
Wah-wah, mantap juga ya. Baru menolak matahari mengelilingi bumi dan membenarkan bumi yang berotasi saja sudah disamakan dengan orang musyrik, yang ditanya tentang berhala yang disembah, yang berarti tentang peribadahan. Masa’ sih pakai dalil ayat ini. Apa tidak ada dalil lain. Ngeri banget. Saya yakin bumi yang berotasi sehingga matahari tampak tiap hari terbit dan terbenam, juga bulan dan bintang, karena jika yang terlihat adalah matahari terbit dari timur terbenam di barat, kemudian bulan terbit barat dari di timur kemudian bintang-bintang ada yang terbit di utara terbenam di selatan, ada bintang yang terbit di selatan terbenam di utara, dan juga ada bintang yang diam saja tidak pindah-pindah sepanjang malam, maka saya tidak akan mengikuti pendapat bahwa bumi berotasi tapi saya akan mengikuti pendapat bahwa bumi diam saja, dan matahari, bulan, dan bintang-bintang mengelilingi bumi. Kalau banyak ulama dari zaman purba sampai zaman modern berpendapat sama dengan Aristoteles dan Ptolomeus kafirin itu, ya terserah aja. Karena bagi saya para ulama itu berhadapan dengan kenyataan bahwa matahari, bulan dan bintang terbit dan terbenam dengan arah yang sama yaitu dari timur ke barat, dan waktu tempuhnya sama yaitu 24 jam serta tempat terbit matahari bulan dan bintang-bintang mengalami pergeseran dengan arah yang sama juga tempat terbenamnya. Saya membenarkan pendapat bumi yang berotasi bukan matahari yang mengelilingi bumi ini dengan dalil kenyataan bukan perkataan ulama manapun. Tetapi kemudian saya disamakan dengan orang musyrik-kafir, saya jadi kaget sekali kok begitu ya? Ulama zaman sekarang, mudah banget mengkafirkan orang Islam lain. Tapi saya memang pernah mendengar ada jamaah pengajian yang mengkafirkan orang yang tidak mengaji di tempat mereka, nama jamaah pengajian itu Islam Jamaah dan LDII. Saya dengar mereka memang punya Pondok pesantren di Jawa Timur. Maka saya juga menjadi maklum karena memang ada orang Islam yang suka mengkafirkan orang Islam lainnya, kemudian saya tidak terlalu mempedulikan kamu menyamakan saya dengan orang kafir atau orang musyrik. Toh yang mengkafirkan manusia juga, paling-paling orang LDII. Maka saya tidak peduli lagi, lalu saya tulis saja bantahan untuk buku ini.
Halaman xxix tertulis.
Namun apakah yang terjadi??? Bagaikan hujan petir datang kepada kami dari berbagai penjuru. Hujatan, umpatan, ucapan-ucapan yang tidak layak dikatakan oleh seorang muslim kepada saudaranya yang menginginkan kebaikan pada dirinya. Itulah kenyataan yang ada tanpa kami tambah-tambahi.
Saya turut prihatin dan kecewa dengan apa kamu dapatkan dari saudara-saudara kamu sesama muslim itu. Mungkin sekali mereka orang-orang salafi yang guru besarnya Syekh Muqbil dari Yaman itu, Ja’far Umar Tholib, Jawas, dan lain-lain. Maafkanlah dan maklumilah karena rasa sakit hati dan dendam itu tidak baik, sehingga mempengaruhi tulisanmu. Tulisanmu pun menjadi kasar dan kamu menukil ulama yang juga bermulut kasar suka mengkafirkan, menzindikkan, memulhidkan, menuduh orang lain mendustakan nash-nash al Qur’an dan sunnah, dan buta mata hatinya. Mustinya kamu ambil pelajaran karena kamu akan ketemu orang lain yang menganggap kamu sama dengan orang-orang yang menghujat kamu, sama-sama salafi, dan kamu pun akan dikasari balik.
Dengan bahasa tulisan yang kamu buat dengan tiga tanda tanya (???), kata-kata tamparan keras bagi orang......., pendapat langit adalah 7 lapis atmosfir nyleneh, ucapan-ucapan subhanalloh, dan la haula wala quwata ila billah, jawab wahai insan yang berakal, juga syair gagak dan bangkai anjing menunjukkan betapa geramnya kamu terhadap orang yang berbeda pendapat dengan kamu. Juga kamu pilih ulama bermulut kasar seperti as Synqity dan At Tuwaijiry yang menyebut ...yang buta mata hatinya dari kalangan yang mengaku muslim....., pendustaan terhadap al Qur’an. Ini menyakitkan sekali bagi saya, ulama kok begitu. Jadi akhlaknya tidak menunjukkan bahwa dia itu seorang ulama, mungkin dia memang bukan ulama, siapa tahu? Dari judul buku mereka saja terlihat begitu kasar. Umar bin Khoththob seorang sahabat Nabi sholallohu 'alaihi wassalam, ketika masih kafir sangat keras dan kasar tapi setelah mengenal Islam menjadi sangat lembut terhadap kaum muslimin apalagi yang lemah. Orang yang sekasar dan sekeras Sahabat Umar bin Khoththob saja bisa lembut, lalu sekasar dan sekeras apa hati dan kepala as Synqity dan at Tuwaijiry itu. Ibnul Qoyim dalam bukumu ini bisa lembut dan bagus menyusun kalimat, padahal beliau bicara tentang sesuatu yang sangat penting dan berat yaitu agar orang-orang Islam tidak ada yang memiliki pemikiran yang tidak berasal dari Islam seperti filsafat dan yang lainnya. Tirulah beliau Ibnul Qoyim itu. Saya belum pernah mendapatkan buku-buku dari orang-orang muslim, ulama maupun bukan ulama, juga bukunya orang kafir yang begitu kasar berbicara kepada pembacanya atau ketika membicarakan orang lain.
Halaman: 30. Berkata Syekh Bin Bazz, yang benar bahwa kitab Alloh dan sunnah Rosululloh shlallohu 'alaihi wassalam yang shohih tidak mungkin bertentangan dengan sebuah kenyataan yang langsung bisa dirasakan atau akal yang shohih dan jelas. Apabila didapatkan sesuatu yang sepertinya bertentangan maka wajib untuk diketahui bahwa hal itu tidak benar dan pasti ada yang salah. Dan kesalahan itu berasal dari keyakinan seseorang atau kejelekan pemahamanannya, karena dia menyangka sesuatu yang bukan kenyataan dianggapnya sebagai sebuah kenyataan, atau dia menyangka sebuah syubuhat aqliyah sebagai sesuatu yang ditunjukkkan oleh akal yang shohih dan shorih, atau dia menyangka sebuah hadits itu shohih ternyata tidak shohih atau mungkin salah dalam memahami kitab Alloh dan sunnah Rosululloh shlallohu 'alaihi wassalam yang shohih.
Syairnya :
Betapa banyak pencela ucapan yang benar
Sisi cacatnya adalah pemahaman yang salah
Bukti dari semua ini banyak sekali, sebagaimana telah banyak diingatkan oleh Imam Ibnu Taimiyah dan murid beliau Imam Ibnul Qoyyim dalam kitab-kitab beliau berdua. (Syekh Bin Bazz)
Saya setuju dan senang banget dengan pernyataan Syekh ini karena akan bisa digunakan dan diharapkan bisa digunakan untuk menimbang dan menelaah dua pendapat tentang matahari mengelilingi bumi ataukah bumi yang berotasi sehingga matahari tampak mengelilingi bumi. Saya melihat pernyataan inilah yang paling mengena:
Dan kesalahan itu berasal dari keyakinan seseorang atau kejelekan pemahamanannya, karena dia menyangka sesuatu yang bukan kenyataan dianggapnya sebagai sebuah kenyataan, atau dia menyangka sebuah syubuhat aqliyah sebagai sesuatu yang ditunjukkkan oleh akal yang shohih dan shorih, atau dia menyangka sebuah hadits itu shohih ternyata tidak shohih atau mungkin salah dalam memahami kitab Alloh dan sunnah Rosululloh shlallohu 'alaihi wassalam yang shohih
Saya fokuskan lagi kalimatnya dengan penambahan:
Dan kesalahan (dari pendapat bahwa bumi berotasi sehingga matahari tampak mengelilingi bumi) itu berasal dari keyakinan seseorang atau kejelekan pemahamannya, karena
1. Dia menyangka sesuatu yang (sebenarnya) bukan kenyataan dianggapnya sebagai sebuah kenyataan.
2. Dia menyangka sebuah syubuhat aqliyah (teori heliosentris) sebagai sesuatu yang ditunjukkkan oleh akal yang shohih dan shorih.
Ini tampaknya lebih terang.
Maka inipun bisa saya balikkan:
Dan kesalahan (dari pendapat bahwa matahari mengelilingi bumi) itu berasal dari keyakinan seseorang atau kejelekan pemahamannya, karena
1. Dia menyangka sesuatu (yaitu matahari mengelilingi bumi) yang (sebenarnya) bukan kenyataan dianggapnya sebagai sebuah kenyataan.
2. Dia menyangka sebuah syubuhat aqliyah (yaitu teori geosentris) sebagai sesuatu yang ditunjukkan oleh akal yang shohih dan shorih.
Ini tampaknya juga lebih terang.
1. Dia menyangka sesuatu (yaitu: matahari mengelilingi bumi) yang (sebenarnya) bukan kenyataan dianggapnya sebagai sebuah kenyataan. Karena yang sebenarnya bumi berotasi sehingga matahari yang tampak mengelilingi bumi, dengan bukti :
a. Arah gerakan matahari, bulan dan bintang sama yaitu dari timur ke barat.
b. Waktu tempuh mereka mengarungi langit sama yaitu 24 jam.
c. Mereka sama-sama mengalami pergeseran tempat terbit dan terbenam, dan arah pergeserannya juga sama.
d. Jalur edar (pergerakan) bintang acuan yang di tengah (timur) lebih panjang jalurnya, sedangkan bintang yang di utara dan di selatan lebih pendek
e. Gugusan bintang-bintang berubah kadang sepi bintang dan terkadang ramai bintang.
Ini menunjukkan bahwa gerakan mereka berasal dari satu sumber gerak yang sama yaitu bumi. Bumi memiliki gerak rotasi bumi pada porosnya, dan gerak scaostic bumi yang menggeser tempat terbit dan terbenamnya mereka, serta gerak revolusi mengelilingi matahari, sehingga yang tampak adalah matahari bulan dan bintang-bintang mengelilingi bumi.
2. Dia menyangka sebuah syubuhat aqliyah (yaitu pendapat bumi berotasi sehingga yang tampak adalah matahari mengelilingi bumi) sebagai sesuatu yang ditunjukkan oleh akal yang shohih dan shorih. Sesungguhnya pendapat bumi berotasi sehingga yang tampak adalah matahari mengelilingi bumi bukan syubuhat aqliyah tapi kenyataan dengan bukti :
a. Arah gerakan matahari, bulan dan bintang sama yaitu dari timur ke barat.
b. Waktu tempuh mereka mengarungi langit sama yaitu 24 jam.
c. Mereka sama-sama mengalami pergeseran tempat terbit dan terbenam, dan arah pergeserannya juga sama.
d. Jalur edar (pergerakan) bintang acuan yang di tengah (timur) lebih panjang jalurnya, sedangkan bintang
yang di utara dan di selatan lebih pendek
e. Gugusan bintang-bintang berubah kadang sepi bintang dan terkadang ramai bintang.
Ini menunjukkan bahwa gerakan mereka berasal dari satu sumber gerak yang sama yaitu bumi. Bumi memiliki gerak rotasi bumi pada porosnya, dan gerak scaostic bumi yang menggeser tempat terbit dan terbenamnya mereka, serta gerak revolusi mengelilingi matahari, sehingga yang tampak adalah matahari bulan dan bintang-bintang mengelilingi bumi.
3. Dia menyangka sebuah hadits itu shohih ternyata tidak shohih atau mungkin salah dalam memahami kitab Alloh dan sunnah Rosululloh shlallohu 'alaihi wassalam yang shohih.
Saya fokuskan dalam kalimat : Mungkin dia salah dalam memahami ayat-ayat dalam Kitab Alloh dan Sunnah Rosululloh sholallohu 'alaihi wassalam yang shohih. Pembahasan saya tentang ini sebagai contoh :
1. Surat az Zumar(39): 5, jelas tidak cocok untuk dalil bahwa bumi bulat, karena berputarnya malam dan siang tidak berhubungan dengan bentuk bumi, mau bulat atau tidak bulat, jika memang matahari mengelilingi bumi, maka malam dan siang tetap berputar, atau jika bumi berotasi walaupun bentuk bumi tidak bulat atau bulat maka siang dan malam tetap berputar. Surat az Zumar(39): 5 ini tentang penjelasan berputar atau bergantiannya siang dan malam di bumi, bukan tentang bentuk bumi.
2. Surat Yasin(36): 40, bicara tentang bentuk garis edar matahari dan bulan bukan bentuk langit yang bulat
3. Hadits Jubair bin Muth’im, hadits ini tentang bentuk Arsy bukan bentuk langit, dan memang hadits lemah.
4. Makna as sama’ 1. Semua yang di atas bumi.
Makna as sama’ 2. Langit yang berlapis-lapis itu.
Bagi saya juga bermakna arah atas yaitu arahnya langit yang memang di atas kepala kita. Seperti turunnya hujan dari arah langit. Hujan itu dari awan atau mendung bukan dari yang lainnya, maka sebutan langit itu menunjuk kepada arah langit yang ada di atas kita itu, bukan langit itu sendiri yang menurunkan hujan. Jadi awan (mu’shirot) dan mendung (muzni) bukan langit atau bagian dari langit, tapi dari merekalah {awan (mu’shirot) dan mendung (muzni)} hujan turun atau hujan berasal.
Tamparan keras bagi yang menyatakan langit itu hanya batas pandangan mata, atau tujuh lapis atmosfir nyleneh, atau lainnya. Dari buku kamu sendiri, Syekh Munadi berpendapat bahwa semua benda langit berjarak sama dilihat dari bumi. Dengan kata lain langit itu diukurnya menggunakan batas pandangan mata. Kalau begitu tamparan itu untuk Syekh Munadi juga. Syekh Humaid bilang langit biru itu langit dunia, karena langit biru itu terdapat di atmosfir, berarti dia terkena tamparan keras itu dan dianggap pendapatnya nyleneh sama kamu.
Komentar untuk as Synqity : Banyak bersabar terhadap kekurangan umat, dakwahi mereka dengan lembut, Rosululloh aja mendakwahi dan menasihati kaum muslimin dengan lembut, walaupun jengkel juga kepada orang yang tak sholat shubuh misalnya.
5. Sebenarnya kalau Syekh Humaid lebih teliti, langit dunia adalah langit yang dihiasi bintang-bintang karena bintang-bintang inipun dilihat oleh manusia dengan mata telanjang juga tanpa bantuan alat, bukan hanya langit yang biru di siang hari. Sesuai dengan ash Shoff (50): 6 dan al Anbiya(30): 12.
6. Pernyataan Syekh al Munadi, semua benda langit di segala penjurunya terlihat dari bumi dalam jarak yang sama, menunjukkan bumi di tengah langit, kemudian kamu jadikan dalil bahwa bumi di tengah alam semesta. Kalau dilihat dari bumi semua benda langit kelihatan berjarak sama, ya, jelas. Kelihatannya saja sama, bintang itu tingkat terangnya saja tidak sama, bagaimana dipastikan sama. Pernyataan Syekh al Munadi dan Duwaisy tentang bumi pusat alam semesta terbantahkan
7. Arah atas bawah yang kamu jelaskan seperti itu, bahwa atas merujuk kepada kepala dan yang paling atas adalah Alloh, dan bawah merujuk kepada kaki, dan yang paling bawah pusat bumi dan neraka, saya setuju. Apalagi ketika menjatuhkan batu di lubang yang digali sampai tembus, maka akan berhenti di tengah bumi, tidak bablas ke Amerika dari Indonesia. Saya senang sekali dengan pemahaman ini, karena saya juga berpikir bagaimana kalau yang digali bulan, atau planet venus, pasti batu yang dijatuhkan akan jatuh ke tengah-tengah bulan atau planet venus, bukan jatuh ke bumi. Jadi bumi bukan pusat alam semesta tempat jatuhnya segala sesuatu, pendapat ad-Duwisy aneh. Aneh banget. Jadi bumi bukan pusat atau tengah-tengah alam semesta atau bagian terbawah alam semesta yang dikelilingi oleh semua benda langit dan menjadi tempat jatuhnya semua benda langit.
8. Kamu sebutkan neraka di bumi ketujuh, berdasarkan al Muthofififin(83): 8, dan hadits Baro’ bin Azib. Tetapi nash ini tidak bisa dijadikan dalil untuk mendukung pendapat kamu bahwa bumi pusat alam semesta dan tempat jatuh segala benda, walaupun nereka adalah tempat paling rendah, karena neraka adalah makhluk ghoib. Sehingga tidak bisa disamakan begitu saja dengan keberadaan bumi yang bukan makhluk ghoib, karena sifat kemakhlukannya berbeda. Maka hadits inipun tidak bisa dijadikan dalil untuk menguatkan bahwa bumi pusat alam semesta.
9. Menggunakan Hadits Ibnu Mas’ud, Abbas bin Abdul Mutholib, dan yang lainnya itu, tentang jarak langit dan bumi, menggunakan perjalanan unta sebagai pengukur jarak 500 tahun perjalannan. Padahal di sisi lain Alloh menjelaskan hal yang hampir sama yaitu perjalanan ruh (malaikat Jibril) dan malaikat dari Arsy ke bumi : 1 hari yang kadarnya 50.000 tahun tapi tidak masuk pembahasan. Ini informasi al-Qur’an. Jadi mengukur alam semesta (langit dan bumi) menggunakan surat al Ma’arij: 4, bukannya Hadits Ibnu Mas’ud, dan lainnya.
10. Bumi diciptakan lebih dulu daripada langit, ini jelas sekali pernyataan, yang kamu sandarkan kepada al Qur’an, surat Fushilat(41): 9-12.
Kalau boleh, kalau nggak boleh, ya nggak apa-apa. Saya melihat, setelah Alloh menciptakan bumi dua hari dan meletakkan sekaligus gunung-gunung, menjadi 4 hari; lalu Alloh istiwa’ ke langit bukan menuju penciptaan langit tapi menuju langit untuk istiwa’ waktu itu langit berupa asap, kemudian memanggil langit dan bumi, lalu diciptakan 7 langit dalam 2 hari. Artinya waktu dipanggil langit itu sudah ada yang waktu itu langit berupa asap, kemudian menghadap Alloh. Berarti sebenarnya langit sudah ada baru satu dan berupa asap belum tujuh lapis, belum ada bintang-bintang-bintang yang cemerlang, lalu setelah dipanggil dan menghadap kepada Alloh bersama bumi, maka Alloh menciptakan 7 langit, dalam waktu 2 hari. Jadi langit sudah ada berupa asap lalu Alloh menciptakan bumi, meletakkan gunung, kemudin baru melanjutkan dan menyempurnakan penciptaan langit dengan penciptaan 6 langit berikutnya, makanya setelah itu Alloh menyatakan langit yang dekat dihiasiNya dengan bintang-bintang yang cemerlang, setelah ada tujuh lapis langit. Ketika masih asap belum ada hiasan bintang-bintang. Jadi langit itu diciptakan lebih dulu daripada bumi yaitu langit tingkat pertama, sedangkan langit tingkat kedua sampai ketujuh diciptakan setelah Alloh menciptakan bumi.
Alloh juga berfirman bahwa Dialah yang membangun langit dan menyempurnakan bangunanNya, jadi penciptaan 6 langit berikutnya adalah penyempurnaan penciptaan langit yang sudah ada dan baru satu.
Cobalah pelajari lebih dalam topik ini, sehingga akan jelas. Ini sekedar tukar fikiran, siapa tahu kamu punya jawaban yang okey banget. Ada ulama yang bilang bahwa langit diciptakan dari uap air yang ada di bawah arsy, inilah yang disebut asap. Nah, saya beda pendapat dengan ulama itu, yang berupa asap itu adalah langit pertama yang jika dilihat dia itu berwujud asap, atau tampak sebagai asap. Alloh jelas menyebut asap bukannya uap, atau uap air. Fushilat(41): 9-12. Dalil bumi diciptakan lebih dulu daripada langit dalam pembahasan.
11. Fathir(35):41 dalil bumi diam tidak bergerak. Pertama : Makna tidak lenyap lebih tepat daripada makna tidak bergeser, tidak bergerak (goncang), maupun tidak berputar. Ayat itu berbicara tentang langit dan bumi yang tidak bergeser bukan hanya bumi yang tidak bergeser, padahal dalam adz Dzariyat :47 Alloh menyatakan : Kamilah yang membangun langit dan Kami benar-benar meluaskannya. Artinya langit itu meluas, dan membesar atau benda-benda langitnya seperti matahari, bumi, bulan, dan bintang-bintang anggota galaksi bima sakati bersama galaksi-galaksi lainnya bergerak dan bergeser dari tempatnya, bergerak menjauhi pusat ledakan bigbang. Inilah indikasi bahwa makna tidak bergeser seperti yang kamu ambil itu hendaknya diganti dengan makna lenyap.
dan kedua : jika makna lenyap bermakna di hari kiamat maka dalil ini kamu bantah sendiri.
12. Ar Rum (30):25: Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya adalah berhentinya langit dengan izinNya. Kemudian apabila Dia memanggilmu sekali panggil, seketika itu kamu keluar dari bumi; sebagai dalil bumi diam tidak bergerak kamu bantah sendiri karena ayat ini tentang hari kiamat. Jika bukan, maka saya perhatikan kata langit yang digunakan adalah as sama’ bukan as samawaat, berarti yang dimaksud adalah atmosfir bumi, maka memang atmosofir bumi itu diam di tempatnya yaitu diam saja, berhenti, tidak bergeser ke mana-mana dari sekeliling bumi, terikat erat oleh gravitasi bumi. Tetapi bumi dan as sama’ (atmosfir) bergerak bersama-sama dan berpindah tempat: pertama, bergerak menjauhi pusat ledakan bigbang bersama meluasnya alam semesta (langit dan bumi) adz Dzariyat :47 dan kedua mengelilingi matahari (revolusi). Matahari, bumi, bulan, dan bintang-bintang berdiri di tempatnya masing-masing, melayang, mengambang, terapung, dan seperti berenang di dalam ruangan bola langit pertama (Yasin (36): 40), sambil berotasi, dan berevolusi.
13. Surat Ghofir(40):64, an Naml(27):61, an Nahl(16):15, al Anbiya(21):31, Lukman(31); 10, dan ayat lainnya ini semua berkaitan dengan bumi sebagai tempat tinggal yang baik, yang tenang, dan cocok untuk kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya, tidak ada kaitannya dengan berotasinya bumi (berputar pada porosnya) atau berevolusinya bumi (mengelilingi matahari) seperti yang sedang dibahas yaitu berkaitan dengan diamnya bumi. Memang, bumi diam dengan diletakkannya gunung-gunung di bumi tapi tidak berarti menghalangi berotasinya bumi dan berevolusinya bumi, karena ketika bumi berputar berotasi atau ketika bumi bergerak berevolusi mengelilingi matahari maka gunung-gunung ini ikut bumi berputar dan bergerak, karena gunung terletak di bumi. Sebagai pasak, gunung atau pegunungan membuat bumi tidak goncang atau goyang seperti saat gempa. Gunung dan atau pegunungan ini memantapkan kerak bumi tempat beradanya daratan dan lautan, agar kerak bumi (lapisan bumi paling atas) tidak goyang atau goncang. Gunung membuat kerak bumi mantap sebagaimana angker (jangkar) memantapkan posisi kapal. Kerak bumi ini berada di atas magma atau mengambang di atas magma yaitu cairan yang sangat panas dan memiliki massa jenis atau berat jenis yang lebih besar daripada kerak bumi, sehingga kerak bumi yang lebih ringan berada di atas atau terdorong ke atas, dengan kata lain mengambang di atas magma. Posisi kerak bumi yang mengambang di atas cairan magma ini menjadi mantap, tidak goyang atau goncang dengan ada gunung dan pegunungan yang berfungsi sebagai angker (jangkar). Jika bergoyang-goyang tentu tidak nyaman untuk kita tinggali, tiap hari bisa gempa, nggak enak kan. Surat Ghofir(40):64, an Naml(27):61, an Nahl(16):15, al Anbiya(21):31, Lukman(31); 10, dan ayat lainnya sebagai dalil tidak bergeraknya bumi terbantahkan karena pemahaman atas makna pasak yang tidak tepat.
14. Kecepatan bumi revolusi memang sebesar itu 29,850 km/detik dibulatkan 30km/detik, dan kecepatan rotasinya 115,5 km/jam, kecepatan ini tidak menyebabkan kerusakan sebagaimana diklaim ad Duwaisy, karena bangunan yang ada ataupun makhluk hidup di bumi terikat kuat oleh gravitasi bumi. Ingatlah bahwa bulan saja yang sejauh itu masih terikat oleh gravitasi bumi, sehingga terus mengelilingi bumi, dalam hal pengaruh gravitasi ini bulan saja, tidak termasuk matahari dan bintang-bintang. Apalagi benda yang nempel di bumi baik bangunan atau makhluk hidup. Kita hidup di bumi, lahir di bumi, melihat seluruh fenomena alam dari bumi bukan dari tempat lain, gerakan rotasi dan revolusinya bumi tidak terasa, lagi pula bangunan itu terikat oleh pondasinya ke bumi untuk melepaskan bangunan itu, rotasi atau revolusi bumi harus menjebol pondasinya dulu, belum beratnya bangunan yang tidak akan terangkat oleh putaran rotasi atau tertinggal oleh revolusi bumi yang begitu kencang karena memang terikat kuat oleh bumi. Sedangkan makhluk hidupnya yang berjalan-jalan itu terikat oleh gravitasi bumi yang sangat kuat, burung, dan pesawat terbang untuk terbang, mereka harus mengerahkan tenaga besar untuk melawan gravitasi bumi. Jika memang gerak rotasi dan revolusi mempengaruhi makhluk hidup dalam artian mampu mengalahkan gravitasi karena kecepatan revolusinya yang 30 km/detik, dan rotasi 115 km/jam, maka burung dan pesawat tidak perlu bersusah payah, cukup memanfaatkan arah revolusi dan rotasi bumi saja, tapi ini tidak terjadi, atau justru mereka harus hati-hati ketika terbang jangan-jangan ketinggalan oleh bumi yang bergerak 30km/detik itu. Kalau putaran rotasinya 1000 kali lebih cepat maka mungkin air laut akan terpengaruh, dan mungkin hari ini menenggelamkan daratan yang luas. Atau revolusinya 1000 kali lebih cepat mungkin udara, burung, pesawat, manusia semua tertinggal oleh bumi yang bergerak cepat sekali. Alloh sudah dengan cermat memilih kecepatan rotasi dan kecepatan revolusi ini, sehingga bumi tetap nyaman ditinggali oleh manusia dan penghuni bumi yang lain walaupun berotasi dan berevolusi. Jadi dengan kecepatan seperti itu tidak memberikan pengaruh buruk bagi kehidupan manusia dan penghuni bumi yang lain, dan pasang surut air laut justru dipengaruhi gravitasi bulan. Sepertinya kamu dan syekh kamu itu tidak menyadari keberadaan gravitasi yang mengikat erat benda-benda yang ada dibumi. Pendapat ad Duwaisy, terbantahkan.
15. Surat al Mulk(67): 16, al Hajj(22): 65, Saba’(36): 9, al Isro’(17): 92, Asy Syu’aro(26): 187, al Anfaal (8): 32. Ad Duwaisy, atas tenang dan tidak bergeraknya bumi adalah sesungguhnya Alloh menjadikan bumi sebagai pusat dan tempat bagi setiap yang jatuh dari langit. Pertama : Ayat-ayat itu merupakan ayat ancaman. Orang yang diancam adalah orang yang ingkar kepada Alloh, mereka ini tinggal di bumi. Mereka itu tidak takut kalau benda-benda langit yang diancamkan itu dijatuhkan di bulan atau di matahari. Ngapain, emangnya gue pikirin, jatuhnya di bulan kok, kata mereka. Jadi, dijatuhkannya benda-benda langit itu ke kepala mereka dan tentu saja ke bumi, lha mereka di bumi. Jadi ayat ini sama sekali tidak menunjukkan bahwa bumi pusat dan tempat jatuh benda-benda dari langit, seperti diklaim ad Duwaisy. Benda-benda langit atau yang lainnya yang diancamkan kepada orang-orang yang ingkar itu dijauhkan ke bumi karena orang-orang ingkar itu ada di bumi.
Kedua: Walaupun matahari dikelilingi bumi bukan berarti dia pusat alam semesta menjadi pusat tata surya, ya memang. Dan tidak berarti matahari menjadi tempat jatuhnya segala sesuatu karena matahari dikelilingi oleh bumi dan menjadi pusat tata surya. Lha, bintang alpha centauri tidak mengelilingi matahari, Komet Shoemaker-Levy-9 itu jatuhnya ke Yupiter, tidak ke matahari, dan tidak ke bumi. Ya nggak mendustakan ayatlah, dia sendiri yang aneh, alam semesta disamakan dengan bumi, mungkin kata dunia yang bikin dia bingung. Syekh ini bikin bingung menyebut bumi dengan dunia atau alam semesta disamakan aja, dia nggak teliti antara bumi dengan dunia.
Ketiga: ini jelas-jelas mendustakan al Qur’an, kata Syekh Duwaisy. Tentu saja tidak mendustakan al Qur’an, Syekh Duwaisy saja berlebih-lebihan dalam mengambil kesimpulan seperti itu. Karena walaupun matahari dikelilingi bumi, tidak semua benda langit jatuh ke matahari, masih ada yang jatuh di bulan, di Yupiter, dan di planet lain. Jadi ingat kalimat Ibnu Hajar al Asqolani. Ad Duwaisy, Bumi tempat jatuh benda-benda langit terbantahkan.
Contoh tidak pahamnya kamu atas hadits:
16. Hadits Shofwan bin ‘Assal al Murodi. Mengenai Pintu taubat di arah barat. Kalau bumi ini diam sajapun, arah barat Arab menjadi arah timurnya Amerika, dan timurnya Arab menjadi arah baratnya Indonesia, karena bumi ini bulat. Berarti arah baratnya pun berbeda-beda alias tidak tetap. Tidak harus bumi berotasi. Iya kan? Aneh. Ini dalil tak bisa diterima, untuk menyatakan bahwa bumi diam. Apalagi ini pintu ghaib jangan disamakan dengan yang bukan ghoib. Keberadaan pintu taubat ini tidak terpengaruh oleh rotasi bumi karena pintu ini bersifat ghoib, tidak seperti pintu-pintu lain yang tidak ghoib.
17. Hadits Miqdad bin Aswad, matahari didekatkan, ini kan, peristiwa kiamat lagi, kamu menolak dalil hari kiamat untuk selain hari kiamat. Okey, jelas.
Hadits lain lemah menurut syekh Albani. Ya, udah.
18. Al Baqoroh (2): 258, al An’am(6): 78, al Kahfi (18): 17, al Anbiya(21): 33, Al A’rof(7): 54, az Zumar(39): 8, Asy Syams (9!):1-2,Yain (36): 38-40. hadits Abu Dzar tentang matahari yan sujud di bawah arsy, Hadits Abu Huroiroh tentang seorang nabi yang akan berperang, dan perkataan para ulama. Dalil matahari mengelilingi bumi. Ayat-ayat dan hadits-hadits dan perkataan para ulama ini berdasarkan apa yang dilihat dari bumi, matahari, bulan maupun bintang-bintang terbit dari timur terbenam di barat dan berjalan menurut garis edar yang telah Alloh tentukan persis seperti yang kita lihat dengan jelas, dan mereka tidak keluar dari garis edar itu, itu pasti, maka jelaslah begitu yang kita lihat dari bumi yang berotasi pada porosnya. Maka saya ajak mengadakan percobaan kecil.
Contoh Tidak Tepatnya Kamu Memahami Realita :
19. Bantahan kamu mengenai rotasi bumi dengan gerakan awan yang bebas ke mana-mana sangat mengesankan. Ternyata otak kamu main juga, ya. Saya juga bertanya kepadamu dengan dalil kamu ini, dengan : Kenapa matahari bulan, dan bintang tidak bergerak bebas seperti awan yang bebas ke mana-mana? Kalau mereka bergerak masing-masing bebas seperti awan, maka saya tidak akan menganggap bumi yang berotasi.
20. Pesawat ke Saudi, kalau kamu mau keluar dari gravitasi bumi. Pesawat ke Saudi, kalau kamu mau keluar dari gravitasi bumi, mau jarak berapa kilometer dari permukaan bumi (air laut)? karena bulan saja masih terkena gravitasi bumi sehingga bulan tidak bisa lepas bebas, tapi terus mengelilingi bumi. Tapi jika pesawat “andai-andai” kamu itu terbang keluar angkasa sampai orbit satelit buatan apalagi jika benar-benar sampai keluar dari gravitasi, kemudian turun lagi lurus saja ke bawah, tidak perlu bergerak ke barat, maka bumi yang dituruni sudah bukan Indnesia tapi sudah Saudi bahkan mungkin sudah sampai Amerika atau malah balik lagi ke Indonesia, tapi sudah beda hari.
21. Pesawat Jakarta Surabaya, kok sama waktu tempuhnya. Ya, terserah pilotnya dia mau ngebut atau tidak. Apa kamu bisa memastikan rute perjalanan pesawat Jakarta-Surabaya dan sebaliknya pasti sama? Kalau sama nanti tabrakan dong, kereta ada langsirnya pesawat ada nggak, ya. Kereta api kok bisa beda waktu tempuhnya. Kereta api juga bisa beda waktu Jakarta-Surabaya dan sebaliknya padahal relnya sama. Coba kamu jawab dengan jujur kenapa keretanya tidak sama waktu tempuhnya, padahal relnya sama. Lalu bus patas Jakarta-Surabaya juga tidak sama waktu tempuhnya.
22. Surat as Sajdah(32): 4, kata kamu nih, setelah wawu athof bahwa benda sebelum dan sesudahnya beda, ya kamu aja yang tidak tepat menggunakan dalil, ya jelaslah bumi dan langit itu beda dengan yang ada di antara keduanya. Apa kamu nggak lihat matahari, dan bulan ya beda banget dengan bumi. Apa kamu nggak juga lihat awan dengan bumi, ya beda bangetlah, dari bentuk, ukuran sampai beratnya pasti beda. Apalagi bumi dengan burung, atau pesawat terbang beda bangetlah.
23. Teori fisika yang ditulis, okey juga. Tapi kamu tak bisa membedakan teori pembentukan tata surya dengan teori pembentukan alam semesta menurut ilmu fisika, ya. Saya beri tahu : teori bintang kembar yang satu meledak, teori bintang lewat, dan teori kondensasi itu teori pembentukan tata surya bukan teori pembentukan alam semesta menurut ilmu fisika. Teori pembentukan alam semesta menurut fisika adalah steady state theory (bukan teori keadaan lunak, tapi teori keadaan tetap atau diam = statis), teori osilasi, dan teori bigbang, sebenarnya ada teori lain tapi saya cukupkan yang bisa kamu sebutkan aja.
24. Tiga pendapat tentang al Anbiya(21): 30: Masa iya, sesuatu yang padu yaitu langit dan bumi dipisahkan dengan turunnya hujan. Hujan mau turun dari mana kalau langitnya masih nempel dengan bumi. Justru setelah terpisah maka dapat diturunkan hujan. Makna yang kamu ajukan ini terlalu dipaksakan sehingga tidak tepat. Inilah pemahamannya, setelah ledakan pertama bigbang maka terbentuklah partikel sub-atom, dan terbentuklah atom ringan dan sederhana. Kemudian partikel atom ini mengumpul dan dimulailah pembentukan bintang. Waktu terus berjalan terbentuklah bintang- bintang yang kemudian satu bintang diberi nama matahari dan terbentuklah kumpulan materi cair yang kemudian memadat tidak memancarkan cahaya sebagaimana bintang yang kemudian diberi nama planet bumi. Bumi bergerak bebas kemudian tertangkap gravitasi matahari sehingga mengelilingi matahari bersama planet-planet yang lain. Dari penjelasan ini bisa dipahami bahwa dulunya langit dan bumi {termasuk matahari bintang-bintang maupun planet lain} bersatu dalam satu kesatuan yang padu kemudian dipisahkanlah oleh Alloh dengan ledakan pertama bigbang tersebut. Seperti itulah Alloh menciptakan langit dan bumi dalam keadaan menyatu kemudian memisahkannya, menyatunya dulu sekali, saat bigbang baru dimulai. Penolakan al Anbiya(30): 21 sesuai dengan teori bigbang, terbantahkan.
25. Dengan teori ini, mereka berani menghitung umur alam semesta dan kapan datangnya kiamat, kata kamu nih. Teori bigbang ini menjelaskan bahwa suatu saat di masa lalu terjadi awal penciptaan alam semesta, yaitu saat bigbang dimulai sekitar 15 milyar tahun yang lalu. Begini caranya menghitung umur alam semesta : Kalau saat itu, saat pengamatan Hubble tahun 1929, alam semesta sedang berkembang, maka 10 tahun sebelumnya juga berkembang tapi dengan ukuran yang lebih kecil, 1 juta tahun sebelumnya tentu lebih kecil lagi, apalagi 1 milyar tahun sebelumnya, juga 10 milyar tahun sebelum teramati tentu lebih kecil lagi atau malah sangat kecil. Kemudian dihitung berdasarkan perubahan geseran merah dan jangka waktunya secara periodik, maka diambil kesimpulan bahwa 15 milyar tahun yang lalu pengecilan alam semesta tepat menghilang, bervolume nol. Berarti saat itulah dimulainya pengembangan alam semesta hingga hari ini. Saat itulah awal waktu bagi alam semesta dimulai. Begitulah caranya menghitung umur alam semesta. Adanya penciptaan selalu ditolak oleh orang-orang kafir atheis, seperti teori osilasi, dan teori keadaan tetap (steady state theory). Teori keadaan tetap ini menyatakan bahwa alam semesta dalam keadaan statis, diam, tetap, tidak berubah, dan bintang-bintang menyebar secara merata di alam semesta. Persis pendapatmu dan syekh-syekh kamu yang kamu kuatkan dengan pendapat para ulama.
Masalah berani menghitung umur alam semesta apa masalahnya? Apa dosanya? Mana larangan Alloh atas hal itu? Justru dengan teori bigbang ini berhasil dijelaskan bahwa secara ilmiah kafirin terbukti adanya awal penciptaan alam semesta yaitu saat bigbang dimulai. Fakta ditemukannya awal penciptaan menuntut adanya Sang Pencipta yaitu yang berkuasa menentukan dimulainya saat bigbang itu dan bukan saat yang lainnya. Maka bigbang ditolak keras oleh orang-orang atheis kafirin, dan juga oleh orang-orang lain yang sepaham dengan mereka, dan berusaha mempertahankan teori keadaan tetap (steady state theory) yang dianut berabd-abad ini oleh para ilmuwan. Anehnya hari ini kamu justru menolak teori bigbang ini dengan buku ini, tidak hanya persoalan matahari mengelilingi bumi. Jika ada sisi tertentu teori bigbang yang merupakan kelemahannya maka silahkan diungkapkan dengan baik dan jelas sehingga bisa dipelajari lagi dengan seksama baik untuk perbaikan teori ini atau menggantinya dengan teori yang baru yang sesuai dengan kenyataan yang ada.
26. Menentukan kapan datangnya kiamat? Sabar dulu di mana pernyataan mereka kapan kiamat terutama Harun Yahya. Jelas tidak ada, mungkin kamu saja yang kejauhan berpikir dan berandai-andai dengan logika kamu bahwa suatu saat jika berhenti mengembang kemudian alam semesta mengecil karena tarikan gravitasi sebagaimana skenario ke-3, {dari 3 skenario akhir alam semesta menurut ilmu astronomi. 1. alam semesta terbuka, 2. alam semesta datar, dan 3. alam semesta tertutup}, maka akan terjadi kiamat dan itu berarti 15 milyar tahun lagi. Begitu, kan? Lalu kamu menganggap orang berpendapat sama dengan kamu dan menuduh mereka telah menentukan kapan waktu datangnya kiamat. Kesimpulannya itu hanya anggapan kamu aja.
27. Kata kamu, kesemunya itu menjurus pada kesimpulan bumi terjadi bersamaan dengan langit, atau malah duluan langit, padahal Alloh menjelaskan duluan bumi. Kalau boleh dirunut ayat itu menyatakan, langit sudah ada, baru satu dan berupa asap (belum seperti sekarang 7 lapis) ketika Alloh menciptakan bumi dalam 4 hari itu, yang kemudian Alloh memanggil langit dan bumi, kemudian Alloh meciptakan 7 lapis langit. Dan pada lapisan pertama (sama’ ad dunya) Alloh memberi hiasan berupa bintang-bintang, seperti yang hari ini terlihat. Jadi langit pertama sudah ada langit sebelum Alloh menciptakan bumi, dan penciptaan 7 lapis langit inilah yang memakan waktu 2 hari. Jadi langit diciptakan lebih dulu daripada bumi.
28. Teori ini batal dari awalnya karena mengklaim bumi berasal dari matahari, sekali lagi al ustadz al fadhil ini teori tata surya bukan teori bigbang (alam semesta). Jadi, jika syekh kamu membatalkan teori bigbang berdasarkan teori pembentukan tata surya, itu terasa menggwelikan. Padahal teori bigbang tidak bicara tentang pembentukan tatasurya. Syekh kamu tidak bisa membedakan teori pembentukan tata surya dengan teori pembentukan alam semesta, atau kamu yang menukil yang ngawur. Jadi ingat kalimat Ibnu Hajar al Asqolani.
29. Sebelum Bigbang tiada materi maupun energi adalah kebohongan nyata padahal Alloh sudah menciptakan pena, arsy, dan air, kata kamu nih. Pena, arsy, dan air itu, makhluk ghoib takkan terjangkau oleh peralatan manusia yang dibuat untuk mempelajari alam semesta. Mereka ini diimani keberadaannya tapi tidak akan bisa dibuktikan dengan peralatan manusia yang dipakai untuk penelitian alam semesta, karena mereka makhluk ghoib. Ini adalah kebodohan yang nyata.
30. Apa yang mereka klaim bahwa proses terjadinya alam semesta itu selama 15 milyar tahun adalah kebohongan yang jauh lebih parah, kata kamu nih. Maaf nih, kamu salah memahami sebutan waktu 15 milyar tahun, yang benar bukannya alam semesta menurut sains diciptakan selama 15 milyar tahun, tapi diciptakannya alam semesta itu 15 milyar tahun yang lalu. Saat terjadinya bigbang (ledakan besar) itu 15 milyar tahun yang lalu bukan lamanya penciptaan alam semesta. Point pentingnya sengaja saya garis bawahi agar jelas. Ini menunjukkan kebodohan yang jauh lebih parah lagi dari kebodohan sebelumnya.
31. Kamu mengklaim hal itu semua sebagai klaim sains bahwa alam semesta tanpa batas, saya maklumi karena saking besarnya gambaran yang diberikan sains dan sekaligus gambaran yang berhasil kamu terima tentang besarnya alam semesta menurut sains. Padahal sebesar apapun gambaran alam semesta yang kamu terima itu, tidak membuat klaim bahwa alam semesta tanpa batas. Kamu jadi bingung di mana dan seperti apa batas alam semesta menurut sains ini. Maka kamu menganggap bahwa sains membuat klaim bahwa alam semesta tanpa batas, lalu kamu mengambil pendapat ad Duwaisy dan Humaid yang menjadikan Hadits Ibnu Mas’ud sebagai dasar pendapat mereka, lalu kamu benturkan dengan Hadits itu dan perkiraan Syekh Humaid. Ternyata pembahasan jarak Arsy dengan bumi dalam al Qur’an malah tidak kamu bahas, saya menduga dan hampir yakin karena mereka berdua tidak membahas ayat itu yaitu al Ma’arij : 4, sebagai ukuran jarak langit dan bumi. Memang ayat itu bicara tentang jarak Arsy ke bumi yang dijalani oleh Ruh (malaikat Jibril) dan malaikat yang lainnya dari Arsy ke bumi, sementara Arsy ada di atas langit ketujuh setelah air, jadi lebih mendekati kebenararan dari sisi jarak.
Memang terjadi keajaiban jika cuma merujuk pada dua ulama salafi saja yang menggunakan Hadits Ibnu Mas’ud dan meninggalkan ayat al Qur’an al Ma’arij : 4. Seperti dibilang oleh Ibnu hajar al Asqolani.
32. Mobil bergerak cepat 150 km/jam tiba-tiba berhenti mendadak, isi mobil berantakan. Bagaimana bumi yang diklaim bergerak 30 km/detik (menurut pendapatmu ini rotasi bumi) kemudian berhenti mendadak saat matahari terbit dari barat, apa yang akan terjadi? Kamu kecelik, kamu salah, kecepatan itu adalah kecepatan bumi mengelilingi matahari alias revolusi bumi, bukan rotasi. Periksa dulu dari mana asal angka 30 km/detik itu, biar nggak salah. Sudah semangat dengan contoh mobil segala, ternyata salah data. Saya menduga kamu tidak bisa membedakan bergerak dalam artian berpindah tempat dengan bergerak yang maksudnya berputar ketika mengambil perkataan ulama sebagai rujukan.
33. Contoh gelas berisi air itu, pengaruh gaya centrifugal yang arahnya keluar dari pusat putaran, justru jika pakai gaya ini, air laut harusnya terlempar keluar menjauhi pusat bumi. Gaya sentrifugal inilah yang dikatakan oleh kamu atau syekh kamu akan menyebabkan terlemparnya berbagai bangunan dan makhluk hidup dari bumi. Pada contoh ini justru tidak tumpahnya air dalam gelas itu karena gaya sentrifugal melawan gaya gravitasi yang berusaha menarik air ke arahnya (bumi). Gaya tarik gravitasi terhadap air laut lebih besar dari gaya sentrifugal yang terbentuk oleh putaran rotasi bumi, sehingga air laut tetap ada di bumi dan tidak tumpah ke mana-mana. Renungkan baik-baik. Kamu ketipu, orang itu. Lagi pula air laut mau tumpah ke mana ustadz al fadhil? Tumpah ke daratan? Nanti juga balik ke laut lagi. Pertanyaan ini aneh dan mengada-ada.
34. Mengapa Alloh tidak pernah menyebut bumi bergerak, padahal sering menyebut matahari, bulan, dan bintang bergerak? Saya jawab dengan kejujuran: Penyebutan dalam al Qur’an itu mutlak hak Alloh Subahanahu wa ta'ala untuk menyebutkan atau tidak menyebutkan sebuah fenomena alam. Sebagaimana Alloh tidak pernah menyebutkan bahwa bumi bulat, tidak ada satu ayatpun Alloh menyebutkan bumi bulat, padahal kita lihat aslinya bumi memang bulat, pikirkan itu wahai al fadhil yang berakal. Sama pertanyaannya, kan? Jawab wahai insan yang berakal. Ayo jawab! Satu tanda seru aja nggak perlu tiga.
35. Mereka orang kafir yang membuat teori heliosentris maupun geosentris, kata kamu nih. Ya memang. Tapi kamu membela mati-matian dan mengkafirkan orang Islam yang berbeda pendapat dengan kamu, ad Duwaisy, as Synqity, Tuwaijiry, dan al Humaid. Padahal teori geosentris sudah dikubur, sudah mati, sudah jadi bangkai, sudah jadi sampah sejarah. Warisan para pastur pendeta dan gereja yang telah mendholimi umatnya sehingga ditinggalkan oleh penganutnya dan lahirlah sekulerisme yang sangat merusak sampai hari ini.
Cukup itu 35 contoh, tapi contoh nomor 10 masih dalam pembahasan dan diskusi sengaja saya masukkan sebagai bahan pemikiran kamu ke depan, sedangkan contoh yang lain saya lihat sebagai contoh, bahwa kamu dan yang lainnya salah dalam memahami ayat-ayat dalam Kitab Alloh dan Sunnah Rosululloh sholallohu 'alaihi wassalam yang shohih, dan perkataan ulama. Saya tambahkan sedikit, juga salah dalam memahami teori geosentris dan teori steady state serta teori heliosentris dan teori bigbang. Saya tulis kembali pernyataan Syekh Bin Bazz : Mungkin dia salah dalam memahami ayat-ayat dalam kitab Alloh dan sunnah Rosululloh sholallohu 'alaihi wassalam yang shohih.
Syairnya :
Betapa banyak pencela ucapan yang benar
Sisi cacatnya adalah pemahaman yang salah
Jangan-jangan kamu terkena syair ini. Bukan saya yang ngomongin syair itu, kamu yang tulis di buku kamu.
Itu sisi salahmu, sisi benar dan bagusnya juga ada, seperti: penjelasan tentang kewajiban manusia untuk beribadah kepada Alloh semata pada bab-bab awal juga kisah-kisah yang kamu sajikan, berikut hikmah yang ada dalam kisah tersebut dan 2 pengertian as sama’ (langit). Walaupun begitu untuk persoalan bumi mengelilingi matahari ataukah bumi berotasi sehingga yang tampak matahari mengelililngi bumi, saya beda pendapat dengan kamu dan saya memberikan penjelasan dalam sebuah tulisan. Tulisan ini berisi penjelasan kesalahan pemahaman kamu karena kamu kurang menguasai materinya, dan penjelasan sebagaimana yang saya pahami dari al Qur’an, sunnah, maupun dari relita, semoga bisa menambah wawasan kamu sehingga kamu mengambil kesimpulan dengan informasi yang memadai. Memadai dalam sudut pandang saya. Mungkin saya terlihat egois tapi kenapa dari sudut pandang saya karena saya tidak bisa menyatakan bahwa pendapat saya ini mewakili pendapat orang lain.
Saya berharap tulisan saya ini memberikan manfaat walaupun sedikit.
Sekian
BANTAHAN TERHADAP BUKU ”MATAHARI MENGELILINGI BUMI”
Karya Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf
bantahan oleh A. Noname
Matahari, bulan, dan bintang bergerak dari timur ke barat semuanya, dalam waktu yang sama yaitu 24 jam. Tidak ada yang bergerak dari barat ke timur, dari selatan ke utara atau sebaliknya dan juga tidak ada yang bergerak dari timur menuju ke utara atau selatan, juga tidak ada bintang yang saling mendahului, satu atau lebih bintang bergerak lebih cepat dari bintang lain misal setengah malam bintang ini sudah ada di barat sementara kawan-kawannya masih di tengah, dan tidak ada bintang yang diam saja sepanjang malam tidak pindah-pindah. Ini karena rotasi bumi dari barat ke timur sehingga tampak seperti itu. Jika matahari, bulan dan bintang mengelilingi bumi maka arahnya bebas bisa ke utara selatan barat ke timur, timur ke barat, dan seterusnya, seperti awan, burung, atau pesawat terbang, tapi ini tidak terjadi, dan juga waktu tiap bintang mengelilingi bumi tidak harus sama dengan bulan dan matahari. Karena arah putaran matahari, bulan dan bintang-bintang sama dan waktu yang sama, berarti bumilah yang berotasi. Tempat terbit dan terbenamnya bintang-bintang juga bergeser searah dengan pergeseran tempat terbit dan terbenam matahari. Pergeseran tempat terbit dan terbenam matahari membawa maslahat bagi bumi dan penghuninya berupa pergantian musim, sedangkan pergeseran tempat terbit dan terbenamnya bintang, tidak memberikan dampak terhadap musim seperti matahari, maka tidak harus mengikuti arah pergeseran matahari. Ini menyatakan bahwa bumi mengadakan gerakan ketiga selain rotasi dan revolusi yaitu gerakan scaostic bumi. gerakan scaostic bumi adalah gerakan bumi yang mendekatkan salah satu kutubnya misal utara ke arah matahari dan sekaligus menjauhkan kutub yang satunya yaitu selatan, sebesar 23,50 lintang utara pada tanggal 21 Juni kemudian secara perlahan bergeser ke arah katulistiwa sampai katulistiwa tanggal 23 September dan terus bergerak ke arah selatan sampai 23,50 lintang selatan tanggal 21 Desember, lalu bergerak lagi menuju katulistiwa dan sampai katulistiwa tanggal 21 Maret kemudian ke kutub utara lagi dan sampai kutub utara 21 juni begitu pergerakan ini diulangi sepanjang hari sepanjang tahun, sekaligus dia berotasi dan berevolusi, yang mengakibatkan pergantian musim. Kutub utara atau belahan bumi utara mengalami musim panas dan matahari tampak lebih lama, siangnya lebih panjang daripada malamnya, sedangkan kutub selatan atau bumi belahan selatan mengalami musim dingin, malam lebih panjang daripada siangnya. Pergeseran tempat terbitnya dan terbenam matahari, bulan, dan bintang arahnya sama yang menyebabkan adalah gerakan rotasi dan scaostic bumi. Arah gerak, waktu tempuh, dan arah pergeseran tempat terbit dan terbenam matahari, bulan, dan bintang-bintang yang sama menyatakan yang bergerak adalah bumi, baik rotasi, revolusi, maupun scaostic.
Hal ini bisa dilihat secara langsung, perhatikan dan gambarkan pergerakan bintang-bintang selama satu malam dicatat setiap 1 jam, dimulai saat bintang-bintang itu terbit, minimal 3 bintang lebih banyak lebih baik tapi jangan terlalu banyak, yaitu di tengah (timur) lalu di arah utara dan arah selatan silahkan pilih, bebas bintang mana saja, pilih yang cahayanya terang. Gambarkan pada sebuah plastik transparan yang dibentangkan kira-kira di atas kepala sehingga mudah membuat titik untuk bintang yang dijadikan acuan, usahakan semua bintang yang diamati masuk ke dalam lembaran plastik itu. Titik-titik tiap bintang acuan dihubungkan dari ketika terbit hingga terbenam. Hasilnya insya Alloh, bintang yang di tengah akan berjalan dari ujung plastik sampai ke ujung plastik sedangkan bintang acuan yang di utara dan selatan tidak, mereka akan memliliki pergerakan yang lebih pendek. Garis edar bintang-bintang acuan utara atau selatan itu di dekat atau pada kutub bumi, tidak ada pergerakan yang besar, tidak seperti yang di katulistiwa atau di tengah. Hal ini karena rotasi bumi itu. Walaupun titik pengamatan tidak persis di katulistiwa, hasilnya tidak jauh beda karena Pulau Jawa masih di daerah tropis, akan lebih jelas lagi jika dilakukan di Pontianak, Kalimantan Barat, atau di Kota Bonjol, Sumatra Barat karena dua kota ini berada tepat di garis katulistiwa lainnya, sebenarnya juga daerah lain yang membentuk garis lurus di antara 2 kota itu. Jika percobaan ini dilanjutkan selama satu tahun dan pengamatan tiap hari atau sepekan sekali, sekaligus dilengkapi dengan tempat terbit, terbenam, dan pergerakan bulan jika sedang ada bulan dan matahari ketika pagi dan sepanjang siang, maka akan memberikan bukti yang lebih kuat bahwa bumi berotasi, insya Alloh data yang ditampilkan plastik transparan itu, akan menunjukkan bahwa bintang-bintang juga mengalami pergeseran arah terbit dan terbenamnya, gerakan ke kiri dan ke kanan terhadap katulistiwa jika data telah setahun, sebagaimana matahari dan bulan. Padahal jika matahari saja yang mengelilingi bumi dan bergerak ke kiri dan ke kanan katulistiwa, ini pendapat kamu, yang dengan gerakan itu terjadi pergantian musim maka bintang dan bulan tidak perlu mengikuti gerakan matahari, karena ternyata ikut berarti bumilah yang berotasi dan membuat gerakan mendekatkan dan menjauhkan kutub-kutubnya ke arah matahari (Scaostic). Sehingga seluruh bintang juga akan terlihat bergeser tempat terbit dan terbenamnya. Cobalah. Ini cara mudah untuk mengkaji bahwa bumi berotasi yaitu menggambarkan pergerakan bintang, matahari dan bulan itu.
Karena bintang-bintang itu jauh ada di langit, sementara di bumi bagaimana melihatnya? Ada sebuah perbandingan yang unik yaitu komidi putar. Kalau tidak pakai perbandingan, ya, bagaimana? lha kita lahir sampai mati juga di bumi, sulit untuk keluar dari bumi. Semoga penjelasan ini dapat dipahami. Oh, ya. Kalau kita lihat awan, mendung, angin, burung, dan pesawat terbang, bisa terbang bebas ke mana-mana tidak terpengaruh oleh rotasi bumi. Tidak ikut berputar mengelilingi bumi seperti bintang matahari dan bulan yang secara teratur mengelilingi bumi, karena mereka masih dalam lingkup atmosfir bumi, sehingga dapat dikatakan mereka bagian dari bumi dan juga karena awan, mendung, burung, dan pesawat semuanya berasal dari bumi juga angin atau udara atau atmosfir terikat kuat oleh bumi oleh gravitasinya. Tanpa gravitasi bumi, udara akan hilang tidak berada di sekeliling bumi lagi, maka bumi akan terancam oleh berbagai meteor, atau benda angkasa lainnya juga badai matahari, bahkan sinar ultra violet dari mataharipun akan menyebabkan kanker kulit, atau radiasi sinar kosmis yang juga berbahya bagi kehidupan di bumi, tidak hanya manusia saja, katanya orang kafir (kamu mau mendengar perkataan orang kafir nggak, ya). Atmosfir atas terdapat lapisan ozon pada ketinggian 70 km yang melindungi kehidupan di bumi dari sinar ultra violet, perlindungan dari radiasi sinar kosmis dan badai matahari yang terdiri atas proton dan netron berkecepatan 1.500 km/detik oleh Sabuk Radiasi Van Allen yang tebalnya dihitung dari bumi 40.000 mil (64.360 km) lebih tebal daripada atmosfir yang tebalnya hanya 700 km (penemunya James Van Allen, tahun 1958, orang kafir, sayang bukan orang Islam, ya). (majalah Insight edisi 7/th. I/ Oktober 2003) Jika terjadi badai matahari atau serbuan sinar kosmis maka di daerah kutub utara maupun selatan akan terjadi sebuah fenomena alam sangat indah dan menakjubkan, yaitu aurora.
Partikel udara (atmosfir) secara umum melindungi bumi dari meteor yang jatuh ke bumi. Meteor yang menuju bumi akan bergesekan dengan udara sehingga mengecil dan terbakar yang tampak sebagai bintang pindah atau bintang jauth. Ini adalah rohmat Alloh untuk kita semua, menjaga bumi dengan menjadikan langit sebagai atap.
Dan di atmosfir atas partikel udaranya pada siang hari memendarkan (menyebarkan) cahaya biru dari sinar matahari yang putih cemerlang itu sehingga terbentuk warna biru di langit, terbukti jika malam tidak ada matahari maka cahaya birunya hilang diganti dengan bintang-bintang dengan latar belakang hitam atau gelap, mata manusia masih bisa menjangkau cahaya bintang yang terang maupun yang redup yang ada pada malam hari tanpa alat. Dan jika menggunakan teropong akan lebih terang bintangnya dan menjadi lebih banyak. Cobalah pakai teropong Teropong Binokuler saja, tidak harus teropong bintang seperti di Lembang atau yang lebih besar lagi. Jadi jika langit dunia adalah yang hanya dapat dilihat dengan mata tanpa teropong atau alat lain, maka langit itu tidak cuma langit biru itu saja, termasuk langit yang tampak oleh mata pada malam hari itu, yang telah Alloh hiasi dengan bintang-bintang cemerlang dan sangat banyak jumlahnya. Hati-hati merujuk ulama siapa tahu as Syinqity itu orang salafi yang kerjanya memang menghujat, siapa saja yang tidak sejalan dengan mereka, bahkan sesama salafi saja saling menghujat, kok. Kalau kamu dihujat orang bagai petir dan halilintar, itu biasanya orang salafi anak buah Syekh Muqbil yang suka menghujat, memang pintar banget menghujat dan memilih kata-kata yang menyakitkan. Kamu boleh bilang bagian dari bumi kok disebut sebagai langit dunia? Mana yang bener awan, mendung, atmosfir/udara, tidak termasuk burung dan pesawat terbang; langit atau bumi? Sudah sangat jelas bahwa awan dan mendung berasal penguapan air yang ada di daratan dan lautan berarti dari bumi. Atmosfir /udara bagian bumi karena jika tidak ada atmosfir/udara maka bumi tidak bisa menjadi tempat yang nyaman bagi tinggalnya manusia dan yang lainnya. Dengan singkat kata bumi akan menjadi seperti bulan jika tidak ada udaranya, yang tidak cocok untuk tempat hidup makhluk hidup. Ibaratnya bumi tanpa udara tidak menjadi bumi lagi. Alloh menyebut bahwa langit adalah atap yang melindungi penghuni bumi, dan ternyata atmosfir/udara termasuk di dalam atmosfir ini lapisan ozon dan di luar atmosfir sabuk radiasi Van Allen menjalankan fungsi sebagai atap. Berarti atmosfir adalah adalah bagian dari bumi, sekaligus langit karena atmosfir, lapisan ozon, dan sabuk radiasi Van Allen menjadi atapnya bumi. Sebuah rumah tentu tak terpisahkan dari atapnya. Dalam hal ini penyebutan Alloh untuk langit itu seperti sebutan menurunkan air hujan dari langit dan ayat lain dari awan/mendung. Yang dimaksud dengan langit adalah arah atas, arahnya langit bukan langit itu sendiri yang menurunkan atau mengandung hujan. Dalam hal atmosfir ini adalah arah atasnya manusia yang ada di muka bumi. Sebenarnya sebelah atasnya atmosfir juga masih disebut langit dan memang langit. Sedangkan untuk burung dan pesawat terbang pasti tidak akmu anggap sebagai langit, kan? Walaupun terbang juga seperti awan dan mendung.
Pergerakan bulan mengelilingi bumi memiliki dua waktu yang disebut waktu sideris dan sinodis bulan. Waktu sideris adalah waktu yang dibutuhkan bulan sekali putar mengelilingi bumi, yang artinya kembali ke posisinya semula yaitu 27,5 hari, tapi karena bumi bergerak (pindah) posisinya yaitu berevolusi maka waktu yang diperlukan bulan untuk kembali ke bentuk tandan tua bulan sabitnya perlu waktu 29,5 hari ini disebut waktu sinodis. Jika bumi tidak berevolusi tidak perlu dua perhitungan waktu ini.
Paralaks bintang adalah pergeseran posisi sebuah terhadap bintang lain. Ini menunjukan bintang yang bergeser lebih dekat ke bumi dibandingkan yang terlihat diam. Terlihat diam karena terlalu jauh sehinnga terlihat seolah-olah diam. Jika pergeseran posisi bintang itu (paralaks bintang) diamati, maka ditemukan adanya jarak geser maksimal artinya setelah mencapai posisi terjauh ini kemudian mendekat dan ternyata setelah mencapai titik tertentu kemudian menjauh lagi dan siklus ini terjadi selama 1 tahun. Amatilah banyak paralaks bintang ini. Hal ini menunjukkan bahwa posisi bumi yang di dalamnya ada pengamat bintang itu bergerak yang mengakibatkan terlihatnya pergeseran bintang itu (paralaks). Ini menunjukkan revolusi bumi: gerakan bumi mengelilingi matahari
Jika kamu naik komidi putar atau mainan anak TK yang diputar, maka semua benda di sekeliling akan tampak berputar mengelilingi kamu. Waktu yang diperlukan untuk melihat kembali pintu masuk ke arena komidi putar selalu sama dan tentu saja sama waktunya dengan kamu melihat lagi seorang kakek yang sedang menunggui cucunya naik komidi putar, padahal posisi kakek itu berlawanan dengan posisi pintu masuk. Benda yang jauh maupun dekat, diam ataupun bergerak, semuanya tampak mengelilingi kamu, padahal yang berputar adalah kamu bersama komidi putarnya. Semua boneka kuda dalam komidi putar tidak berubah posisinya dan anak-anak yang turun dari kuda bergerak bebas, bisa naik kembali ke kudanya lagi, dan bisa melangkah ke mana-mana tanpa hambatan, kamu juga. Kiranya seperti itulah gambaran bumi berotasi, semua benda akan tampak berputar mengelilinginya, dalam arah yang sama dan dalam waktu yang sama. Jika mengatakan dan meyakini bahwa yang berputar adalah pintu masuk, kakek itu, dan benda-benda lain di sekitar komidi putar, dan membantah bahwa yang berputar komidi putarnya. Maka saya kasihan kepadamu.
Halaman 41.
Maka saya pun berkata: Semoga Alloh merohmati Ibnul Qoyyim, lalu bagaimana seandainya beliau mengetahui orang-orang yang ada di zaman kita? Mereka menolak, menghina, dan megolok-olok ayat dan sabda Rosululloh hanya dengan akal orang-orang bodoh para pendewa akal. Tidak tahukah mereka dengan firman Alloh Ta’ala:
Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu) tentulah mereka akan menjawab:” Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah :”Apakah dengan Alloh, ayat-ayatNya, dan RosulNya kamu selalu berolok-olok?” Tidak usah kamu meminta maaf, karena kamu telah kafir sesudah beriman.” (QS. At Taubah(9): 65-66. kata kamu, tuh.
Bagi saya sih berpendapat beda dengan kamu tidak mengikuti geosentris tapi sependapat dengan heliosentris tidak berarti menolak, menghina, dan mengolok-olok ayat dan sabda Rosululloh hanya dengan akal orang-orang bodoh para pendewa akal, kamu aja yang yang berlebih-lebihan, ingin pendapatmu didukung orang banyak lalu menuduh orang yang tidak sependapat dengan kamu kafir dan juga kamu tuduh menolak, menghina, dan mengolok-olok ayat dan sabda Rosululloh hanya dengan akal orang-orang bodoh para pendewa akal. Geosentris yang dibuat oleh Aristoteles dan Ptolomeus yang kafir dan ahli filsafat itu sudah ditinggalkan jauh-jauh oleh orang-orang kafir dan ahli-ahli filsafat masa lalu dan masa kini. Justru peletak dasar filasafat itu Aristoteles seorang pendewa akal yang akalnya didewa-dewakan oleh pengikutnya, yang pendapatnya kamu benarkan (halaman 78 buku ini) dan kamu bela mati-matian dengan pengkafiran dan penghinaan terhadap orang yang berani menentang Aristoteles, sekaligus menggunakan ayat-ayat al Qur’an untuk membelanya. Luar biasa. Para pastur, dan pendeta katolik bersama gerejanya dulu juga mengkafirkan orang yang berani menentang pendapat Aristoteles ini. Ternyata filsafat yang merupakan hasil karya Aristoteles itu malah didukung dengan sepenuh hati dan pembelaan yang luar biasa oleh gereja, pastur dan pendetanya. Rupanya memang ini kehebatan Aristoteles bisa didukung oleh kelompok agamawan katolik, kristen maupun Islam, saya tak menduganya, saya tak berpikir sejauh itu. Kalau orang-orang Mu’tazilah, dan Jahmiyah mengikuti dan mendukung filsafat yang dibangun oleh Aristooteles, Phytagoras, Socrates, Plato, dan para pendewa akal lainnya wajar, tapi ini ada orang yang mengaku ahli sunah tapi mendukung Teori Geosentrisnya Aristoteles dan Ptolomeus yang jelas-jelas kafir dan ahli filsafat bahkan tokoh filsafat yang sesat dan menyesatkan, ini baru aneh bin ajaib.
Bab 4 Bumi dan Langit Bulat
Halaman 80. Bumi Bulat
Ayat yang menyatakan bumi bulat, setahu saya tidak ada, sebagaimana tidak ada satu ayatpun yang menyebutkan bumi berotasi. Tapi jika dikaji penghamparan bumi oleh Alloh ternyata bumi ini bulat, jika tidak melakukan kajian hanya terpaku pada dhohir ayat dan melihat kenyataan yang terpampang di depan mata maka diyakini bumi hamparan alias dataran bukannya bulatan. Seyakin kamu sekarang, bahwa mataharilah yang megelilingi bumi, bukannya bumi yang berotasi sehingga yang tampak matahari mengelilingi bumi. Mengapa kamu dan syekh kamu yang masih hidup sekarang ini, tidak mengadakan kajian terhadap pergerakan matahari mengelilingi bumi, sehingga didapat bukti dan fakta-fakta yang menguatkan pendapatnya baik itu matahari mengelilingi bumi makin kuat atau bumi berotasi yang menjadi lebih kuat. Padahal Alloh memang menyuruh kita memperhatikan ciptaannya yang tersebar di setiap penjuru langit dan bumi dan dalam diri manusia sendiri. Dan seorang ulul albab selalu berdzikir dan memikirkan penciptaan langit dan bumi sambil berdiri, duduk, ataupun berbaring. Para ulama sepakat tentang bulatnya bumi setelah melihat kenyataan dan atau melakukan kajian terhadap bumi, sehingga mucullah dalil hissi tentang bulatnya bumi. Bagaimana dengan rotasi bumi, ya seharusnya dikaji juga.
Surat az Zumar(39): 5, Dia memutar malam atas siang dan memutar siang atas malam. Jika siang dan malam selalu berputar maka bumi bulat. Tetapi menurut kamu jika yang berputar matahari, maka tak peduli bentuknya bumi mau segitiga, segiempat atau bulat; siang dan malam selalu berputar, karena matahari yang mengelilingi bumi. Dalil ini Surat az Zumar(39): 5, jelas tidak cocok untuk dalil bumi bulat, karena berputarnya malam dan siang tidak berhubungan dengan bentuk bumi, mau bulat atau tidak bulat. Cari lagi, ayat yang menyatakan bumi bulat.
Tapi bumi memang bulat kok, dan di sini kamu menampilkan bukti dalil hissi tentang bulatnya bumi. Saya berikan kepada kamu bukti hissi juga tentang berotasinya bumi seperti yang tertulis di atas, bahkan saya lengkapi dengan percobaan kecil. Az Zumar (39): 5, dalil tentang bulatnya bumi terbantahkan.
Halaman 84. Langit Bulat.
Surat Yasin(36): 40, matahari dan bulan mengelilingi bumi dalam garis edar berbentuk bulat.
Garis edar matahari dan bumi yang bulat tidak menyebabkan langit berbentuk bulat karena garis edar matahari dan bumi yang bulat itu bisa berada dalam ruangan langit yang berbentuk segiempat atau segitiga atau segiduabelas, maupun bola alias bulat. Ayat ini Surat Yasin(36): 40, bicara tentang bentuk garis edar matahari dan bulan bukan bentuk langit. Jadi ayat ini tidak ada kaitan dengan bentuk langit yang bulat. Aneh juga kamu. Surat Yasin(36): 40 dalil bahwa langit bulat terbantahkan
Kalau dibilang, bumi bulat langitpun bulat karena langit atap bumi. Anehnya, rumah joglo atapnya tidak seperti bentuk rumahnya; rumahnya orang eskimo ada di gambar bentuknya tabung, atapnya kubah; rumah bentuk kotak atapnya limas, klaim ini lucu. Aneh-aneh aja. Jadi ingat kalimat Ibnu Hajar al Asqolani.Hadits Jubair bin Muth’im, bentuk Arsy yang kubah, memang tidak mengharuskan langit berbentuk kubah atau bulat, walaupun Arsy ada di atas langit ketujuh. Hadits ini berisi informasi bentuk Arsy bukan bentuk langit. Jadi, hadits ini, tak
ada kaitannya dengan bentuk langit yang bulat. Apalagi hadits ini lemah, kok dijadikan dalil sih.
Hadits Jubair bin Muth’im, dalil bentuk langit bulat terbantahkan karena hadits tentang bentuk Arsy bukan bentuk langit, dan memang hadits lemah.
Untung saja benar, langit bulat tapi bukan karena buminya bulat kemudian langitnya bulat-karena benda bulat atapnya pasti bulat juga, logika ini tidak benar. Memang dasarnya langit itu bulat, karena sengaja diciptakan bulat oleh Alloh. Langit memang bulat tujuh lapis, bumi ada di langit pertama atau langit dunia sedangkan Arsy ada di atas langit ketujuh. Langit yang dekat atau langit dunia dihiasi dengan bintang-bintang yang cemerlang oleh Alloh, jadi selama masih ada bintang atau cahaya bintang (berarti bintangnya masih terlihat dari situ, di titik itu, di tempat itu) maka itu adalah langit dunia, langit yang dekat alias langit tingkat pertama. Pertanyaan: Lalu langit tingkat kedua dihiasi dengan apa? Saya juga tidak tahu, Alloh tidak kasih tahu. Ya Alloh, kan, hanya menyebutkan fenomena alam tertentu ketika menjelaskan perkara hukum, atau ibadah, atau keimanan kepada kita. Memang al-Qur’an bukan buku ilmu pengetahuan. Ya, kalau diberitahukan semua, lalu kita tidak perlu mengkaji alam semesta, tidak menjadi ulul albab yang selalu berdzikir, dan memikirkan penciptaan langit dan bumi sambil berdiri, duduk, dan berbaring. Ketika mengkaji alam semesta atau sebuah fenomena dalam alam semesta akan ditemukan fenomena-fenomena alam yang lain yang sebelum tidak diketahui, dan ini membawa manfaat yang besar atas manusia dalam memahami fenomena-fenomena alam yang lain, walaupun pemahaman ini tidak laju membawa keimanan karena keimanan adalah rohmat dan hidayah Alloh atas hamba-hambaNya yang dikehendaki. Kamu yang usatadz al fadhil lebih paham lah, ya. Ilmu pengetahuan juga belum menjangkau langit tingkat kedua, ketiga, apalagi ketujuh, ini pendapat saya bukan pendapaat Harun Yahya atau yang lainnya. Pendeknya sains itu baru mempelajari langit tingkat pertama.
Halaman 86. Langit Bukan Hanya ….
Makna as sama’ 1. Semua yang di atas bumi.
Makna as sama’ 2. Langit yang berlapis-lapis itu.
Bagi saya juga bermakna arah atas yaitu arahnya langit yang memang di atas kepala kita. Seperti turunnya hujan dari arah langit. Hujan itu dari awan atau mendung bukan dari yang lainnya, maka sebutan langit itu menunjuk kepada arah langit yang ada di atas kita itu, bukan langit itu sendiri yang menurunkan hujan. Jadi awan (mu’shirot) dan mendung (muzni) bukan langit atau bagian dari langit, tapi dari merekalah hujan turun atau hujan berasal. Turunnya hujan dari arah atas kepala kita, arahnya langit. Bukannya semua yang di atas bumi adalah langit, karena burung, dan pesawat terbang, juga satelit buatan seperti Satelit Palapa milik Indonesia yang mengelilingi bumi dan juga satelit lain, yang menjadi relay sambungan telepon dan siaran televisi, juga terbang di atas bumi. Apa benda-benda itu adalah langit, pasti bukan. Mereka adalah bagian dari bumi karena berasal dari bumi begitu juga awan, mendung dan udara.
Halaman 89.
An Nab’(78): 19 itu tentang hari kiamat konsisten dikitlah ngambil dalil, ayat ini tentang hari kiamat jadi harus dihilangkan sebagai dalil untuk bukan peristiwa kiamat.
Tamparan keras bagi yang menyatakan langit itu hanya batas pandangan mata, atau tujuh lapis atmosfir nyleneh, atau lainnya. Dari buku kamu sendiri, Syekh Munadi berpendapat bahwa semua benda langit berjarak sama dilihat dari bumi. Dengan kata lain langit itu diukurnya menggunakan batas pandangan mata. Kalau begitu tamparan itu untuk Syekh Munadi juga. Syekh Humaid bilang langit biru itu langit dunia, karena langit biru itu terdapat di atmosfir, berarti dia terkena tamparan keras itu dan dianggap pendapatnya nyleneh sama kamu. Hebat banget ya, kamu memberi tamparan keras kepada orang kafir dan orang-orang yang dimuliakan.
As Synqity bilang, ayat-ayat ini dengan sangat tegas menunjukkan bahwa apa yang diklaim orang-orang kafir, mulhid juga orang-orang yang buta mata hatinya dari kalangan orang-orang yang mengaku muslim bahwa langit itu hanyalah luar angkasa tanpa ada fisiknya. Klaim semacam ini adalah sebuah kekufuran, kezindikan, dan pendustaan terhadap nash al Qur’an yang mulia.
Bagi saya, orang yang memahami langit itu luar angkasa tanpa ada fisiknya itu belum tentu menjadikan orang itu kafir, zindik, dan mendustakan al Qur’an, karena mereka belum memahami persoalan wujud langit ini dengan baik. Apalagi memang pemahaman bahwa langit seperti tanpa ada wujud fisiknya bahkan luasnya tanpa batas diberikan oleh Bruno kafirin yang mendukung Heliosentris di abad 16 lalu dikuatkan dengan Teori Steady State Hoyle dan telah berlangsung sangat lama sampai akhir abad ke-20 masih diyakini para ilmuwan, tapi dengan datangnya teori bigbang maka keyakinan itu tergeser dengan pasti. Teori bigbang ini berasal dari fakta yang teramati oleh Hubble tahun 1929. Sehingga Syekh Synqitypun memahami alam semesta seperti itu tanpa ada wujud fisiknya bahkan luasnya tanpa batas (Teori Seady State Hoyle dan Bruno) dan melihat banyak kaum muslimin yang juga memiliki pemahaman yang sama. Kemudian dia sadar bahwa itu salah bertentangan dengan al Qur’an sehingga menolaknya dengan keras. Padahal kaum muslimin belum menyadari kesalahan itu, dan mereka tidak seberapa paham wujud langit itu, sebagaimana Syekh Synqity sendiri, mungkin tidak paham seperti apa fisiknya langit itu. Dia hanya membuta terhadap keyakinannya yang disandarkan kepada nash itu, bahwa langit ada fisiknya, tetapi tidak tahu seperti apa wujudnya, dan tidak mengkaji wujud fisik langit. Dia sendiri apakah sudah mengkaji bagaimana bentuk langit dan wujud langit itu? Padahal langit bukan makhluk ghoib yang menyikapinya hanya dengan beriman, meyakini saja. Wujud langit boleh dipelajari dan memang bisa dipelajari, dan bahkan Alloh menyuruh mempelajari ketika menyifati ulul albab Mustinya sebagai ulama dia lebih arif dalam melontarkan kata-kata, tidak kasar, dan tidak menghujat karena pendengarnya campuran dari berbagai macam manusia dengan latar belakangnya masing-masing dan tingkat kepahamannya tentang agama dan sains yang berbeda-beda, juga dalam memahami alam semesta, dan apalagi wujud langit. Tidak bisa disamakan dan kemudian disebut orang kafir, mulhid, zindik, dan buta mata hatinya serta mendustakan al Qur’an.. Kamu juga harusnya tidak seperti dia itu, apalagi kamu ikut merasakan hujatan-hujatan yang, kata kamu, seperti sambaran petir dan halilintar. Mungkin kamu sendiri ketika melihat langit malam yang hitam, dan bertaburan bintang-gemintang, akan bertanya, seberapa jauh bintang yang paling terang itu dari bumi, atau berapa jarak bintang yang paling redup itu dari bumi? Di mana batasnya kegelapan itu? Di mana warna hitam pekat itu berakhir? Apakah di ujung kegelapan itulah Arsy berada ataukah masih ada cahaya cemerlang di baliknya atau adakah fenomena alam lain yang belum dilihat manusia atau adakah makhluk lainnya lagi? Atau kamu sama sekali tidak memikirkannya, tidak pernah bertanya-tanya, pernah terlintas dalam fikiran sih, tapi kemudian melupakannya, membuangnya jauh-jauh dari fikiran karena ketakutan yang membayang?
Komentar untuk as Synqity : Banyak bersabar terhadap kekurangan umat, dakwahi mereka dengan lembut, Rosululloh aja mendakwahi dan menasihati kaum muslimin dengan lembut, walaupun jengkel juga kepada orang yang tak sholat shubuh misalnya.
Warna biru langit adalah langit dunia, yang diajak bicara oleh Alloh melihat langit tanpa bantuan alat. Sebenarnya kalau kamu, Syekh Humaid, dan yang lainnya lebih teliti, langit dunia adalah langit yang dihiasi bintang-bintang karena bintang-bintang inipun dilihat oleh manusia tanpa bantuan alat dengan mata telanjang juga pada malam hari. Sesuai dengan ash Shoff (50): 6 dan al Anbiya(30): 12. Jadi langit dunia itu langit yang biru dan juga langit di waktu malam tampak hiasan bintang padanya. Saya tidak keberatan orang menyebut warna biru langit itu langit dunia, padahal warna biru itu ada di atmosfir atas. Bagi saya itu sesuai dengan kepahamannya tentang langit, saya tidak menyalahkannya, walaupun saya juga yakin, bahwa langit dunia adalah langit yang dihiasi bintang-bintang (al Anbiya(30): 12). Bagi orang yang tak pernah mengkaji bagaimana langit berwarna biru, dan tidak memperhatikan kalau malam langit jadi gelap dan hitam dan dihiasi dengan bintang, saya maklum, saya bisa memahami kenapa dia atau mereka berpendapat seperti itu, dan saya tidak menyebut bahwa mereka mendustakan ayat al Qur’an (al Anbiya(30): 12). Bagi saya yang lebih penting lagi ketika kamu berpendapat mengikuti Syekh Munadi, janganlah kamu menyalahkan, mengkafirkan dan menuduh mendustakan ayat al Qur’an orang-orang yang tidak sependapat dengan kalian. Kemudian melanjutkan klaim bahwa di atas warna biru langit itulah langit tingkat kedua dan menyalahkan, mengkafirkan dan menuduh mendustakan ayat al Qur’an orang-orang yang tidak sependapat dengan kalian, misalanya saya yang berpendapat bahwa di atas langit biru itu masih langit dunia, karena bagi saya, langit dunia dihiasi dengan bintang-bintang padahal langit yang biru tidak ada hiasan bintangnya.
Halaman 90. Bumi Pusat Alam Semesta
Pernyataan Syekh al Munadi, semua benda langit di segala penjurunya terlihat dari bumi dalam jarak yang sama, menunjukkan bumi di tengah langit, kemudian kamu jadikan dalil bahwa bumi di tengah alam semesta. Kalau dilihat dari bumi semua benda langit kelihatan berjarak sama, ya, jelas. Kelihatanya saja sama, bintang itu tingkat terangnya saja tidak sama, bagaimana dipastikan sama. Jarak benda-benda langit pun jika dibandingkan menggunakan dua lampu atau lebih dengan jarak yang berbeda-beda akan menyadarkan klaim bahwa semua benda langit berjarak sama dari bumi adalah tidak benar. Karena yang menjadi ukuran jauhnya adalah justru pandangan matanya syekh yang bilang sama, ujung pandangan mata ke mana saja memandang pasti berjarak sama, karena daerah yang lebih jauh tidak akan terlihat lagi, jadi bukan benda-benda langitnya yang berjarak sama. Kamu sendiri menggunakan lampu yang berbeda terangnya untuk menolak bahwa jarak matahari dan bulan tidak sama sedangkan kamu ragu atau yakin kalau jaraknya tidak sama. Jarak matahari dan bulan pasti tidak sama, terlihat jelas pada peristiwa gerhana matahari yaitu saat bulan menutupi matahari, berarti bulan berada antara bumi dan matahari, berarti saat itu bulan lebih dekat ke bumi daripada matahari. Metode dua lampu itu metode kamu lho. Halaman 182, iya kan. Dan keterangan ini telah menjadikan pendapat Syekh Munadi tampak jelas salahnya. Maaf aja, walaupun syekh tetap saja bisa salah, dia bukan nabi sehingga ma’shum alias tidak bisa salah. Jika syekh melihat alam semesta dari matahari atau dari bulan atau dari Satelit Palapa atau dari stasiun angkasa luar Mir atau dari pesawat terbang pasti pusat alam semesta adalah tempat dia duduk melihat langit di sekelilingnya. Pernyataan Syekh al Munadi dan Duwaisy tentang bumi pusat alam semesta terbantahkan
Halaman 91. Atas-Bawah
Arah atas bawah yang kamu jelaskan seperti itu, bahwa atas merujuk kepada kepala dan yang paling atas adalah Alloh, dan bawah merujuk kepada kaki, dan yang paling bawah pusat bumi dan neraka, saya setuju. Apalagi ketika menjatuhkan batu di lubang yang digali sampai tembus, maka akan berhenti di tengah bumi, tidak bablas ke Amerika dari Indonesia. Saya senang sekali dengan pemahaman ini, karena saya juga berpikir bagaimana kalau yang digali Bulan, atau Planet Venus, pasti batu yang dijatuhkan akan jatuh ke tengah-tengah bulan atau planet Venus, bukan jatuh ke bumi. Atau jika ada orang mendarat di bulan berarti atas-bawahnya mereka bukan lagi bumi tapi bulan sebagai patokan. Atau bagi kosmonot Rusia yang tinggal di Stasiun Angkasa Luar Mir, di sana gravitasi bumi sangat lemah sehingga tidak ada beda lagi atas bawah dengan menjadikan bumi sebagai patokan. Bagaimana kamu menentukan arah atas-bawah? Ini mungkin juga menjadi alasan yang menyebabkan Synqity dan Abdat menolak manusia telah mendarat di bulan secara mutlak, tidak seperti Syekh Bin Bazz dan Syekh Utsaimin. Bumi bukan pusat alam semesta, dan bukan tempat jatuhnya segala sesuatu. Pendapat bumi pusat alam semesta dan tempat jatuhnya segala sesuatu ini aneh. Aneh banget. Tapi mungkin, karena tidak pernah mencoba membandingkan dengan planet lain atau bulan atau matahari, maka saya memahami, dan saya maklumi kenapa dia berpendapat seperti itu. Ya, kalau kita di bumi, kita pasti akan melihat benda-benda langit jatuh ke bumi, karena kalau ada yang jatuh ke bulan atau ke matahari kita tidak tahu, tidak lihat. Beberapa tahun yang lalu terdengar berita ada Komet Shoemaker Levy-9 jatuh di Planet Jupiter katanya, dan jika dilihat kawah yang ada di Bulan atau Planet Merkurius itu tabrakan meteor, kata orang kafir sih, walaupun fotonya ada. Kemudian komet lain seperti komet Halley dan komet Encke ternyata tidak mengelilingi bumi, dia tampak bergerak lurus di antara bintang-bintang dengan ekornya yang semakin panjang ketika mendekati matahari. Komet Halley ini mengelilingi matahari bukan bumi. Terus cincinnya planet Saturnus juga mengelilingi Saturnus bukannya bumi, padahal cincinnya itu berupa batu-batu kecil, kerikil, dan debu. Kamu mau bilang, ya jelas wong cincinnya Saturnus. Itulah kalau semua benda harus mengelilingi bumi sebagai pusat alam semesta itu, tertolak dengan bukti itu. Apalagi satelitnya Saturnus ada 20 buah, Mars ada 2 buah. Phobos dan Deimos, dan satelitnya Jupiter 17 buah, mereka itu tidak mengelilingi bumi, termasuk cincinnya Saturnus tadi. Meteor atau bintang pindah adalah contoh benda langit yang jatuh ke bumi. Ada yang besar dan ada yang kecil, yang besar bisa sampai ke bumi, bahkan ada yang sangat besar dan ketika sampai bumi, dan menabrak bumi kemudian meledak, seperti di Tunguska, Siberia dan di Arizona, Amerika, juga di Tekuk Meksiko dalam laut, kemudian menimbulkan bencana yang amat dahsyat. Tapi tidak berarti bumi adalah tempat jatuh semua benda, dan bukan pusat alam semesta. Meteor yang kecil dan sampai jatuh ke bumi ada yang disimpan di Musium Geologi Bandung, disebutkan juga di buku pelajaran SMP. Yang tidak sampai ke bumi banyak, tapi hilang atau habis terbakar di atmosfir (udara yang melingkupi bumi). Jadi bumi bukan pusat atau tengah-tengah alam semesta atau bagian terbawah alam semesta sehingga dikelilingi oleh semua benda langit dan menjadi tempat jatuhnya semua benda langit.
Kamu sebutkan neraka di bumi ketujuh, berdasarkan al Muthofififin(83): 8 dan hadits Baro’ bin Azib. Tetapi hadits ini tidak bisa dijadikan dalil untuk mendukung pendapat kamu bahwa bumi pusat alam semesta dan tempat jatuh segala benda, karena neraka adalah makhluk ghoib. Sehingga tidak bisa disamakan begitu saja dengan keberadaan bumi yang bukan makhluk ghoib, karena sifat kemakhlukannya berbeda. Sebutan terbawah itu untuk penghinaan bagi penghuni neraka. Walaupun memang benar neraka di bumi lapisan ketujuh, dan tempat terendah, tapi bukan berarti bumi pusat alam semesta dan atau tempat jatuhnya semua benda, sebagaimana penjelasan saya di atas. Carilah atau gunakanlah hadits lain yang menjelaskan bahwa bumi pusat alam semesta bukannya pusat tata surya atau sekedar matahari dan bulan yang mengelilingi bumi, karena kamu mengklaim bahwa bumi adalah pusat alam semesta. Maka hadits inipun tidak bisa dijadikan dalil untuk menguatkan bahwa bumi pusat alam semesta. al Muthofififin(83): 8 dan hadits Baro’ bin Azib dalil bumi pusat alam semesta terbantahkan
Halaman 94, Jarak Bumi Dan Langit
Hadits Ibnu Mas’ud, Abbas bin Abdul Mutholib, dan yang lainnya.
Jarak antara bumi dengan langit tingkat pertama 500 tahun perjalanan unta atau 70 tahun perjalan kuda, sekitar 9 juta km, rinciannya sebagai berikut :
Jarak (ruang) antara bumi dan langit 1 9 juta km Tebal langit 4 9 juta km
Tebal langit 1 9 juta km Jarak (ruang) antara langit 4 dan langit 5 9 juta km
Jarak (ruang) antara langit 1 dan langit 2 9 juta km Tebal langit 5 9 juta km
Tebal langit 2 9 juta km Jarak (ruang) antara langit 5 dan langit 6 9 juta km
Jarak (ruang) antara langit 2 dan langit 3 9 juta km Tebal langit 6 9 juta km
Tebal langit 3 9 juta km Jarak (ruang) antara langit 6 dan langit 7 9 juta km
Jarak (ruang) antara langit 3 dan langit 4 9 juta km Tebal langit 7 9 juta km
Jumlah 126 juta
maka jarak bumi dengan langit lapis ketujuh 126 juta km. 126 juta + 9 juta km (ruang antara langit ketujuh dan air) + 9 juta km (tebal air) = 144 juta km, 144 juta km + 9 juta km (ruang antara air dan arsy) = 153 juta km (arsy). Cahaya dalam 1 detik menempuh jarak = 300.000 km (3.108 m/d = 300.000.000 meter per detik), makhluk Alloh yang bernama cahaya menempuh jarak dari bumi ke Arsy atau sebaliknya menurut perhitungan Syekh Humaid : 153.000.000 km / 300.000 km/detik = 510 detik = 8,5 menit. Sedangkan Alloh menyatakan dalam al Qur’an surat al Maarij : 4, bahwa malaikat dan ruh (malaikat Jibril) menghadap Alloh dalam waktu sehari yang kadar 50.000 tahun menurut perhitungan kita. Bandingkan Saya tidak tahu lebih cepat ataukah lebih lambat kecepatan terbang mereka dibandingkan cahaya, seandainya sama, maka arsy itu berjarak = 300.000 km/detik x 50.000 tahun x 354 hari x 24 jam x 60 menit x 60 detik = 458.784.000.000.000.000 km = 458.784.000.000 juta km (354 hari adalah 1 tahun Hijriyah), 458.784.000.000 juta km / 153 juta km = 2.998.588.240. Jadi sekitar 2.998.588.240 kali lebih jauh dibandingkan perhitungan Syekh Humaid yang menggunakan perjalanan unta sebagai ukuran. Selisih jarak hasil perhitungan saya dan syekh Humaid adalah 458.784.000.000 - 153 juta km = 458.784.000.847 km. Akan lebih jauh jarak bumi dan arsy jika ruh dan malaikat ini terbang lebih cepat daripada cahaya, jika lebih lambat maka tidak sebesar ini jaraknya, karena jarak ini yang ditempuh cahaya. Walaupun malaikat dan ruh (malaikat Jibril) diciptakan Alloh dari cahaya saya tidak menganggap kecepatan geraknya sama dengan cahaya. Dan ayat lain, as Sajdah : 5, Alloh menyatakan urusanNya (perintahNya) naik dari bumi ke arsy dalam waktu sehari yang kadarnya 1.000 tahun menurut perhitungan manusia, kecepatan turunnya perintah Alloh ini jelas lebih lambat dari ruh dan malaikat 1/50 kali. Rosululoh shlallohu 'alaihi wassalam isro’ mi’roj sampai ke Arsy itu hanya dari ba’da isya’ sampai sebelum subuh, berarti buroq itu jauh lebih cepat daripada mereka. Alloh yang ngatur begitu. Anehnya kamu dan syekh kamu tidak menggunakan ayat ini sebagai perhitungan jarak tapi menggunakan hadits Ibnu Mas’ud, Abbas bin Abdul Mutholib, dan yang lainnya. itu, meyakini perhitungan Syekh Humaid yang benarl, dan dibenturkan dengan sains dalam rangka membantah sain atas nama ulama Islam. Padahal di sisi lain Alloh menjelaskan hal yang sama tapi tidak dibahas. Ini informasi al-Qur’an.
Menurut sains, big bang terjadi 15 milyar tahun yang lalu, sejak saat itu sampai saat ini alam semesta terus mengembang, artinya membesar tanpa henti, berdasarkan hasil pengamatan Hubble atas jarak bintang-bintang, ketika mencoba memetakan kembali peta bintang yang sudah ada. Malah menemukan terjadinya pergeseran spektrum cahaya bintang-bintang yang bertipe sama, biar mudah kamu pahami berwarna sama, ternyata spektrum warnanya bergeser ke warna merah artinya frekuensi gelombang cahayanya menurun, padahal tipe bintangnya sama mestinya warnanya sama. Faktor yang menentukan frekuensi gelombang sebuah bintang yang sampai ke pengamat di bumi adalah energi yang dikeluarkan bintang yang terlihat dalam warna cahayanya dan jarak yang ditempuh cahaya bintang itu hingga sampai kepada pengamat di bumi. Maka disimpulkan yang menyebabkan penurunan frekuensi cahaya bintang-bintang secara periodik itu adalah perubahan jaraknya, artinya bintang-bintang itu bergerak menjauhi bumi dan juga pengamat yang memang di bumi. Dengan mengamati banyak bintang di berbagai sudut langit bintang-bintang bergerak menjauh dan bintang yang lebih jauh bergerak lebih cepat, tentu saja geraknya dilihat dari geseran merah yang terjadi. Ini artinya alam semesta dinamis atau berkembang tidak statis atau diam, sebagaimana keyakinan yang ada saat itu, berdasarkan Teori Keadaan Tetap/Statis (Steady State Theory) buatan Hoyle kafirin itu, yang menyatakan alam semesta statis, diam, tetap maksudnya tidak berubah, bintang-bintang menyebar merata di alam semesta, dan alam semesta ini tanpa batas, kecuali yang terakhir sama persis dengan keyakinanmu dan syekh-syekhmu. Pernah dengar istilah geseran merah? sulit ya, memahaminya? Dari hasil pengamatan inilah disusun teori big bang. Kalau saat itu, saat pengamatan Hubble tahun 1929 (majalah Insight edisi 7/th. I/ Oktober 2003), alam semesta sedang berkembang, maka 10 tahun sebelumnya juga berkembang tapi dengan ukuran yang lebih kecil, 1 juta tahun sebelumnya tentu lebih kecil lagi, apalagi 1 milyar tahun sebelumnya, juga 10 milyar tahun sebelum teramati tentu lebih kecil lagi atau malah sangat kecil. Kemudian dihitung berdasarkan perubahan geseran merah dan jangka waktunya secara periodik, maka diambil kesimpulan bahwa 15 milyar tahun yang lalu pengecilan alam semesta tepat menghilang, bervolume nol. Berarti saat itulah dimulainya pengembangan alam semesta hingga hari ini. Seperti saya dan kamu sepakati bahwa al Qur’an bukan buku ilmu pengetahuan tapi buku panduan hidup dan Alloh tidak menjelaskan secara detil tentang peristiwa-peristiwa alam, tetapi Alloh menginformasikan hal-hal yang menjadi kunci ilmu pengetahuan, contoh asal-usul penciptaan manusia, dan gunung-gunung jangan dikira diam saja ternyata dia bergerak seperti berjalannya awan, bukan sekedar bergerak. Maka Alloh menginformasikan dalam surat al Anbiyaa (21): 30 bahwa Dia memisahkan langit dan bumi, dan dalam ayat lain (ad Dzariyat : 47) Alloh menyatakan bahwa Kamilah yang membangun langit dan Kami benar-benar meluaskannya. Meluasnya langit telah teramati oleh Hubble kafirin itu, sayang bukan ulama Islam sih, yang mengkaji alam semesta malah orang kafir lagi-orang kafir lagi. Juga tentang al Anbiya 30 ini menjelaskan langit dan bumi dulunya menyatu lalu Alloh memisahkan langit dan bumi. Dan orang-orang seperti Harun Yahya dan saya memahami, al Anbiya 30 ini sejalan dengan teori bigbang yang menyatakan seluruh alam semesta (menurut pendapat saya sebenarnya baru langit lapisan pertama) berawal dari satu benda, satu titik, yang kemudian meledak, berhamburanlah materi atau calon materi yang nantinya akan membentuk bumi dan bintang-bintang, sebagaimana terpisahnya langit dan bumi yang tadinya menyatu, yang langit tingkat tingkat pertama itu berupa ruang berbentuk bulat (bola) yang berisi bintang dan benda lainnya termasuk bumi, bulan, komet, meteor, dan lain-lain. Inilah alam semesta menurut ilmu pengetahuan, mestinya bukan seluruh alam semesta, ini baru langit tingkat pertama, karena dihiasi bintang-bintang Fushilat 12. Sesungguhnya ada dua batas batas alam semesta menurut sains, pertama yaitu titik awalnya dan batas kedua: tepiannya yang membentuk jari-jarinya atau kelilingnya pada hari ini. Titik awal adalah pusat ledakan bigbang dan tepiannya adalah bintang-bintang dan atau cahayanya yang terjauh di segala penjuru dari pusat ledakan. Kelihatan lancang ya, mengukur keliling alam semesta, sombong banget, tapi itu bisa mereka lakukan dengan ilmunya, sayangnya mereka orang kafir, ya. Habis orang Islam nggak mau mengkaji alam semesta sih, sudah bangga banget dengan cuma mengkaji kitab-kitab dan buku-buku agama, lupa ciri ulul albab yang selalu berdzikir dengan dan memikirkan penciptaan langit dan bumi sambil duduk, berdiri, dan berbaring. Akhirnya ya, kayak gini. Mestinya kamu banyak mengkaji alam semesta, jadi yang mendapatkan, istilah kerennya menemukan fenomena-fenomena alam itu kamu, ustadz al fadhil, jadi keren banget, aku juga sangat seneng kalau orang Islam jadi penemu apa saja lah yang penting berguna bagi manusia sejagat. Kalau kamu bilang bahwa langit itu ada wujud fisiknya tidak seperti yang diklaim Hoyle kafirin itu dalam Teori Seady Statenya, memang iya. Langit memang ada wujud fisiknya, dan ukurannya sangat besar. Ruangan yang terbentuk oleh partikel dan energi yang keluar (meledak) dari titik awal bigbang inilah yang disebut alam semesta menurut sain atau langit tingkat pertama yang berhiaskan bintang. Ruangan di luar ruangan itu maka tidak masuk sebagai ruangan alam semesta, jika ada. Ruangan ini berada di luar jangkauan sains. Kemudian benda-benda apa saja yang ada di ruangan ini? Sekali lagi saya tegaskan, sain tidak mampu menjangkaunya. Bagi saya di sinilah langit lapisan kedua, sedangkan lapisan ketiga melingkupi lapisan kedua ini yang batasnya Alloh memberitahukan ada batas langit kedua dan ketiga dan ada pintu yang dijaga malaikat, sedangkan sain pasti tidak tahu, begitu seterusnya sampai lapisan ketujuh. Memang jika dilihat, angkanya gede banget, jaraknya jauh banget, terlalu jauh, jadi alam semesta terlalu besar, untuk dapat masuk ke kepala kamu. Sulit membayangkan ruang yang begitu luas, begitu besar yang dibatasi oleh bintang-bintang yang selalu bergerak sehingga batasnya selalu berubah seiring waktu. Padahal bagi saya itu baru langit pertama, belum langit kedua, bagaimana kamu bisa membayangkan? Membayangkan saja, tak usah dipikirkan langit ketujuh seberapa besar dan luas. Apalagi air apalagi arsy. Saya melihat alam semesta kamu yang terdiri dari tujuh lapis langit itu kecil banget cuma 126 juta km, dibandingkan alam semesta yang saya pahami, masih lebih besar langit pertama yang saya pahami, dengan tatasurya aja masih besar tata surya. Di tiap langit ada pintunya jelas itu keterangan Rosululloh shlallohu 'alaihi wassalam dan ternyata pintunya banyak tidak cuma satu. Ada berita gembira, tujuh lapisan bumi belum ditemukan oleh sains. Walaupun sudah ditemukan lapisan-lapisan bumi tapi belum maksimal, coba kamu mengkaji tujuh lapisan bumi melalui penelitian dan percobaan sehingga nanti penemu tujuh lapisan bumi itu orang Islam, seorang ustadz al fadhil. Metodenya yang Islamilah, yang jelas harus ilmiah menurut sudut pandang Islam, tapi penelitian, jangan kajian kitab. Anak santri yang belum lulus atau baru setahun lulus saja, mungkin bisa, tidak perlu seorang ustadz al fadhil. Saya seneng demi Alloh, kalau kamu berhasil menemukan tujuh lapisan bumi berapa tebal tiap lapisan, dan jarak lapisan kedua dari permukaan bumi, dan benda-benda apa saja yang ada di lapisan pertama, kedua dan seterusnya. Karena yang kurang dari kita yang prakteknya itu, penelitiannya itu, pinternya mengkaji kitab, doang. Jadi mengukur alam semesta (langit dan bumi) menggunakan al Maarij : 4 dan adz Dzariyat: 47 bukannya Hadits Ibnu Mas’ud, dan lainnya. Hadits Ibnu Mas’ud, Abbas bin Abdul Mutholib, dan yang lainnya sebagai dalil dalam menentukan ukuran alam semesta atau jarak bumi dengan langit, dalam pembandingan dengan ukuran berdasarkan al Maarij : 4 dan adz Dzariat : 47.
Sains belum menemukan pintu langit, mungkin tidak pernah menemukan, tapi bukan berarti sains salah karena tidak menemukan pintu itu, atau tidak menyebut tentang pintu langit itu. Lha orang Islam sendiri tidak bisa menemukan lampu listrik, padahal lampu listrik itu ada, kemudian orang Islam dianggap salah, ya nggak boleh ngawur begitu.
Halaman 98. Alam Semesta Ada Batasnya.
Batas alam semesta adalah arsy. Memang itu jelas.
Alam semesta tanpa batas itu teorinya Bruno dan Teori Steady Statenya Hoyle kafirin yang kamu setujui pendapatnya karena kamu berpendapat alam semesta, langit dan bumi itu diam tidak bergerak, dan tidak bergeser (statis). Teori Steady State ini dibuktikan salah oleh pengamatan Hubble tahun 1029 yang kemudian melahirkan Teori Bigbang, dan juga oleh ad Dzariyat : 47. Teori Bigbang menyatakan batas alam semesta adalah bintang-bintang terjauh, tepian jagat raya, walaupun bagi saya baru langit pertama. Lihat pembahasan saya di atas. Tapi saya tidak menyalahkan Harun Yahya atau Az Zindani dengan kasar dan keras, mengkritik dan menampar mereka. Padahal alam semesta itu sampai langit ketujuh atau arsy. Bruno, Hoyle, Syinqity, Tuwaijiry, dan Duwiasy juga yang lainnya yang sependapat dengan mereka, tidak bisa membayangkan apalagi memikirkan dan kemudian memahami langit atau alam semesta yang ada batasnya tapi batasnya (menurut sains) berupa bintang-bintang terjauh dari tengah bulatan langit. Masih mikir kulitnya bola alam semesta itu terbuat dari apa, dan menuntut kulit alam semesta harus berwujud, harus ada kulitnya yang jelas. Nah inilah letak persoalannya mungkin. Sehingga mereka sulit memahami alam semesta yang dibatasi taburan bintang, alam semesta dibatasi bintang-bintang terjauh, yang berarti kulit batas alam semestanya tidak ada. Padahal ya bintang-bintang terjauh itulah batasnya. Lihatlah bola tenis, permukaan kulitnya rata ataukah tidak? Lalu yang mana kulit bola itu? Apakah bulu-bulunya yang lembut itu masih merupakan bagian bola tenis? Apakah bulu-bulunya yang lembut itu masih merupakan kulitnya bola tenis? Bulu-bulu itu ibarat bintang-bintang terjauh yang membatasi langit pertama (alam semesta menurut sains). Kulit yang keras bola tenis itulah yang diinginkan atau yang dimaksudkan oleh mereka sebagai gambaran batas alam semesta atau langit yang berwujud, yaitu keras dan jelas, batas alam semesta yang harus ada itu. Atau seperti kulitnya bola voli, atau bola basket, atau balon, yang tampak dengan jelas perbedaan kulit dengan bukan kulit. Kulit apel menyatu dengan daging buahnya, dan halus; kulit jeruk tidak halus, tidak rata, lembut, dan tidak keras; kulit rambutan berbulu-bulu; kulit nangka atau duren berduri-duri, kulitnya ikan bersisik sedangkan kulitnya alam semesta, ya seperti itulah. Kulit langit adalah bintang-bintang terjauh dari pusat alam semesta (titik awal bigbang) yang jumlahnya sangat banyak yang secara bersama-sama melingkupi ruangan alam semesta. Udara yang ada di bumi ini yang kita gunakan untuk bernafas ada batasnya nggak? Apakah udara ini sampai ke bulan atau bintang nggak? Jika jawab amu: ada batasnya, seperti apa batasnya udara itu? Apa tanda yang tampak sebagai batasnya udara dengan ruangan yang tidak ada lagi udaranya. Udara itu sampai ketinggian 700 km dari muka bumi, batasnya tidak sangat nyata-nyata terlihat, tidak seperti bola basket yang jelas kelihatan beda kulit bola basket itu dengan bolanya dan ruangan di luar bola basket. Batas laut dalam skala bumi adalah dasar laut dan permukaannya, permukaan laut terlihat beda dengan udara di atasnya, tapi dia tidak benar-benar rata-rata karena gelombangnya, tapi kita mengakui bahwa permukaan laut itulah batas laut dengan ruangan di luar laut (udara). Seperti itu juga gambaran atas batas alam semesta menurut sain atau langit tingkat pertama (sama’ ad dunya) tidak persis rata dan tegas, tapi tetap bisa dipahami itulah batasnya yaitu bintang-bintang terjauh tersebut.
Kamu bilang, pendapat yang bilang langit itu atmosfir bumi, nyleneh; tapi kalau nggak salah syekh kamu justru berpendapat langit biru itulah langit dunia sedangkan birunya langit itu ada di atmosfir. Kamu ustadz al fadhil menganggap nyleneh syekh-syekh yang berpendapat langit biru itu langit dunia, kalau nggak salah syekh Humaid. Kasihan ya, ditampar dengan keras, dan pendapatnya kamu anggap nyleneh lagi. Memang sih, salah alamat itu biasa, atau akalnya yang belum nyampai, kepahaman belum nyampai sudah merasa benar atau malah yakin seyakin-yakinnya benar, lalu menyebut orang yang tidak sepaham dengannya zindik, mulhid, dan kafir.
Teori bigbang memberikan batas alam semesta yaitu bintang terluar, tidak seperti Teori Steady State.
Halaman 100 Bumi Diciptakan Lebih Dulu Daripada Langit
Bumi diciptakan lebih dulu daripada langit, ini jelas sekali pernyataan kamu yang sandarkan kepada al Qur’an, surat Fushilat(41): 9-12.
Kalau boleh, kalau nggak boleh, ya nggak apa-apa. Saya melihat, setelah Alloh menciptakan bumi dua hari dan meletakkan sekaligus gunung-gunung, menjadi 4 hari; lalu Alloh istiwa’ ke langit bukan menuju penciptaan langit tapi menuju langit untuk istiwa’ waktu itu langit berupa asap, kemudian memanggil langit dan bumi, lalu diciptakan 7 langit dalam 2 hari. Artinya waktu dipanggil langit itu sudah ada, kemudian menghadap Alloh. Berarti sebenarnya langit sudah ada baru satu dan berupa asap belum tujuh lapis, belum ada bintang-bintang-bintang yang cemerlang, lalu setelah dipanggil dan menghadap kepada Alloh bersama bumi, maka Alloh menciptakan 7 langit, dalam waktu 2 hari. Jadi langit sudah ada berupa asap lalu Alloh menciptakan bumi, meletakkan gunung, kemudin baru melanjutkan dan menyempurnakan penciptaan langit dengan penciptaan 6 langit berikutnya, makanya setelah itu Alloh menyatakan langit yang dekat dihiasiNya dengan bintang-bintang yang cemerlang, setelah ada tujuh lapis langit. Ketika masih asap belum ada hiasan bintang-bintang. Jadi langit itu diciptakan lebih dulu daripada bumi yaitu langit yang masih berupa, sedangkan langit tingkat kedua sampai ketujuh diciptakan setelah Alloh menciptakan bumi. Alloh juga berfirman bahwa Dialah yang membangun langit dan menyempurnakan bangunanNya., jadi penciptaan 6 langit berikutnya adalah penyempurnaan penciptaan langit yang masih satu. Ini sekedar tukar fikiran. Cobalah pelajari lebih dalam topik ini, sehingga akan jelas. Siapa tahu kamu setuju dengan pendapat saya. Ada ulama yang bilang bahwa langit diciptakan dari uap air yang ada di bawah Arsy, inilah yang disebut asap. Nah, saya beda pendapat dengan ulama itu, yang berupa asap itu adalah langit pertama yang jika dilihat dia itu berwujud asap, atau tampak sebagai asap. Alloh jelas menyebut asap bukannya uap, atau uap air. Fushilat(41): 9-12. dalil bumi diciptakan lebih dulu daripada langit dalam pembahasan.
Halaman 103. Awal Alam Semesta.
Ada pembahasan tapi sudah tercakup dalam tulisan saya di atas jadi tak perlu diulang.
Halaman 109. Antara Heliosentris Dan Geosentris
Teori geosentris yang dianut manusia sejagat 12 abad-15 abad itu diterima dan didukung oleh gereja kafir sebagai dogma agama katolik. Barangsiapa menentang teori geosentris dianggap kafir (heretik), maka akan dihukum mati, digantung, dan lain-lain. Makanya bertahan lama, tapi kemudian Copernicus berpendapat beda, dia menulis penjelasan heliosentris ini anonim (tanpa nama), tapi kemudian ketahuan dan disuruh bertobat dan mengaku salah. Kemudian diwajibkan memberi penjelasan kepada umat kafir tentang pertobatannya, dan menulis dua teoeri itu Geosentris dan Heliosentris dalam satu buku yang diberi judul : Dua Sistem Dunia, agar masyarakat kafir paham bahwa yang benar geosentris dan heliosentris salah. Justru dari buku ini masyarakat jadi lebih banyak yang paham tentang kelemahan Geosentris walaupun sudah berurat berakar, berabad-abad diyakini kebenarannya oleh seluruh manusia sejagat saat itu, kata kamu lho ini, bahkan menjadi dogma ajaran agama yang pasti kebenarannya, dan masyarakat paham seperti apa heliosentris itu, dan mengapa bukan matahari yang mengelilingi bumi, justru bumilah yang mengelilingi matahari, sedangkan matahari terlihat mengelilingi bumi karena bumi rotasi. Galileo dengan teropongnya menemukan sebuah satelit dari planet Yupiter yang ternyata tidak mengelilingi bumi, tapi mengelilingi benda lain yaitu Yupiter. Maka Galileo meyakini bumi bukan pusat alam semesta, seperti yang dibilang Ptolomeus bukan Iskandar, maka akhirnya dia dihukum mati, karena menentang ketetapan gereja. Galileo ini kondang kematiannya karena dia dihukum mati oleh gereja karena mendukung Heliosentris, menolak Geosentris dan berani menentang gereja. Seiring putaran waktu, pamor gereja menurun dalam tatanan kehidupan manusia kafir karena diyakini telah membohongi umatnya berabad-abad dan kehilangan kepercayaan dan keimanan kafirnya, dan memunculkan paham sekulerisme. Persis pendapat kamu hari ini, seperti Copernicus tapi terbalik ya, unik ya, bagus banget lho. Kamu berpendapat yang benar geosentris mendobrak heliosentris, tapi bukannya kamu yang dikafirkan oleh pengikut Heliosentris, justru kamu langsung mengkafirkan, memulhidkan, dan menzindikkan orang-orang yang membenarkan Heliosentris dan menolak Geosentris, dengan dalil-dalil ilmiah yang sangat banyak, dan sangat panjang, bersama syekh-syekh kamu, Humaid, Duwaisy, Tuwaijiry, dan Synqity itu. Tenang aja, kamu tidak akan dikafirkan karena memang Heliosentris ini pendapat ilmu pengetahuan bukan pendapat agama jadi tidak ada hak untuk mengkafirkan seperti Geosentris yang selalu mendapat dukungan tokoh agama. Orang awam memahami persis yang kelihatan saja, tanpa kajian, ya seperti para pendeta katolik kafir yang juga berpendapat sama, inilah ciri geosentris. Ternyata tidak cuma mereka, kamu juga. Komentar heliosentris dan geosentris cukuplah. Cukup dengan bukti menggunakan percobaan kecil menggambarkan pergerakan bintang-bintang, bulan, dan matahari.
Halaman 114. Bumi Diam Tidak Bergerak:
Fathir(35): 41, Alloh menahan langit dan bumi agar tidak bergeser (an tazula) dan jika keduanya bergeser tidak:ada yang mampu menahannya (menahan pergeseran, pergerakannya) selain Alloh.
an tazula artinya tidak bergeser, tidak bergerak (goncang), tidak berputar; terjemahan depag: tidak lenyap. Artinya bumi tidak berevolusi. Ar Rum (30):25, di antara ayat-ayatNya adalah berhentinya (taquma, qiyam) langit dan bumi: taquma, qiyam artinya berhenti, tidak maju tidak mundur, diam di situ saja, tidak bergerak dan tidak berputar. Depag: berdiri.
Kalau makna langit dan bumi tidak bergeser, memangnya langit ada di mana dan bumi ada di mana kok bergeser dari tempatnya, mau bergeser ke mana? Dan langit juga berbentuk bola alias bulat. Dan jika langit berpindah tempat maka apa pengaruhnya bagi bumi. Apakah bumi akan ikut bergeser jika langitnya saja yang bergeser? Di sisi lain ayat itu berbicara tentang langit dan bumi yang tidak bergeser jadi bukan hanya bumi yang tidak bergeser, padahal kamu dan syekh-syekh kamu meyakini seyakin-yakinnya bahwa matahari berpindah tempat alias bergerak dan bergeser mengelilingi bumi, juga bulan dan bintang-bintang. Bagaimana langit dan bumi yang tidak bergeser atau tidak bergerak, tapi benda-benda langitnya bergerak, dan berpindah tempat? Bisa nggak kamu menjelaskan?
Dalam adz Dzariyat :47 Alloh menyatakan : Kamilah yang membangun langit dan Kami benar-benar meluaskannya. Artinya langit itu meluas, dan membesar maka benda-benda langitnya seperti matahari, bumi, bulan, dan bintang-bintang anggota galaksi bima sakati bersama galaksi-galaksi lainnya bergerak dan bergeser dari tempatnya, dan bergerak meluas karena langit berbentuk bulat maka menjauhi pusat (tengah-tengah bulatan langit); tidak diam saja dan tidak berhenti di tempatnya, termasuk bumi tidak diam saja di tempatnya. Inilah indikasi bahwa makna tidak bergeser seperti yang kamu ambil itu hendaknya diganti dengan makna lenyap dan makna berhenti hendaknya diganti juga dengan berdiri. Berarti makna yang lebih pas adalah lenyap karena Pertama: Kalau langit dan bumi lenyap atau dilenyapkan Alloh maka tidak ada bisa menahan atau menghalangi, baik saat kiamat ataupun saat lain ketika Alloh berkehendak menurunkan adzab kepada manusia misalnya. Atau bahkan dengan bergeser atau bergerak, atau bergoncangnya langit justru akan menyebabkan lenyapnya langit dan bumi, karena memang ketika kiamat langit dan bumi akan bergoncang dengan keras bahkan langitpun pecah.
Kedua : Jika yang dimaksud dengan langit yang bergeser atau bergerak adalah langit yang biru (atmosfir bumi) atau sabuk radiasi Van Allen yang Alloh sebut sebagai atapnya bumi, maka memang pergeseran mereka atau pindahnya mereka atau hilangnya atau lenyapnya mereka akan menimbulkan kerusakan besar. Dan yang mencegah mereka tidak bergeser dari tempat atau tidak lenyap dari sekeliling bumi adalah Alloh Subahanahu wa ta'ala, yang selalu terus-menerus mengurusi dan memelihara makhluk-makhlukNya.
Ketiga : Menahan atau menjaga seluruh langit (1-7) dan bumi tetap ada, alias tidak lenyap, tidak hancur, atau tidak musnah, dan jika akan musnah tak ada bisa menahan atau mencegah kepunahan langit dan bumi itu kecuali Alloh. Jadi ada 3 pemahaman atas maksud dari bergeser atau lenyapnya langit dan bumi: 1. langit yang tujuh lapis dan 2. langit yang biru atau sabuk radiasi Van Allen; serta 3. menjaga agar langit dan bumi tetap ada.
Jika an tazula dalam ayat ini bermakna lenyap pada peristiwa kiamat, memang mungkin tidak menolak makna pertama, tapi berarti ayat ini tidak boleh (tidak bisa) kamu jadikan dalil, karena kamu menolak penggunaan ayat kiamat untuk diterapkan pada peristiwa selain kiamat, seperti menembus penjuru langit dan bumi dengan sulthon.
Makna qiyam itu berhenti, juga berdiri, apakah ini peristiwa kiamat? Kalau ya, mestinya tidak bisa kamu jadikan dalil untuk masalah bukan kiamat, seperti tertulis pada kalimat selanjutnya dalam ayat Ar Rum (30):25 itu : Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya adalah berhentinya langit dengan izinNya. Kemudian apabila Dia memanggilmu sekali panggil, seketika itu kamu keluar dari bumi. Karena kamu menolak penggunaan ayat kiamat untuk diterapkan pada peristiwa selain kiamat, seperti menembus penjuru langit dan bumi dengan sulthon, maka ayat ini tidak bisa dijadikan dalil tidak bergeraknya bumi. Jika bukan, maka saya perhatikan kata langit yang digunakan adalah as sama’ bukan as samawaat, berarti yang dimaksud adalah atmosfir bumi, sebagaimana : menurunkan hujan dari arah as sama’; al Anbiya’ (21): 32 Dan Kami jadikan as sama’ (langit) sebagai atap yang terjaga, dan lainnya. Maka yang dimaksud as sama’ atau langit dalam ayat Ar Rum (30):25 adalah atmosfir bumi. Memang atmosofir bumi itu diam di tempatnya, diam saja, berhenti, tidak bergeser ke mana-mana dari sekeliling bumi, dan terikat erat oleh gravitasi bumi. Tetapi bumi dan as sama’ (atmosfir) bergerak bersama-sama dan berpindah tempat: pertama, bergerak menjauhi pusat ledakan bigbang bersama meluasnya alam semesta (langit dan bumi) adz Dzariyat :47 ; dan kedua mengelilingi matahari. Matahari, bumi, bulan, dan bintang-bintang berdiri di tempatnya masing-masing, melayang, mengambang, terapung, dan seperti berenang dalam surat Yasin(36): 40 di dalam ruangan bola langit pertama, bergerak menjauhi pusat ledakan bigbang sambil berotasi, dan berevolusi.
Fathir(35): 41 dalil bumi diam tidak bergerak, dalam pembahasan makna tidak lenyap lebih tepat daripada makna tidak bergeser, tidak bergerak (goncang), tidak berputar, dan jika makna lenyap bermakna di hari kiamat maka dalil ini kamu bantah sendiri. Ar Rum (30):25, sebagai dalil bumi diam tidak bergerak kamu bantah sendiri karena ayat ini mungkin tentang hari kiamat dan jika makna as sama’ berarti atmosfir bukan as samawaat (langit 7 lapis) seperti dalam Fathir(35): 41. maka makna berdiri ataupun berhenti dapat dipakai semua.
Halaman 117.
Surat Ghofir(40):64, an Naml(27):61, an Nahl(16):15, al Anbiya(21):31, Lukman(31); 10, dan ayat lainnya ini semua berkaitan dengan bumi sebagai tempat tinggal yang baik, yang tenang, dan cocok untuk kehidupan manusia tidak ada kaitannya dengan berotasinya bumi berputar pada porosnya atau berevolusinya bumi mengelilingi matahari seperti yang sedang dibahas yaitu berkaitan dengan diamnya bumi. Memang, bumi diam dengan diletakkannya gunung-gunung di bumi tapi tidak berarti ini menghalangi berotasinya bumi dan berevolusinya bumi, karena ketika bumi berputar berotasi atau ketika bumi bergerak berevolusi mengelilingi matahari maka gunung ini ikut bumi berputar dan bergerak, karena gunung terletak di bumi. Sebagai pasak, gunung atau pegunungan membuat bumi tidak goncang atau goyang seperti saat gempa. Gunung dan atau pegunungan ini memantapkan kerak bumi (crust) tempat beradanya daratan (continenetal, benua), dan lautan (oceanic), agar kerak bumi (lapisan bumi paling atas) tidak goyang atau goncang. Gunung membuat kerak bumi mantap sebagaimana angker (jangkar) memantapkan posisi kapal. Kerak bumi ini berada di atas magma (outer core) atau mengambang di atas magma yaitu cairan yang sangat panas dan memiliki massa jenis atau berat jenis yang lebih besar daripada kerak bumi, sehingga kerak bumi yang lebih ringan terdorong ke atas, dengan kata lain mengambang di atas magma. Posisi kerak bumi yang mengambang di atas cairan magma ini menjadi mantap tidak goyang atau goncang dengan ada gunung dan pegunungan yang berfungsi seperti angker (jangkar). Gunung sebagai pasak yang membuat kerak bumi mantap posisinya dan tidak bergoyang atau bergoncang jika bergoyang-goyang tentu tidak nyaman untuk kita tinggali, tiap hari bisa gempa, nggak enak kan. Seperti dikatakan syekh kamu itu. Ketika terjadi gunung meletus maka magma ini keluar dan disebut dengan lava yang seperti lumpur panas berwarna merah api, jika sudah bercampur dengan materi lain seperti pepohonan, atau batu-batu yang diterjangnya sepanjang lereng atau pesawahan dan pemukiman dia disebut lahar dan ketika mendingin dia akan keras seperti batu, tanah yang berasal dari lapukan lahar ini subur. Jadi fungsi gunung sebagai pasak tidak membuat bumi terpaku pada tempatnya tidak bisa bergerak ke mana. Ibarat pasak kayu pada sambungan kayu, misal: bubungan rumah dan tentu ada dua kayu yang disambungkan dan fungsi pasak membuat kedua kayu tidak bergeser, sedangkan bumi dipasakkan dengan apa, karena bumi mengambang di angkasa, kecuali pasaknya membuat bumi nempel dengan matahari maka posisi bumi dan matahari tidak begeser karena dipasak. Fungsi gunung memang untuk membuat bumi dalam hal ini kerak bumi mantap tidak goyang atau goncang, kalau dikatakan supaya tidak berputar, ini aneh apa kaitannya antara fungsi gunung sebagai pasak dengan putaran bumi pada porosnya (rotasi) atau mengelilingi matahari (revolusi), karena ketika bumi berotasi dan revolusi gunung ikut berputar bersama bumi karena memang gunung ditancapkan ke bumi. Walaupun yang ngomong ulama tapi lihat dulu relevansinya dengan materi yang dibicarakan, tetap saja bisa salah walaupun ilmu agamanya tinggi. Fungsi pasak membuat bumi ini mantap tidak goncang, sesekali goncang kalau terjadi gempa yang merupakan peringatan, ujian atau hukuman bagi manusia sebagai hamba Alloh, dan Alloh pun menjadikan gempa atau bergoncang bumi sebagai ancaman. Dan gunung atau pegunungan ini dikatakan oleh Alloh, persis seperti awan. Awanpun melayang di atas udara yang bermassa jenis lebih berat yaitu lapisan atmosfir yang disebut stratosfir, massa jenis udaranya lebih berat daripada awan, sedangkan lapisan di atas stratosfir lebih ringan daripada awan tidak mampu menahan awan. Persis seperti gunung yang mengambang di atas magma. Ketika awan menjadi mendung yaitu saat awan berkumpul makin banyak, dan partikel uap airnya makin merapat dan saling menempel maka massa jenisnya meningkat, dan ketika melampaui ambang batas lapisan stratosfir yaitu massa jenisnya lebih besar, maka turunlah menjadi hujan. Massa jenis adalah massa sebuah benda dibagi volume benda itu, contoh massa jenis air = 1, jadi dalam 1 liter air terdapat 1 kg air. Dan untuk massa jenis benda lain pun sama cara penghitungannya baik dia padat, cair, atau gas. Sebagai gambaran balon mainan anak-anak yang diisi gas hidrogen bisa terbang tinggi, karena massa jenis hidrogen sangat kecil atau hidrogen itu lebih ringan dibandingkan gas yang lain yang menyusun atmosfir sehingga dia terdorong ke atas.
Saya lanjutkan, (Fakhruddin saya lewati, kamu aja nggak seneng sama dia.)
Surat Ghofir(40):64, an Naml(27):61, an Nahl(16):15, al Anbiya(21):31, Lukman(31); 10, dan ayat lainnya sebagai dalil tidak bergeraknya bumi terbantahkan karena memaknai pasak yang tidak tepat.
Halaman 125.
Syekh Duwaisy, astronom menyangka bumi bergerak (revolusi) 30 km/detik dan bumi berputar (rotasi) 500 farsakh/hari (1 f = 3 mil = 5.544 meter). Angka 30 km/detik ini insya Alloh berasal dari : garis edar bumi terhadap matahari dibagi waktu revolusi bumi = 2.r/t = 2 x 3,14 x 150.000.000 km/ 1 tahun = 942.000.000 km/365,25 x 24 jam x 60 menit x 60 detik = 942.000.000 km / 31.557.600 detik = 29,850 km/detik dibulatkan 30km/detik bukannya diatas 30 km/detik. 500farsakh/hari = 500 x 5.544m /hari = 2.772.000 meter/hari =2.772 km/hari = 2.772km/24 jam = 115,5 km/jam = 2.772km/ 24 x 60 x 60 detik = 0,032083 km/detik = 32,083 m/detik.
Jadi berdasarkan teori heliosentris bumi revolusi (mengelilingi matahari) dengan kecepatan 30 km/detik mengarungi angkasa, dan berotasi (berputar pada porosnya yaitu kutub bumi) 2.772 km/hari atau 115,5 km/jam atau 32,083m/detik. Kecepatan bumi revolusi memang sebesar itu 29,850 km/detik dibulatkan 30km/detik, dan juga rotasinya 115,5 km/jam, kecepatan ini tidak menyebabkan kerusakan sebagaimana diklaim ad Duwaisy, karena bangunan yang ada ataupun makhluk hidup di bumi terikat kuat oleh gravitasi bumi. Ingatlah bahwa bulan saja yang sejauh itu masih terikat oleh gravitasi bumi, sehingga terus mengelilingi bumi, apalagi benda yang nempel di bumi baik bangunan atau makhluk hidup. Dalam hal ini bulan saja tidak termasuk matahari dan bintang-bintang. Kita hidup di bumi, lahir di bumi, melihat seluruh fenomena alam dari bumi bukan dari tempat lain, gerakan rotasi dan revolusinya bumi tidak terasa, lagi pula bangunan itu terikat oleh pondasinya ke bumi untuk melepaskan bangunan itu, rotasi atau revolusi bumi harus menjebol pondasinya dulu, belum beratnya bangunan yang tidak akan terangkat oleh putaran rotasi atau tertinggal oleh revolusi bumi yang begitu kencang karena memang terikat kuat oleh bumi. Sedangkan makhluk hidupnya yang berjalan-jalan itu terikat oleh gravitasi bumi yang sangat kuat, burung, dan pesawat terbang untuk terbang, mereka harus mengerahkan tenaga besar untuk melawan gravitasi bumi. Juga awan dan bulan pun masih terikat gravitasi bumi. Jika memang gerak rotasi dan revolusi mempengaruhi makhluk hidup dalam artian mampu mengalahkan gravitasi karena kecepatan revolusinya yang 30 km/detik, dan rotasi 115 km/jam, maka burung dan pesawat tidak perlu bersusah payah, cukup memanfaatkan arah revolusi dan rotasi bumi saja, tapi ini tidak terjadi, atau justru mereka harus hati-hati ketika terbang jangan-jangan ketinggalan oleh bumi yang bergerak 30km/detik itu. Tetapi justru yang harus mereka lawan untuk dapat terbang adalah gravitasi bumi yang siap menarik dan membanting mereka ke permukaan bumi jika lengah, dengan menggunakan sayap yang mendukungnya di udara dan angin untuk terbang. Burung terkadang memanfaatkan udara panas untuk naik ke atas tanpa mengepakkan sayap atau sekedar mempertahankan ketinggian. Kejadian ini tidak mengharuskan bumi diam. Kalau putaran rotasinya 10.000 kali lebih cepat maka mungkin air laut akan terpengaruh akan bergelombang seperti tsunami, dan mungkin hari ini menenggelamkan daratan yang luas. Atau revolusinya 1000.000 kali lebih cepat mungkin udara, burung, pesawat, manusia, makhluk lainnya semua tertinggal oleh bumi yang bergerak sangat super cepat sekali. Alloh sudah dengan cermat memilih kecepatan rotasi dan revolusi ini, sehingga bumi tetap nyaman ditinggali oleh manusia dan penghuni bumi yang lain walaupun berotasi dan berevolusi. Jadi dengan kecepatan seperti itu tidak memberikan pengaruh buruk bagi kehidupan manusia dan penghuni bumi yang lain, dan pasang surut air laut justru dipengaruhi gravitasi bulan.
Pendapat ad Duwaisy, terbantahkan.
Surat al Mulk(67): 16, al Hajj(22): 65, Saba’(36): 9, al Isro’(17): 92, Asy Syu’aro(26): 187, al Anfaal (8): 32. Ad Duwaisy, sisi pengambilan dalil 5 ayat terakhir atas tenang dan tidak bergeraknya bumi adalah sesungguhnya Alloh menjadikan bumi sebagai pusat dan tempat bagi setiap yang jatuh dari langit, seandainya langit itu runtuh maka akan runtuh ke bumi, juga seandainya ada benda langit yang jatuh maka jatuhnya ke bumi. Oleh karena itu, kalau seandainya bumi itu beredar mengelilingi matahari sebagaimana yang diklaim oleh para astronom, maka jadinya mataharilah yang menjadi pusat dan menjadi tempat jatuhnya segala sesuatu dan ini jelas-jelas mendustakan al Qur’an. Ayat-ayat di atas jelas tidak cocok jika digunakan sebagai dalil bahwa bumi pusat alam semesta atau pusat tata surya dengan alasan bumi menjadi tempat setiap yang jatuh dari langit, karena:
Pertama : Ayat-ayat itu merupakan ayat ancaman bagi orang yang ingkar kepada Alloh, karena mereka tinggal di bumi, mereka itu tidak takut kalau benda-benda langit yang diancamkan itu dijatuhkan ke bulan atau ke matahari. Jadi, dijatuhkannya benda-benda langit itu ke kepala mereka dan tentu saja ke bumi, lha mereka di bumi. Jadi ayat ini sama sekali tidak menunjukkan bahwa bumi pusat dan tempat jatuh benda-benda dari langit, seperti diklaim adDuwaisy. Benda-benda langit atau yang lainnya yang diancamkan kepada orang-orang yang ingkar itu dijauhkan ke bumi semata-mata karena orang-orang ingkar itu di bumi.
Kedua: Walaupun matahari dikelilingi bumi bukan berarti dia pusat alam semesta menjadi pusat tata surya, ya memang. Dan tidak berarti matahari menjadi tempat jatuhnya segala sesuatu karena matahari dikelilingi oleh bumi dan menjadi pusat tata surya. Bintang Alpha Centauri tidak mengelilingi matahari, Komet Shoemaker-Levy-9 itu jatuhnya ke Yupiter, tidak ke matahari, dan tidak ke bumi. Banyak meteor yang jatuh ke bumi, yang menunjukkan matahari bukan tempat jatuh benda-benda langit, walaupun matahari dikelilingi bumi. Ya, nggak mendustakan ayatlah, dia sendiri yang aneh, alam semesta disamakan dengan bumi, mungkin kata dunia yang bikin dia bingung karena Dunia Dalam Berita itu hanya menyangkut bumi, padahal dunia mencakup matahari, bulan, dan bintang-bintang. Jadi dia nggak teliti antara bumi dengan dunia. Tapi dia bukan orang Indonesia ya, mungkin kata dunya dengan ardh. Ketiga: Ini jelas-jelas mendustakan al Qur’an, kata Syekh Duwaisy. Tentu saja tidak mendustakan al Qur’an, Syekh Duwaisy saja berlebih-lebihan dalam mengambil kesimpulan seperti itu. Karena walaupun matahari dikelilingi bumi, tidak semua benda langit jatuh ke matahari, masih ada yang jatuh di bulan, di Yupiter, dan di bumi dan di planet lain. Jadi ingat kalimat Ibnu Hajar al Asqolani. Aneh banget pendapatnya.
Klaim Ad Duwaisy, Bumi tempat jatuh benda-benda langit terbantahkan.
Halaman 127
Dalil as Sunnah:
Hadits Shofwan bin ‘Assal al Murodi: Pintu taubat, ini pintu ghaib, jangan disamakan dengan yang bukan ghoib. Kalau bumi ini diam saja, tidak perlu berputar; arah barat Arab menjadi arah timurnya Amerika, dan timurnya Arab menjadi arah baratnya Indonesia, karena bumi ini bulat. Iya kan? Aneh. Ini dalil tak bisa diterima, untuk menyatakan bahwa bumi diam. Hadits Shofwan bin ‘Assal al Murodi, dalil bumi diam tertolak
Hadits Miqdad bin Aswad, matahari didekatkan, ini kan, peristiwa kiamat lagi, kamu menolak dalil hari kiamat untuk selain hari kiamat. Okey, jelas. Hadits lain lemah menurut syekh Albani. Ya, udah.
Halaman 130. Matahari Berputar Mengelilingi Bumi.
Al Baqoroh (2): 258, al An’am(6): 78, al Kahfi (18): 17, al Anbiya(21): 33, Al A’rof(7): 54, az Zumar(39): 8, Asy Syams (9!):1-2,Yain (36): 38-40. Ayat-ayat ini berdasarkan yang dilihat dari bumi, mereka terbit dari timur terbenam di barat dan berjalan menurut garis edar yang telah Alloh tentukan persis seperti yang kita lihat dengan jelas, dan mereka tidak keluar dari garis edar itu, itu pasti, maka jelaslah begitu yang kita lihat dari bumi yang berotasi pada porosnya. Silahkan buktikan saja percobaan yang saya tawarkan dan sedikit keterangan saya di atas. Jika dikatakan: Jika bumi yang berotasi tentu ayat berbunyi seperti itulah, maka jawabnya adalah itu hak Alloh mutlak, untuk tidak menyebutkan seperti itu dalam artian bumi yang berotasi, sebagaimana Alloh tidak pernah mengatakan bumi itu bulat tapi terhampar, hanya setelah dikaji terbukti bumi bulat. Maka kalau gerakan matahari terbit dan terbenam ini dikaji maka akan ditemukan bahwa bumilah yang berotasi, tapi jika tidak dikaji ya, tidak ketahuan yang sebenarnya. Baca keterangan saya di atas lagi. Maka saya mengajak untuk membuktikan itu melalui percobaan kecil dan sederhana itu.
Halaman 135 Dalil as Sunnah:
Hadits Abu Dzar, matahari sujud di bawah arsy, hadits Abu Huroiroh, matahari yang berhenti untuk perang, hadits Abu Huroiroh, persendian dishodaqohi: ketiga hadits ini mengatakan persis yang kita lihat sehari-hari, bahwa matahari mengelilingi bumi padahal bumi yang berotasi hingga tampak seperti itu. Buktikan bumi yang berotasi dengan percobaan di atas.
Halaman 138 Kesepakatan Para Ulama.
Dalil kesepakatan ulama, Hadits at Tirmidzi, Sesungguhnya Alloh tidak akan mengumpulkan umat ini dalam kesesatan. Bagi saya, yang dimaksud umat ini adalah para sahabat karena merekalah yang ada saat itu, saya pakai pola berpikirnya al Humaid, saat menyatakan langit biru sebagai langit dunia. Bukan ulama setelah sahabat, tapi jika ulama setelah sahabatpun kalau kemudian mereka salah dalam perkara matahari mengelilingi bumi, tidak mempengaruhi kredibilitas mereka sebagai ulama. Mereka juga manusia yang bisa salah ketika berpendapat, dan kemudian pendapat mereka tentang matahari mengelilingi bumi, kamu kumpulkan untuk mendukung pendapat kamu, pendapat Tuwaijiry, Duwaisy, Synqity, Aristoteles, Ptolomeus, dan Fred Hoyle.
Bumi tenang dan tidak bergerak, bergerak kalau gempa saja. Komentar tentang : wajar saja mereka sepakat…… saya tidak sepakat dengan mereka, saya setuju yang kamu bilang yaitu para ulama mendasarkan diri kepada keterangan al Qur’an seperti yang mereka baca, hadits Rosululloh, dan apa yang telah mereka lihat dengan mata kepala mereka sendiri, bukan pada yang lain. Tapi mungkin mereka tidak mengkaji langsung fenomena alam terbit dan terbenamnya matahari, bulan, bintang, maupun benda-benda langit lainnya. Karena sudah terang benderang seperti itu apanya yang mau dikaji lagi, kata kamu begitu ya. Terhamparnya bumi juga sangat terang benderang, tapi masih ada yang mau mengkaji, masih ada yang mau mempelajarinya, dan didapatkan bahwa bumi bulat. Dan terbukti Alloh adalah sebaik-baik yang menghamparkan. Justru saya ingin memahamkan kepadamu bahwa sepakatnya para ulama yaitu: bumi tenang dan tidak bergerak, bergerak kalau gempa saja, artinya cocok untuk tinggal manusia dan makhluk hidup lainnya dan perlu kamu camkan, ini tidak harus dengan bumi diam, tidak boleh berotasi ataupun berevolusi.
Matahari mengelilingi bumi, para ulama menilai dengan apa yang mereka saksikan dengan mata kepala mereka, tanpa mengadakan kajian atas peristiwa terbit, tenggelam, dan pergeseran tempat terbit dan terbenamnya matahari, bulan dan juga bintang-bintang maupun benda-benda langit lainnya. Kalau dikaji pergeseran bintang akan membuktikan bukan hanya matahari yang bergeser tempat terbitnya tapi juga bulan dan bintang-bintang yang sangat banyak itu juga dan arah gesernya sama, misal ketika matahari bergeser dari katulistiwa ke arah kutub utara maka bulan dan bintang juga ke arah utara, begitu pula sebaliknya, ini menunjukkan suatu keadaan bahwa hanya dengan gerakan bumi menggeser mendekatkan kutub ke arah mataharilah, hal ini terjadi yang kemudian menimbulkan musim dan kemaslahatan bagi manusia. Ternyata gerakan ini mengakibatkan tempat terbit dan terbenam bulan dan bintang-bintang ikut tergeser sebagaimana matahari. Jika matahaari yang mengelilingi bumi, kemudian menggeser ke kiri dan ke kanan sehingga bergeser tempat terbit dan terbenamnya seperti kamu katakan, maka tidak akan membuat tergesernya termpat terbit dan terbenamnya bulan, dan bintang-bintang. Kenyataanya lihat sendiri. Semoga Alloh memberikan petunjuk kepadamu untuk senantiasa mampu mengikuti kebenaran walaupun pahit. Walaupun disebut kafir, mulhid, zindik, mendustakan, menghina, dan mengolok-olok ayat Alloh dan rosulNya oleh Duwaisy, Tuwaijiry, dan Syinqity, juga oleh orang lain yang sepaham dengan mereka..
Tuwaijiry, dan Duwiasy, perkataannya kasar, jangan seperti mereka, biasanya yang mulut kasar itu orang salafi. Seandainya Rosululoh berkata dan bersikap kasar tentulah manusia akan menjauhinya, tapi karena Rosululloh berkata-kata dan bersikap lembut, maka manusiapun dekat dengannya. Dan bagi yang menjauhi jelas-jelas bukan karena kekasaran hati, kata-kata dan sikap Rosululloh, tapi memang mereka menolak dan tidak mau beriman kepada al Qur’an yang diturunkan melalui Rosululloh.
Halaman 148
Sebuah Kenyataan Di Hadapan Kita
Siapapun menyaksikan.......... Itulah kejadian alam yang tidak ada seorangpun yang mengingkarinya. Lalu atas dasar apakah kemudian dikatakan bahwa sebenarnya yang bergerak adalah bumi yang berotasi ke arah timur sehingga kelihatannya matahari bergerak ke arah barat. Dasarnya adalah bukti-bukti sebagai berikut:
a. Arah putaran matahari, bulan dan bintang sama yaitu dari timur ke barat.
b. Waktu tempuh mereka mengarungi langit sama yaitu 24 jam.
c. Mereka mengalami pergeseran tempat terbit dan terbenam, dan arah pergeserannya juga sama.
d. Jalur edar (pergerakan) bintang acuan yang di tengah (timur) lebih panjang jalurnya, sedangkan yang di utara
dan di selatan lebih pendek
e. Gugusan bintang-bintang berubah kadang sepi bintang dan terkadang ramai bintang.
Ini menunjukkan bahwa gerakan mereka berasal dari satu sumber gerak yang sama yaitu bumi. Bumi memiliki gerak rotasi bumi pada porosnya, dan gerak scaostic bumi yang menggeser tempat terbit dan terbenamnya mereka, serta gerak revolusi mengelilingi matahari,. Sehingga yang tampak adalah matahari bulan dan bintang-bintang mengelilingi bumi.
Katamu lelucon, lucu juga ya. Seakan-akan lagi, lucu banget. Bantahan kamu mengenai rotasi bumi dengan gerakan awan yang bebas ke mana-mana sangat mengesankan. Ternyata otak kamu main juga, ya. Kata kamu nih, Seandainya bumi berotasi mestinya awan itu bergerak sama, semuanya ke arah barat? Nyatanya??? Hebat deh kamu. Nyatanya matahari, bulan, dan bintang bergerak sama, semuanya ke arah barat. Tidak kamu lihat. Betul? Saya juga bertanya kepadamu dengan dalil kamu ini, dengan : Kenapa matahari bulan, dan bintang tidak bergerak bebas seperti awan yang bebas ke mana-mana? Kalau mereka bergerak masing-masing bebas seperti awan, ada yang ke arah barat, ke timur, terkadang ke utara dan terkadang ke selatan, maka saya tidak akan menganggap bahwa bumi berotasi. Nyatanya??? Tiga tanda tanya juga, geh. Nyatanya. Sebenarnya awan itu bagian dari bumi karena memang awan dan mendung yang akan menjadi hujan itu berasal dari penguapan air di bumi kemudian berkumpul di langit (atmosfir) atas dan kembali ke bumi lagi. Masa sih kamu nggak bisa lihat awan itu terpengaruh (ditarik) gravitasi bumi sehingga dia jatuh jadi air hujan, dan ini menunjukkan awan bagian dari bumi, sebagaimana juga angin yang membawa alias mendorong awan ke sana-kemari adalah bagian dari bumi. Anginlah yang mendorong awan-awan bebas kemana-mana, yang diarahkan Alloh untuk menyirami bumi dengan hujan itu. Inilah nyatanya, rotasi bumi. Jelas belum. Bagaimana kamu bisa menganggap awan bukan bagian bumi wong dia memang berasal dari bumi dan kemudian kembal ke bumi lagi. Iya kan? Ada lagi, burung, dan pesawat terbang apa masih dianggap bukan bagian dari bumi walaupun mereka berasal dari bumi.
Tentang pesawat, kamu lugu banget deh. Pesawat ke Saudi, kalau kamu mau keluar dari gravitasi bumi, mau jarak berapa kilometer dari permukaan bumi (air laut)? Tapi jika pesawat “andai-andai” kamu itu terbang keluar angkasa sampai orbit satelit buatan apalagi jika benar-benar sampai keluar dari gravitasi, karena bulan saja masih terkena gravitasi bumi sehingga bulan tidak bisa lepas bebas, tapi terus mengelilingi bumi. Kemudian turun lagi lurus saja ke bawah, tidak perlu bergerak ke barat, maka bumi yang dituruni sudah bukan Indnesia tapi sudah Saudi bahkan mungkin sudah sampai Amerika atau malah balik lagi ke Indonesia, tapi sudah beda hari. Ini jawaban jujur saya.
Pesawat Jakarta Surabaya, kok sama waktu tempuhnya. Ya, terserah pilotnya dia mau ngebut atau tidak. Karena pesawat itu terbang mengikuti jadwal, supaya sampai tepat waktu. Apa kamu bisa memastikan rute perjalanan pesawat Jakarta-Surabaya dengan Surabaya-Jakarta pasti sama. Kalau sama nanti tabrakan dong, kalau kereta ada langsirnya pesawat ada nggak, ya. Kereta api juga bisa beda waktu tempuh Jakarta-Surabaya dan Surabaya-Jakarta padahal relnya sama. Coba kamu jawab dengan jujur kenapa keretanya tidak sama waktu tempuhnya, padahal relnya sama He, he, he. Lucu banget. Ini jawaban seriusnya, karena pengaruh gerak rotasi bumi terhadap pesawat kalah jauh dengan gaya tarik gravitasi terhadap pesawat, maka pesawat lebih fokus kepada mempertahankan ketinggian dan bergerak ke depan, memanfaatkan udara panas yang bergerak naik, yang mendorong pesawat ke atas, tanpa memperhitungkan rotasi bumi yang kamu anggap memberikan keuntungan kepada pesawat. Surat as Sajdah(32): 4, kata kamu nih, setelah wawu athof bahwa benda sebelum dan sesudahnya beda, ya kamu aja yang ngawur, tidak tepat menggunakan dalil, ya jelaslah bumi dan langit itu beda dengan yang ada di antara keduanya. Apa kamu nggak lihat matahari, dan bulan ya beda banget dengan bumi? Apa kamu nggak lihat bintang-bintang dengan bulan? ya pasti bedalah. Bintang dengan burung? Ya, beda jauh bangetlah. Apa kamu nggak juga lihat awan dengan bumi, ya beda bangetlah, dari bentuk, ukuran sampai beratnya pasti beda. Apalagi bumi dengan burung, atau pesawat terbang beda bangetlah. Awan itu bagian dari bumi termasuk juga atmosfir (udara) di luar atmosfir itulah yang di luar bumi. Atmosfir bagian bumi karena bumi tanpa atmosfir, bumi tidak akan menjadi seperti sekarang sebagai tempat tinggal yang nyaman bagi makhluk hidup, atmosfir itu seperti atap yang melindungi penduduk bumi. Alloh juga bilang langit sebagai atap, apakah atmosfir itu langit? ya langit dalam pengertian benda yang posisinya di atas (as sama’), bukan langit yang berlapis-lapis (as samawaat). Masa rumah dengan atapnya terpisah. Nah ruangan di atas atmosfir itu sampai batas langit dunia dengan langit lapis kedua yang merupakan antara langit dan bumi, maksudnya ruangan langit tingkat pertama di luar atmosfir bumi. Demikian juga ruangan antara batas atas atmosfir sampai batas atas langit ketujuh adalah yang dimaksud ayat ini sebagai antara langit dan bumi. Begini ya, bumi, bulan, matahari dan bintang-bintang itu ada di dalam langit dunia, atau langit tingkat pertama, tidak pasti di tengah. Jangan mentang-mentang semua benda di lihat dari bumi kelihatan berjarak sama diyakini 100% jarak benda-benda langit itu sama, karena yang menyebabkan kelihatan sama itu daya jangkau mata bukan jarak yang sebenarnya. Fakta-fakta yang terpampang di hadapan kita itu, salah kamu pahami. Dan penjelasan Harun Yahya tentang alam semesta dan berbagai fenomena alam di dalamnya sedikitpun tidak bsa memberi kepahaman kepada kamu dengan baik. Jika penjelasan seruntut dan sebagus itu bagaikan terangnya matahari di siang bolong masih butuh penjelasan lagi, lalu penjelasan model apalagi yang diharapkan bisa kamu terima dengan akal dan otak kamu. Memang bagus benar ucapan penyair itu, pas banget.
Dan tidak benar sesuatupun dalam pikiran
Kalau siang masih butuh adanya bukti
Bab 6 Jangan Pertahankan….
Teori fisika yang ditulis, okey juga. Tapi kamu tak bisa membedakan teori pembentukan tata surya dengan teori pembentukan alam semesta menurut ilmu fisika, ya. Saya beri tahu : Teori bintang kembar yang satu meledak, Teori bintang lewat, dan Teori kondensasi itu teori pembentukan tata surya bukan teori pembentukan alam semesta menurut ilmu fisika. Teori pembentukan alam semesta menurut fisika adalah Steady State Theory (bukan Teori Keadaan Lunak, Tapi Teori Keadaan Tetap atau Diam = Statis), Teori Osilasi, dan Teori Bigbang. Jangan salah lagi, ya. Penolakan kamu bahwa teori bigbang sesuai dengan al Anbiya (21):30, boleh juga.
Tapi ingatlah teori ini berawal dari pengamatan Hubble tahun 1929 (bukan teori yang dihasilkan dari analisis terhadap fenomena alam lain atau teori lain) atas mengembangnya alam semesta (galaksi-galaksi) dan ini dinyatakan oleh Alloh dalam adz Dzariat(51): 47 Dan langit Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan Kami benar-benar meluaskannya, lalu dikembangkanlah menjadi teori bigbang. Ada kesesuaian dengan al Anbiya (21): 30, Alloh menjelaskan langit dan bumi dulunya suatu yang padu lalu dipisahkan, teori bigbang menunjukkan pemisahan itu terjadi. Apa tidak ada hadits Rosululloh yang bisa kamu tunjukkan memberi penjelasan tentang al Anbiya(21): 30 ini? Yang ada perkataan sahabat, seperti dalam Zaadul Mashir, Ibnul Jauzy : ada 3 pendapat ulama tentang ayat ini: 1. Bahwa langit asalnya rotqon artinya tidak menurunkan hujan, dan bumi pun rotqon tidak menumbuhkan tanaman, kemudian Alloh membuka langit dengan turunnya hujan dan membuka bumi dengan tanaman. 2. Bahwa langit dan bumi dulunya bersatu lalu Alloh memisahkan keduanya. 3. Alloh membuka bumi menjadi enam lagi maka jadilah 7 bumi juga langit dipecah menjadi 6 lagi maka jadilah 7 langit.
Ibnu Abbas yang memiliki perkataan yang persis dengan bunyi ayat yaitu langit dan bumi dulunya bersatu lalu Alloh memisahkan keduanya. Inilah pemahamannya, setelah ledakan pertama bigbang maka terbentuklah partikel subatom, dan terbentuklah atom ringan dan sederhana. Kemudian partikel atom ini mengumpul dan dimulailah pembentukan bintang. Waktu terus berjalan terbentuklah banyak bintang yang kemudian salah satunya diberi nama matahari dan terbentuklah kumpulan materi cair yang kemudian memadat tidak memancarkan cahaya sebagaimana bintang yang kemudian diberi nama planet bumi, mengelilingi matahari bersama planet-planet yang lain. Dari penjelasan ini bisa dipahami bahwa dulunya langit dan bumi termasuk matahari bintang-bintang maupun planet lain bersatu dalam satu kesatuan yang padu kemudian dipisahkan oleh Alloh, yang oleh sain dibaca dan dipahami sebagai ledakan pertama bigbang. Seperti itulah Alloh menciptakan langit dan bumi dalam keadaan menyatu kemudian memisahkannya. Menyatunya dulu sekali, saat bigbang baru dimulai..
Turunnya hujan dan tumbuhnya tumbuh-tumbuhan memang terjadi setelah pemisahan, artinya setelah bumi dan langit terbentuk, kemudian diturunkan hujan agar tumbuhlah tanam-tanaman, ini baru realistis. Masa iya, sesuatu yang padu yaitu langit dan bumi dipisahkan dengan turunnya hujan. Hujan mau turun dari mana kalau langitnya masih nempel dengan bumi. Justru setelah terpisah maka dapat diturunkan hujan. Makna yang kamu ajukan ini terlalu dipaksakan sehingga tidak tepat.
Penolakan bahwa al Anbiya(30): 21 sesuai dengan teori bigbang, terbantahkan.
Masalah ada kaitan ayat ini dengan teori bigbang itu tidak penting, yang penting terdapat kesesuaian antara yang dijelaskan oleh bigbang dengan ayat ini, padahal keduanya berasal dari sumber yang berbeda. Yang satu dari Alloh Sang Pencipta yang satu dari orang kafir, musuhnya Sang Pencipta. Sehingga justru pernyataan ini makin kuat karena didukung oleh Sang Pencipta dan musuhnya.
Dengan teori pengembangan inilah, mereka berani menghitung umur alam semesta dan menentukan kapan datangnya kiamat, kata kamu nih. Masalah menghitung umur alam semesta, apa masalahnya? Oh, mungkin kamu malu ya, kok waktu penciptaan alam semesta ketahuan, yang mestinya itu rahasia Alloh ketahuan orang kafir, ya. Yang jelas Alloh itu menciptakan langit dan bumi ini, dengan cara yang teratur dan dapat dipelajari oleh manusia untuk diambil pelajaran darinya baik orang Islam maupun kafir. Alloh kadang memberikan jalan hidayah kepada manusia melalui kajian ilmu pengetahuan, yang dikuasai orang kafir itu, contoh Maurice Bucail, tentang janin dalam kandungan. Kalau kamu malu ya, pelajari alam semesta jadilah ulul albab agar yang menemukan hal-hal seperti itu orang Islam bukan orang kafir. Justru dalam teori ini dijelaskan bahwa suatu saat di masa lalu terjadi awal penciptaan alam semesta, yaitu saat bigbang dimulai sekitar 15 milyar tahun yang lalu. Kalau saat itu, saat pengamatan Hubble tahun 1929, alam semesta sedang berkembang, maka 10 tahun sebelumnya juga berkembang tapi dengan ukuran yang lebih kecil, 1 juta tahun sebelumnya tentu lebih kecil lagi, apalagi 1 milyar tahun sebelumnya, juga 10 milyar tahun sebelum teramati tentu lebih kecil lagi atau malah sangat kecil. Kemudian dihitung berdasarkan perubahan geseran merah dan jangka waktunya secara periodik, maka diambil kesimpulan bahwa 15 milyar tahun yang lalu pengecilan alam semesta tepat menghilang, bervolume nol. Berarti saat itulah dimulainya pengembangan alam semesta hingga hari ini. Saat itulah awal waktu bagi alam semesta dimulai. Begitulah caranya menghitung umur alam semesta. Adanya penciptaan selalu ditolak oleh orang-orang kafir atheis, seperti teori osilasi, dan teori keadaan tetap (steady state theory). Teori keadaan tetap ini menyatakan bahwa alam semesta dalam keadaan statis, tetap, diam, tidak berubah, dan bintang-bintang menyebar secara merata di alam semesta. Persis pendapatmu dan syekh-syekh kamu yang kamu kuatkan dengan pendapat para ulama. Masalah berani menghitung umur alam semesta apa masalahnya? Apa dosanya? Mana larangan Alloh atas hal itu? Justru dengan teori bigbang ini berhasil dijelaskan bahwa secara ilmiah kafirin terbukti adanya awal penciptaan alam semesta yaitu saat bigbang dimulai. Fakta ditemukannya awal penciptaan menuntut adanya Sang Pencipta yaitu yang berkuasa menentukan dimulainya saat bigbang itu dan bukan saat yang lainnya. Maka bigbang ditolak keras oleh orang-orang atheis kafirin, dan juga oleh orang-orang lain yang sepaham dengan mereka, dan berusaha mempertahankan teori keadaan tetap (steady state theory) yang dianut berabad-abad ini oleh ilmuwan. Mustinya teori keadaan tetap ini yang kamu tentang, bukannya bigbang. Anehnya hari ini kamu justru menolak teori bigbang ini dengan buku ini, tidak hanya persoalan matahari mengelilingi bumi dan mendukung teori keadaan tetap yang menyatakan bahwa alam semesta dalam keadaan statis, diam, tetap, tidak berubah, dan bintang-bintang menyebar secara merata di alam semesta. Persis pendapatmu dan syekh-syekh kamu yang kamu kuatkan dengan pendapat para ulama. Jika ada sisi tertentu teori bigbang yang merupakan kelemahannya maka silahkan diungkapkan dengan baik dan jelas sehingga bisa dipelajari lagi baik untuk perbaikan teori ini atau menggantinya dengan teori yang baru yang sesuai dengan kenyataan yang ada.
Menentukan kapan datangnya kiamat? Sabar dulu di mana pernyataan mereka kapan kiamat terutama Harun Yahya. Jelas tidak ada, mungkin kamu saja yang kejauhan berpikir dan berandai-andai dengan logika kamu bahwa
suatu saat jika berhenti mengembang kemudian alam semesta mengecil karena tarikan gravitasi sebagaimana skenario ke-3, (dari 3 skenario akhir alam semesta menurut ilmu astronomi. 1. alam semesta terbuka, 2. alam semesta datar, dan 3. alam semesta tertutup), maka akan terjadi kiamat dan itu berarti 15 milyar tahun lagi. Begitu, kan? Lalu kamu menganggap orang berpendapat sama dengan kamu dan menuduh mereka telah menentukan kapan waktu datangnya kiamat. Sabar dulu. Alloh sudah memberikan penjelasan lengkap tentang bagaimana hancurnya alam semesta tapi sedikit memberi keterangan tentang awal mula alam semesta, kita kembali kepada al Qur’an ketika bicara tentang kiamat yaitu hanya Alloh yang tahu kapan terjadinya kiamat. Begitulah yao.
Kata kamu, kesemunya itu menjurus pada kesimpulan bumi terjadi bersamaan dengan langit, atau malah duluan langit, padahal Alloh menjelaskan duluan bumi. Sebenarnya teori bigbang tidak bicara tentang tata surya, karena mengenai bintang-bintang dan susunannya kemudian membentuk sistem bintang atau bintang sendirian saja tanpa planet pengiring, dibicarakan secara umum. Kalau boleh dirunut ayat itu menyatakan, langit sudah ada, baru satu dan berupa asap (belum seperti sekarang 7 lapis) ketika Alloh menciptakan bumi dalam 4 hari itu, yang kemudian Alloh memanggil langit dan bumi, kemudian Alloh meciptakan 7 lapis langit. Dan pada lapisan pertama (sama’ ad dunya) Alloh memberi hiasan berupa bintang-bintang, seperti yang hari ini terlihat. Jadi langit pertama sudah ada langit sebelum Alloh menciptakan bumi, dan penciptaan 7 lapis langit inilah yang memakan waktu 2 hari. Jadi langit diciptakan lebih dulu daripada bumi.
Teori ini batal dari awalnya karena mengklaim bumi mengelilingi matahari karena terbuat dari pecahan matahari, sekali lagi al ustadz al fadhil ini teori tata surya bukan teori bigbang (alam semesta). Padahal teori bigbang tdak bicara tentang pembentukan tatasurya. Jadi, jika syekh kamu membatalkan teori bigbang dengan dasar teori pembentukan tata surya, itu terasa menggwelikan. Syekh kamu tidak bisa membedakan teori pembentukan tata surya dengan teori pembentukan alam semesta, atau kamu yang menukil yang ngawur. Ini merupakan kebodohan yang nyata dan parah. Jadi ingat kalimat Ibnu Hajar al Asqolani juga. Pelajari dan kenalilah ilmu pengetahuan itu dengan baik, lakukan percobaan dan penelitian lapangan atas fenomena alam jangan cuma penelitian kitab dan buku-buku saja. Ulama hari ini, merujuk dan mengikuti pendapat ulama masa lalu, cobalah ulama hari ini yang sekarang sedang menghadapi tantangan ilmu pengetahuan mengadakan penelitian tentang ilmu pengetahuan juga, sehingga akan hadir ulama yang paham ilmu agama dengan baik, dan juga menguasai atau mempelajari ilmu pengetahuan tentang fenomena alam yang dihadapi manusia sehari-hari. Dan akan menghasilkan ilmu pengetahuan yang baik, yang penemunya orang yang beriman kepada Alloh, dan dimuliakan oleh Alloh juga oleh manusia lain dan diakui kemampuannya meneliti alam semesta dan memberi manfaat nyata kepada umat manusia. Semoga penjelasan singkat ini bisa membuka wawasan kamu dan syekh-syekh kamu, bagaimana bigbang bicara tentang penciptan alam semesta, langit dan bumi, sehingga bisa memberikan kritik yang membangun terhadap teori bigbang maupun teori sains yang lainnya. Sehingga tidak dengan mudahnya menuduh kafir, zindik, mulhid dan buta mata hatinya atau tidak beriman lagi kepada Alloh dan ayat-ayatNya, orang seperti saya yang memahami teori bigbang seperti itu, yaitu sesuai dengan al Anbiya(30): 21.
Sebelum bigbang tiada materi maupun energi adalah kebohongan nyata padahal Alloh sudah menciptakan pena, arsy, dan air, kata kamu nih. Pena, arsy, dan air itu, makhluk ghoib takkan terjangkau oleh peralatan manusia yang dibuat untuk mempelajari alam semesta. Mereka ini diimani keberadaannya tapi tidak akan bisa dibuktikan dengan peralatan manusia yang dipakai untuk penelitian alam semesta, karena mereka makhluk ghoib. Kamu menuntut ilmu pengetahuan mampu mendeteksi seluruh makhluk Alloh, termasuk makhluk ghoib, seandainya air, arsy, dan pena adalah bukan makhluk ghoib pun belum tentu bisa dideteksi oleh ilmu pengetahuan, karena saking jauhnya. Bagi saya, ini juga merupakan kebodohan yang nyata. Wajar saja, wong kamu sendiri juga belum pernah melihat atau memegang makhluk-makhluk Alloh itu. Jadi ingat kalimat Ibnu Hajar al Asqolani.
Apa yang mereka klaim bahwa proses terjadinya alam semesta itu selama 15 milyar tahun adalah kebohongan yang jauh lebih parah, bukankah Alloh dengan tegas mengatakan selama 6 hari? Mana yang namanya 15 milyar tahun??? Subhanalloh, kata kamu nih. Subhanalloh juga. Maaf nih, kamu salah memahami sebutan waktu 15 milyar tahun, yang benar bukannya alam semesta menurut sains diciptakan selama 15 milyar tahun, tapi awal waktu diciptakannya alam semesta itu 15 milyar tahun yang lalu. Saat terjadinya bigbang (ledakan besar) itu 15 milyar tahun yang lalu bukan lamanya penciptaan alam semesta. Point pentingnya sengaja saya garis bawahi agar jelas. Hal ini juga menunjukkan kebodohan yang lebih parah lagi dari sebelumnya. Ikutan kata-kata kamu ah, tapi kebohongan diganti kebodohan aja. Ilmu pengetahuan ternyata mampu menjangkau sampai bagaimana awal mula penciptaan langit dan bumi, dan Alloh juga memberikan informasi tentang penciptaan alam semesta, bahkan seluruh makhluk tapi global saja, tidak detil. Pengamatan Hubble dan penelitian selanjutnya membuktikan awal penciptaan adalah 15 milyar tahun yang lalu sebagaimana penjelasan di atas, ini kenyataan yang disaksikan bahwa alam semesta (langit pertama) mengembang, tidak diam saja. Ini dalil hissi dan dalil naqli adz Dzariyat : 47. Kenyataan tidak bertentangan dengan dalil yang shohih dan apalagi shorih. Jika kamu menolak dalil hissi hanya berpegang pada nash agama saja, kamu akan tercela, seperti kata-kata yang kamu nukil di bukumu ini. Semoga kamu mau belajar lagi lebih dalam tentang ilmu pengetahuan dan ilmu agama sehingga makin mantap ilmunya. Dapat disimpulkan bahwa sains tidak mengatakan alam semesta diciptakan selama 15 milyar tahun, kamu salah paham. Inilah yang disebut dengan 15 milyar tahun. Ustadz-ustadz kamu dan teman-teman kamu yang lainnya tidak bisa melihat kesalahan sesederhana ini, dan kemudian mengingatkan kamu tentang kekeliruan ini. Waktu 6 hari adalah lamanya Alloh menciptakan langit dan bumi dan segala isinya, Harun Yahya sudah membahas perkara ini dengan baik di buku atau VCD yang diterbitkannya.
Keanehan demi keanehan harus segera dimaklumi…., saya juga menemukan keanehan demi keanehan dalam buku ini tapi kemudian saya maklumi. Karena kamu sebagai penulis sering salah memahami persoalan sains yang sedang kamu tolak yaitu heliosentris dan bigbang maupun yang kamu dukung yaitu geosentris, dan teori steady state, tapi ini saya maklumi. Karena kesemuanya teori orang kafir yang tidak kamu kuasai dengan baik, semoga ini menjadi pelajaran yang berharga bagi semuamya, ikutan kalimat kamu lagi saya. Maka saya mengajukan gagasan sebuah percobaan kecil-kecilan sehingga mudah dipahami secara nyata, dengan mata kepala kamu sendiri dan orang-orang lainnya yang sependapat dengan kamu. Bukan dengan dalil agama ataupun keterangan dari sains saja, tujuannya agar kamu merasakan penelitian, dan mendapatkan pemahaman yang baik tentang alam semesta dan teori sains yang berkembang hari ini. Semoga berguna bagi banyak pihak. Niru lagi.
Halaman 158
Jagat Raya Tanpa Batas
Kamu mengatakan opini umum yang diajarkan kurikulum bahwa alam semesta tanpa batas, karena di samping tata surya kita ini masih banyak tata surya lain yang belum ditemukan, juga mash ada galaksi lain selain galaksi bimasakti yang diklaim sebagai galaksinya tata surya matahari. Belum lagi jarak matahari ke bumi 150 juta km padahal ini bintang terdekat dari bumi, lalu matahari bersama bumi dan bulan bergerak di jagat raya tanpa batas ini. Belum lagi dengan bintang Alpha Centaury yang merupakan bintang terdekat kedua setelah matahari diklaim berjarak 4,35 tahun cahaya. Ini bintang kedua padahal masih banyak bintang-bintang lain dalam tatanan galaksi bima sakti atau galaksi-galaksi lainnya. Bahkan kemudian bagaimana super galaksi dan hipergalaksi, la haula wala quwwata ila billah, kata kamu. Lalu di manakah langit dunia? Padahal sangat dekat? Coba bayangkan, hanya 500 tahun perjalanan unta, Sykeh Humaid memperkirakan 9 juta km, dan langit ketujuh hanya 126 juta km. Wallohi saudaraku seiman, jika jarak bmi matahari 150 juta km, dan perkiraan Syekh Humaid benar maka berarti matahari di atas langit ketujuh, lalu apa yang akan kita katakan tentang Alpha Centaury??? Lalu bagaimana dengan klaim tentang super galaksi dan hipergalaksi??? La haula wala quwwata illa billah.
Terus terang saya terharu mendengarkan kalimat kamu yang bingung seperti itu dan sepertinya panik dan ketakutan. Kamu mengklaim hal itu semua sebagai klaim sains bahwa alam semesta tanpa batas, saya maklumi hal itu karena saking besarnya gambaran yang diberikan sains dan sekaligus gambaran yang berhasil kamu terima tentang besarnya alam semesta menurut sains itu, tanpa batas. Padahal sebesar apapun gambaran alam semesta yang kamu terima itu, tidak membuat klaim bahwa alam semesta tanpa batas. Kamu jadi bingung di mana dan seperti apa batas alam semesta menurut sains ini. Tapi terus terang saya maklum dengan pemahaman kamu yang menganggap bahwa sains mengklaim alam semesta tanpa batas, karena keyakinan inilah yang dianut oleh banyak ilmuwan khususnya ahli astronomi karena mengikuti pendapat Bruno yang melengkapi teori heliosentris dan Hoyle yang mengajukan teori keadaan tetap (steady state theory) dalam rangka menolak keberadaan pencipta alam semesta. Tetapi kemudian teori bigbang membantah teori keadaan tetap ini dan menyatakan bahwa penciptaan alam semesta terjadi sekitar 15 milyar tahun yang lalu, sejak saat itu hingga hari ini terus membesar dengan menjauhnya bintang-bintang dan galaksi dari pusat ledakan bigbang. Bintang-bintang atau galaksi-galaksi terjauh inilah batas alam semesta menurut sains dalam hal ini menurut teori bigbang. Orang yang memahami perkara inipun belum banyak termasuk kamu yang justru membantah teori bigbang, sebagai bagian dari sains yang menyatakan bumi berotasi. Maka ketika kamu menganggap bahwa sains membuat klaim bahwa alam semesta tanpa batas, lalu kamu mengambil pendapat ad Duwaisy dan perkiraan Syekh Humaid yang menjadikan Hadits Ibnu Mas’ud sebagai dasar pendapat mereka, lalu kamu benturkan dengan klaim itu, saya dapat memahami. Kemudian ternyata pembahasan jarak Arsy dengan bumi dalam al Qur’an malah tidak kamu bahas, saya menduga dan hampir yakin karena mereka berdua (ad Duwaisy dan Syekh Humaid) tidak membahas ayat itu, sebagai ukuran jarak langit dan bumi. Memang ayat itu bicara tentang jarak Arsy ke bumi yang dijalani oleh Ruh (malaikat Jibril) dan malaikat yang lainnya dari Arsy ke bumi, sementara Arsy ada di atas langit ketujuh setelah air, jadi lebih mendekati kebenararan dari sisi jarak. Tapi saya akan memberikan sedikit penjelasan tentang hal itu.
Klaim alam semesta tanpa batas dikeluarkan oleh teori steady state sedangkan berdasarkan teori bigbang alam semesta dibatasi oleh awal ledakan dan jarak bintang terjauh dari pusat ledakannya. Saya juga menolak kalau alam semesta tanpa batas. Karena yang berpendapat seperti itu adalah teori alam semesta sebelum bigbang, seperti teori steady state dan juga teori osilasi yang berusaha menolak keberadaan pencipta (Alloh), juga menolak adanya awal penciptaan seperti dinyatakan teori bigbang, karena jika ada awal waktu penciptaan berarti ada penciptanya. Tapi anehnya justru kamu menyetujui teori steady state bahwa alam semesta diam tidak bergerak alias statis sama dengan pendapat Hoyle si kafir itu yang telah mengajukan teori steady state itu, dan membenarkan teori geosentrisnya kafirin Aristoteles dan Ptolomeus kafirin yang lain lagi, para penyembah berhala. Oh, tampaknya kamu nggak bisa membayangkan alam semesta yang begitu besar seperti yang dijelaskan oleh sains hari ini, ya. Jarak bumi matahari 150 juta km, ke Alpha Centaury 4,35 tahun cahaya, apalagi bintang lain dalam bimasakti, yang hanya satu dari jutaan galaksi. Apalagi super galaksi dan hipergalaksi yang nggak ketulungan lagi jauhnya, dan besarnya alam semesta. Kalau ini kenyataan lalu di mana langit dunia? Padahal sangat dekat, cuma 9 juta km bahkan langit ketujuh cuma 126 juta km saja, kata kamu . Wah tampak sangat sulit ya, memahami alam semesta yang disebut orang kafir itu, ya. Gede banget sampai nggak muat di kepala kamu.
Alpha centaury 4,35 tahun cahaya = 4,35 thc = 300.000 km/detik x 4,35 tahun x 354 hari x 24 jam x 60 menit x 60 detik = 39.914.208.000.000 km = 39.914.208 juta km. 39.914.208 juta km / 126 juta km jarak bumi ke langit ketujuh = 316.779,429 kali lebih jauh. Selisih pengukuran jarak Alpha centaury dengan langit ketujuh versi al Humaid : 39.914.208 juta km – 126 juta km = 39.914.082 km; Selisih pengukuran jarak Alpha Centaury dengan Arsy versi al Humaid : 39.914.208 juta km – 153 juta km = 39.914.055 km. Jauh banget ya bedanya.
Jangan marah dong, kalau kepalamu nggak bisa nampung alam semesta segede itu. Okey saya bantu memahami, dimana langit dunia? Kata kamu yang sedang bingung en mumet. Alam semesta yang dimaksud oleh penjelasan kamu itu justru baru langit dunia, ciri langit dunia dihiasi bintang-bintang (al Anbiya(30): 12) dan galaksi itu, bahkan super atau hiper galaksi itu tersusun dari milyaran galaksi, dan galaksi itu tersusun oleh milyaran bintang, jadi penyusunya tetap bintang yang berarti masih langit dunia. Langit kedua Alloh tidak memberitahu kita tentang hiasannya atau ciri yang lain, ada sedikit misalnya: tiap langit ada pintu dan ada penjaganya, tentu saja di perbatasan langit pertama dengan kedua, dan seterusnya. Bayangkan sebuah bola misal bola kaca sebesar bola untuk voli, di dalam bola itulah terdapat seluruh galaksi berikut bintangnya, yang menyebar di dalam bola itu, ada yang di pinggir dan yang agak ke tengah dan galaksi-galaksi itu bergerak menuju kulit bola. Ini baru bola langit dunia, bola langit tingkat pertama. Lalu di mana bumi dan matahari ya? Mereka ada di dalam bola langit pertama ini, tapi tidak di tengahnya. Titik tengahnya adalah titik pusat atau awal ledakan bigbang. Lalu di mana langit kedua? Ada di luar bola langit pertama, melingkupi bola langit pertama, seperti bola basket dari bahan plastik transparan di dalamnya ada bola tenis persis di tengahnya. Bola tenis yang di tengah adalah langit pertama dan bola basket dikurangi bola tenis adalah langit kedua. Luasnya atau besarnya langit kedua adalah luasnya bola basket dikurangi luasnya bola tenis. Jadi langit kedua adalah adalah dari bulu-bulu bola tenis itu sampai ke kulitnya nola basket itu. Begitu seterusnya hingga langit ketujuh. La halula wa la quwata ila billah, juga Allohu akbar, ikutanlah, seperti kamu. Besar banget ya, alam semesta itu gede banget tapi ada yang lebih besar lagi. Tapi tetap Allohu akbar. Semoga penjelasan ini bisa dipahami atau malah tambah mumet, karena alam semesta saya, jauh lebih besar daripada yang dipahami orang dan dalam kurikulum, kata kamu. Berarti kamu salah jika menggunakan perhitungan Syekh Humaid untuk menentukan batas alam semesta berupa tujuh langit itu. Perhitungan syekh, 9 juta dan 126 juta km berdasarkan hadits 500 tahun perjalanan kemudian diukur dengan perjalanan unta, itu tidak salah perhitungannya, saya sudah hitumg ulang. Tapi inilah, saya mengajukan perhitungan atau pendapat berdasar ayat 4 surat al Ma’arij. Selamat berpikir semoga jadi tambah pusing en mumet en bingung, tapi kemudian akan jelas semoga aja. Coba saya mau tanya bagaimana sih, gambaran kamu tentang langit yang punya fisik, punya pintu, dan tidak bisa ditembus oleh apapun. Apa seperti bola yang saya gambarkan? Di kulit bola ada lubangnya yang merupakan pintu langit atau ada gambaran lain, deh. Gambaran tentang pintu langit coba baca, buku tafsir as samawat, ada di sana gambaran tentang turunnya hujan, yaitu batas kritis massa awan atau mendung dengan udara di bawahnya menyebabkan terbukanya wilayah itu, ibarat terbukanya pintu langit untuk turunnya hujan, dan ini dengan izin Alloh tentunya, dan Alloh berkehendak menurunkan hujun ini kepada siapa saja yang dikehendakinya, maka di situlah pintu langit diizinkan terbuka untuk menurunkan hujan.. Okey, kamu punya gambaran lain tentang pintu langit, atau kamu bilang tidak tahu atau belum ada ide, dan belum ada dalil. Ya, nggak apa-apa. Kita diskusilah.
Matahari bergerak 720.000 km/jam ini, mengelilingi pusat galaksi bimasakti bersama milyaran bintang lain yang mengelilingi galaksi itu, ataukah pergerakannya bersama meluasnya alam semesta yang berarti bersama anggota galaksi bima sakti yang lain. Saya tidak tahu, apakah kamu tahu? Kemudian kalau ditanya: Seharusnya sudah sampai mana? jawabannya: Saya tidak tahu. Dan tidak penting sudah sampai mana, emangnya mau mampir tempat siapa?
Hitunglah sendiri, … niscaya akan engkau dapati sebuah keajaiban antara sebuah klaim dengan sebuah nash Rosululloh. Kata kamu lho ini. Saya sudah hitung, ternyata memang banyak keanehan dan keajaiban. Jarak antara bumi dengan langit tingkat pertama 500 tahun perjalanan unta atau 70 tahun perjalan kuda, sekitar 9 juta km, sedangkan jarak bumi dengan langit lapis ketujuh 126 juta km. 126 juta + 9 juta km (ruang antara langit ketujuh dengan air) = 135 juta km, 135 juta + 9 juta = 144 juta km (air), 144 juta km + 9 juta km = 153 juta km (arsy). Cahaya dalam 1 detik menempuh jarak = 300.000 km (3 x 108 m/d = 300.000.000 meter per detik), makhluk Alloh yang bernama cahaya menempuh jarak dari bumi ke Arsy atau sebaliknya 153.000.000 km / 300.000 km/detik = 510 detik = 8,5 menit, menurut perhitungan Syekh Humaid. Sedangkan Alloh menyatakan dalam al Qur’an surat al Ma’arij : 4 bahwa malaikat dan ruh menghadap Alloh dalam waktu sehari yang kadarnya 50.000 tahun menurut perhitungan kita. Saya tidak tahu lebih cepat ataukah lebih lambat kecepatan terbang mereka dibandingkan cahaya, seandainya sama maka Arsy itu berjarak 300.000 km/detik x 50.000 tahun x 354 hari x 24 jam x 60 menit x 60 detik = 458.784.000.000.000.000 km = 458.784.000.000 juta km (354 hari adalah 1 tahun Hijriyah). 458.784.000.000 juta km / 153 juta km = 2.998.588.240. Jadi sekitar 2.998.588.240 kali lebih jauh dibandingakan perhitungan Syekh Humaid yang menggunakan perjalanan unta sebagai ukuran atas waktu 500 tahun perjalanan unta dalam Hadits Ibnu Ms’ud, sedangkan selisihnya : 458.784.000.000 juta km - 153 juta km = 458.784.000.847 km. Dalam skala waktu 500 tahun x 16 = 8000 tahun perjalanan, sementara ruh dan malaikat menempuh jarak itu 50.000 tahun menurut perhitungan kita. 8.000 berbanding 50.000. Akan lebih jauh jarak bumi dan arsy jika ruh dan malaikat ini terbang lebih cepat daripada cahaya, jika lebih lambat maka tidak sebesar ini jaraknya, karena jarak ini yang ditempuh cahaya. Memang sangat aneh bin ajaib, setelah diperhatikan dengan seksama. Menggunakan dalil hadits tapi meninggalkan al Qur’an. Kok bisa, ya.
Mobil bergerak cepat 150 km/jam tiba-tiba berhenti, isi mobil berantakan. Bagaimana bumi yang diklaim bergerak 30 km/detik (menurut pendapatmu ini rotasi bumi) kemudian berhenti mendadak saat matahari terbit dari barat, apa yang akan terjadi? Kamu kecelik, kamu salah, kecepatan itu adalah kecepatan bumi mengelilingi matahari alias revolusi bumi, bukan rotasi. Periksa dulu dari mana asal angka 30 km/detik itu, biar nggak salah. Sudah dengan penuh semangat dengan berapi-api menggunakan contoh mobil segala, menghantam dengan sangat hebat, sebuah bukti dan dalil sangat kuat yang tak mungkin terbantahkan, ternyata salah data, malah kecelik. Angka 30 km/detik ini insya Alloh berasal dari : garis edar bumi terhadap matahari dibagi waktu revolusi bumi = 2r/t = 2 x 3,14 x 150.000.000 km/ 1 tahun = 942.000.000 km/365,25 x 24 jam x 60 menit x 60 detik = 942.000.000 km / 31.557.600 detik = 29,850 km/detik dibulatkan 30km/detik, masih di bawah 30km/detik bukannya lebih dari 30 km/detik. Angka rotasi bumi : 500f/hari = 500 x 5.544m /hari = 2.772.000 meter/hari = 2.772 km/hari = 2.772km/24 jam = 115,5 km/jam = 0,032083 km/detik bukannya 30 km/detik. Kamu menggunakan contoh mobil dengan kecepatan super cepat yaitu 30 km/detik lalu berhenti mendadak dibandingkan dengan kecepatan rotasi bumi 30 km/detik yang berbalik arah saat matahari akan terbit dari barat menjelang kiamat. Kamu salah data 30 km/detik itu kecepatan revolusi bumi mengelilingi matahari bukannya kecepatan rotasi bumi pada porosnya yang akan berbalik arah ketika menjelang kiamat matahari terbit dari barat. Tapi ilmu tidak mengenal kejumudan, masih bisa dikoreksi. Sudah saya renungkan dan ternyata kamu salah data. Ini keanehan lagi. Saya menduga kamu tidak bisa membedakan bergerak dalam artian berpindah tempat dengan bergerak yang maksudnya berputar ketika mengambil perkataan ulama sebagai rujukan. Coba kamu renungkan. Saya merenungkan peristiwa terbitnya matahari ke barat, jika rotasi bumi berbalik, maka akan terjadi perlambatan dulu tidak langsung ngerem mendadak. Walaupun kecepatan bumi berotasi adalah sangat cepat 115 km/jam beda tipis dengan 150km/jam tapi beda jauh dengan 3000 km/detik, tetapi bumi akan memperlambat putaran rotasinya, berhenti lalu berbalik arah. Apa harus berhenti mendadak, lalu membalik arah rotasi, kan bisa pelan-pelan berhentinya? Siapa yang mengharuskan bumi berhenti mendadak? Adakah hadits yang mengatakan bumi berhenti mendadak? Dan saya renungkan lagi, tsunami itu karena terjadinya gempa bumi atau letusan gunung berapi di laut, bukan karena rotasi bumi atau berhentinya rotasinya atau berhentinya revolusi bumi dan memang sama sekali tidak ada hubungannya, sekali lagi tidak ada hubungannya dengan pergerakan bumi yang super cepat itu. Aneh juga ya. Aneh bin ajaib. Setelah saya renungkan dengan baik ternyata memang ada hubungan antara rotasi bumi dengan terbitnya matahari dari barat saat akan kiamat, dan saya pikir-pikir kamu masih pakai dalil tentang hari kiamat juga untuk yang bukan kiamat, tapi oh baru tanda menjelang kiamat, sorry ya. Salah saya. Sekali lagi, saya renungkan tentang peristiwa itu, ternyata peristiwa mobil berhenti mendadak itu tidak terjadi karena bumi melambatkan rotasinya dulu baru berhenti dan berbalik arah. Coba kamu renungkan lagi peristiwa itu mungkinkah mobilnya berhenti pelan-pelan supaya tidak terjadi kecelakaan atau harus berhenti mendadak agar terjadi kecelakaan. Renungkanlah sekali lagi dengan sungguh-sungguh. Dan hati-hati dengan jebakan pemahaman dan klaim dirimu sendiri. Karena dengan perenunganmu yang mendalam jika matahari yang mengelilingi bumi lalu matahari yang bergerak secepat itu 30 km/jam, kata kamu dan syekh-syekh kamu tidak ada masalah. Saya melihat adanya masalah, yaitu matahari akan berantakan isinya, dan akan berhamburan, ke mana-mana ke tempat yang tidak ada seorangpun bisa membayangkannya. Tampaknya matahari tinggal ¾ nya yang tersisa, ¼ nya bubar, nggak karu-karuan, hilang ke mana- mana ke tempat yang tidak ada seorangpun bisa membayangkannya atau bahkan mungkin tinggal ½ nya. Jadi mataharinya mengecil. Ini lebih aneh lagi dari sebelumnya. Tapi bagi kamu dan orang-orang sepaham dengan kamu, nggak masalah kan, yang hancur begitu kan matahari, bukan bumi. Persis orang yang diancam Alloh akan dijatuhi gumpalan dari langit, emangnya gue pikiran, jatuhnya tidak ke bumi. Ini baru aneh bin ajaib. Kalau ke bumi baru mikir dia, maka Alloh mengancam menjatuhkan gumpalan dari langit ke bumi bukan ke tempat lain. Ini baru tidak aneh. Banyak memang keanehan yang saya temukan.
Saya juga mengikuti pendapat rotasi tapi bukan pengagum rotasi bumi, sebagaimana kamu pembenci rotasi bumi, kalau ditanya kenapa air (maksudnya: air laut) tidak tumpah? Saya jawab karena gravitasi bumi, air terikat oleh gravitasi bumi sehingga selalu mengalir ke bawah, ke arah pusat bumi. Contoh gelas berisi air itu, pengaruh gaya centrifugal yang arahnya keluar dari pusat putaran, justru jika pakai gaya ini, air laut harusnya terlempar keluar menjauhi pusat bumi, dan akan menimbulkan tsunami. Gaya sentrifugal inilah yang dikatakan oleh kamu atau syekh kamu akan menyebabkan terlemparnya berbagai bangunan dan makhluk hidup dari bumi. Dan saya bantah, gaya ini harus mempu menjebol bangunan berikut pondasinya yang tertanam dalam bumi. Pada contoh ini justru tidak tumpahnya air dalam gelas itu karena gaya sentrifugal melawan gaya gravitasi yang berusaha menarik air ke arahnya (bumi). Gaya tarik gravitasi terhadap air laut lebih besar dari gaya sentrifugal yang terbentuk oleh putaran rotasi bumi. Renungkan baik-baik. Kamu ketipu, orang itu. Lagi pula air laut mau tumpah ke mana ustadz al fadhil? Tumpah ke daratan? Nanti juga balik ke laut lagi karena lautan lebih rendah daripada daratan. Pertanyaan ini aneh dan mengada-ada.
Mengapa Alloh tidak pernah menyebut bumi bergerak, padahal sering menyebut matahari, bulan, dan bintang bergerak? Saya jawab dengan kejujuran: Penyebutan dalam al Qur’an itu mutlak hak Alloh Subahanahu wa ta'ala untuk menyebutkan atau tidak menyebutkan sebuah fenomena alam. Sebagaimana Alloh tidak pernah menyebutkan bahwa bumi bulat, tidak ada satu ayatpun Alloh menyebutkan bumi bulat, padahal kita lihat aslinya bumi memang bulat, pikirkan itu wahai al fadhil yang berakal. Mengapa Alloh tidak pernah menyebutkan bahwa bumi bulat, padahal kita lihat aslinya bumi memang bulat? Sama pertanyaannya, kan? Jawab wahai insan yang berakal. Ayo jawab! Satu tanda seru aja nggak perlu tiga. Geli aku. Disuruh mikir malah balik nyuruh mikir. Ditanya, malah balik nanya. Ingat kalimat Ibnu Hajar al Asqolani? Jadi aneh banget.
Mereka orang kafir yang membuat teori heliosentris maupun geosentris, katamu nih. Memang iya, mereka orang kafir, makanya jangan dibela-bela amatlah teori geosentrisnya Aristoteles dan Ptolomeus kafirin itu. Hari gini kamu menghidupkan kembali bangkai mati tidak berguna milik orang kafir itu, teori geosentris. Kamu membela geosentris menggunakan dalil agama, kalau saya tidak membela heliosentris dengan dalil agama, saya menggunakan pemahaman saya atas alam semesta, dari al Qur’an, sunnah, maupun dari kenyataan. Maka saya menggunakan komidi putar dan percobaan menggambarkan pergerakan bintang untuk membantah geosentris dan tidak menggunakan dalil agama. Dalil agama yang saya pakai memang sudah ada di bukumu ini. Kamu menggunakan agamamu untuk mendukung teori orang kafir yang oleh orang kafir sendiri sudah dibuang jauh-jauh, dan ditimbun sampah sejarah di abad pertengahan yang bobrok yang gelap-gulita, dan berbau sangat busuk, seperti bangkai anjing dalam syair itu. Membawa-bawa dalil agama dan perkataan ulama dan menuntut diikuti dan mengkafirkan siapa saja yang menentang teori geosentris persis para pastur dan pendeta katolik abad pertengahan itu, yang mendapat restu dari para pendeta, pastur dan gereja. Syair gagak itu sangat pantas diucapkan oleh orang yang berakal, dan cerdas, serta hebat dan gagah perkasa, yang tidak takut salah. Mungkin ini salah satu model hujatan yang kamu terima, ya. Semacam burung gagak itu, ah itu sih biasa. Orang-orang salafi memang suka menghujat. Kamu aja menyebut Ptolomeus dengan Iskandar Ptolomeus seperti orang mana gitu, pakai nama Iskandar kaya orang Islam aja, mestinya kamu baro’ menyebutnya ya, alexander misalnya nama aslinya sebagai kafirin. Lihat fakta dan kenyataannya, lalu teliti dan selidiki, pelajari mengapa dan bagaimana semuanya bisa berlangsung. Kamu setelah makan kenyang, kalau waktunya makan tiba, lapar lagi, pernah kamu teliti mengapa bisa lapar dan bagaimana reaksi tubuh kita terhadap lapar? Pernah belum? Kurang kerjaan gitu ya. Ada hal lain yang lebh berguna dan bermanfaat yaitu mengkaji ilmu agama dan mendakwahkan, kemudian dapat pahala yang banyak dan terhindar dari dosa, begitu ya? Tapi apa iya, tidak bisa sedikit saja memperhatikan fenomena yang ada dalam diri kamu sendiri, sih.
Bab 7 Syubuhat Dan Bantahannya.
Gunung berjalan seperti awan.
Kalau kamu katakan, menyandarkan bumi berotasi atau berevolusi dengan dalil : berjalannya gunung dalam ayat ini memang tidak tepat, saya setuju. Dalam ayat ini Alloh memberitahu kita bahwa gunung-gunung itu berjalan dan bergerak sebagaimana jalannya awan, gerakannya awan bukan gerakan matahari, atau gerakan burung, atau anak kecil yang menyambut ibunya pulang dari pasar, atau gerak yang lain, atau dan kamu lihat gunung-gunung itu, dia akan bergerak dan bergetar, tidak perlu kata-kata kamu sangka. Kita pasti menyangka gunung itu diam tidak ke mana-mana, bagaimana dia akan pindah? Akan sangat aneh. Tapi Alloh menyebutkan kita menyangka gunung-gunung itu diam dan kemudian menjelaskan tidak begitu, sesungguhnya gunung itu bergerak bahkan dipilihkan kata berjalan, berpindah tempat, tidak diam, dan cara berjalannya seperti cara jalannya awan. Kita bisa dengan jelas melihat cara jalannya awan tapi kita tidak bisa melihat dengan jelas jalannya gunung-gunung itu, dan Alloh memberitahu kita tentang berjalannya gunung melelui ayat ini. Kalau bergerak saja bukan berjalan bisa dimaknai goncang, bisa melambung ke atas, amblas ke bawah, berputar pada porosnya, dan lain-lain yang maknanya tidak berpindah tempat, tapi Alloh dengan jelas menyebutkan gunung-gunung itu berjalan. Jika dikaji secara langsung dengan penelitian lapangan, maka ditemukan gunung maupun pegunungan berfungsi seperti angker (jangkar) bagi kapal yang membuat kapal itu stabil, terhadap kerak bumi sehingga daratan (bumi) yang kita pijak juga stabil, tidak goyang, maupun goncang. Kerak bumi adalah lapisan teratas bumi. Di atas lapisan inilah daratan dan. lautan berada. Kerak bumi yang rendah terisi oleh air laut dan yang lebih tinggi menjadi daratan dan termasuk gunung dan pegunungan. Melalui ayat ini Harun Yahya telah membuka wawasan saya, tentang keberadaan gunung dan pegunungan sebagai pasak bumi agar bumi tenang, tidak bergoyang, dan mantap sehingga enak ditinggali. Dan bukannya menjadikan bumi ini tak bisa bergerak kemana-mana karena ada gunung yang menjadi pasak baginya, sehingga harus matahari, bulan, dan bintang, juga semua benda langit lainnya yang mengelilingi bumi, dengan berbagai dalil seperti yang kamu ajukan. Ar Rohman 55: 24 : MilikNyalah kapal-kapal yang berlayar di lautan bagaikan gunung-gunung. Jika dicermati, maka kapal-kapal yang berlayar di lautan itu bagaikan gunung-gunung. Mari diskusikan ayat ini, kapal-kapal ini mengambang di atas air laut, walaupun bahannya terbuat dari besi atau logam lain dan bobotnya sangat berat tapi tetap terapung, dan tidak tenggelam. Allohlah yang menahan kapal-kapal ini tidak tenggelam, dan persis seperti gunung-gunung yang juga mengambang di atas cairan magma yang sangat panas. Memang dengan jelas kita melihat kapal-kapal mengambang di atas air dan tampak seperti pulau atau gunung yang berdiri di tengah lautan, tapi Alloh subhanahu wata'ala juga memberitahu kita bahwa kapal-kapal itu bagaikan gunung-gunung maka ada informasi yang Alloh berikan kepada kita ketika menyebutkan kapal itu seperti gunung. Memang kita tidak bisa melihat dengan jelas mengambangnya gunung-gunung di atas magma. Alloh memberikan informasi ini dengan perbandingan kapal-kapal yang berlayar. Dalam 2 ayat itu Alloh bicara tentang gunung yang pertama menyatakan bahwa berjalannya gunung itu seperti berjalannya awan, dan kedua berlayarnya kapal-kapal itu seperti gunung-gunung. Penjelasan saya ini seperti kata-kata kamu : Saya makan seperti makannya Muhammad, yaitu: Gunung itu berjalan seperti berjalannya awan, yang mengambang di lapisan atmosfir, sedangkan gunung mengambang di atas magma. Juga gunung-gunung yang mengambang di atas magma seperti kapal-kapal yang berlayar itu mengambang di atas lautan.
Berkaitan dengan peristiwa kiamat atau bukan Alloh telah memberikan informasi bahwa cara berjalannya gunung seperti cara berjalannya awan, yang melayang di langit itu. Syairnya bagus juga,
Betapa banyak pencela ucapan yang benar
Sisi cacatnya adalah pemahaman yang salah
Inilah akibatnya jika salah memahami, dapat mencela kebenaran, dan dengan penuh semangat membela kesalahan. Syair ini bisa mengenai kita semua. Tinggal pemahaman siapa yang salah. Dari kalimat selanjutnya kamu kelihatan salah dalam memahami gerakan awan ini, mana mungkin mengelilingi matahari setahun, dan berotasi selama 24 jam, awan itu lambat, lebih cepat pesawat, sedangkan pesawat saja mustahil bergerak 30 km/detik. Pertama saya jawab: awan itu memang bergerak mengelilingi matahari sekali setahun, jika setahun itu awannya tidak menjadi hujan, dan berotasi 24 jam bersama bumi, ya pasti tidaklah awan bergerak bebas ke mana saja angin mendorongnya. Awan berada dalam lingkup atmosfir dan tidak harus mengikuti gerak rotasi bumi, nah yang terpengaruh oleh rotasi bumi adalah pergerakan matahari, bulan, dan bintang-bintang. Begitu juga angin, udara, pesawat, kereta api, anak yang berjalan pulang sekolah, kamu yang sedang berdiri menunggu bis atau angkutan kota yang berhenti mendadak, atau balon yang terbang terbawa gas hidrogen yang ada di dalamnya, atau gelombang air laut yang bergerak cepat menuju pantai, karena mereka semua bergerak bersama bumi, mereka semua berada di bumi. Kedua: kecepatan 30km/detik itu untuk revolusi bumi terhadap matahari lalu apa hubungannya dengan gerak pesawat dan awan? Memang awan, pesawat dan yang sebutkan selanjutnya termasuk bumi bergerak 30km/detik mengelilingi matahari. Pasti kamu mengira 30 km/detik itu kecepatan rotasi, ternyata bukan. Cukup jelas, ya.
Subuhat yang lain saya tidak sependapat dengan subuhat itu, saya punya pandangan yang sama dengan kamu, sejauh subuhat yang kamu tampilkan. Seperti kesepakatan ilmuwan, bagi saya tidak ada kesepakatan ilmuwan. Bagi mereka yang benar itu selama belum dapat dipatahkan dan dibuktikan salah, maka teori yang sesuai dengan pengamatan akan semakin kuat sampai datang teori baru yang melengkapinya atau malah menggantinya.
Benda besar mengelilingi benda kecil, saya setuju, bagi Alloh mudah.
Dokumenter tata surya, ya, hendaknya kita lebih arif dan bijak untuk menjelaskan tentang itu kepada umat yang belum paham. Bukannya malah menyalahkan dan menyudutkan dengan sebutan zindik, mulhid, buta mata hatinya dan sebutan-sebutan kotor dan buruk lainnya.
Mendaratnya manusia di bulan. Memang hari ini, diragukan manusia mendarat di bulan karena dari video yang dijadikan dokumentasi ternyata ada cacatnya, seperti bergeraknya bendera amerika, tapi perlu diperhatikan itu bendera memang sengaja dibuat berkibar dengan memasang pipa di bagian atas bendera. Tiang bendera itu berupa pipa bentuk L sehingga benderanya tampak berkibar, karena memang di sana tidak ada angin. Jangan salah lagi. Perhatikan foto atau videonya lagi jika punya rekamannya. Terus kamu salah kalau bilang, ada tiga orang yang mendarat di bulan Neil Amstrong, Edwin Aldrin, dan Michael Collin, karena Michael Collin menerbangkan yang Wahana Eagle mengelilingi bulan, tidak ikut mendarat di bulan. Neil Amstrong, dan Edwin Aldrin yang turun ke bulan menggunakan Lunar Finder, dan kembali ke bumi menggunakan wahana yang dikendarai Michael Collin itu, tentu saja kembali ke wahana itu naik Lunar Finder lagi, masa terbang sendiri. Begitu skenario NASA. Cuma dua orang yang mendarat di bulan, bukan 3; yang mengikuti Misi Apollo 11 memang 3 orang. Saya kasihan kalau kamu salah lagi memahami berapa orang yang di bulan versi NASA yang sedang kamu bantah. Terus lagi, kalau dicermati bayangan ketiga {kedua atau satu} astronot itu tidak lurus, ini aneh tidak mungkin bayangan astronot tidak lurus, bayangan semua benda akan sesuai dengan bentuk bendanya baik disinari oleh matahari maupun oleh lampu di studio, hasilnya pasti bayangannya lurus.
Mungkin mendarat di bulan dalam tinjauan syar’i: Saya setuju sekali bahwa kita hanya mengakui manusia bisa mendarat di bulan atau planet lain jika bisa membuktikan secara ilmiah. Bukannya ditolak total alasannya karena bulan ada dalam di langit atau menempel di langit, atau alasan lain. Syekh Bin Baz tidak setuju jika dikatakan bulam menempel di langit karena matahari dan bulan disebut berenang atau yang semisalnya, mengambang, atau terapung surat Yasin(36): 40. Tetapi jika dikatakan ada perkataan ilmuwan astronomi, bulan di langit dunia dan matahari di langit keempat, saya tidak tahu.
Sedangkan pendapat kedua mustahil manusia mendarat di bulan, dalil mereka terfokus pada bulan itu berada di atas langit dunia, karena langit dunia tidak dapat ditembus kecuali orang-orang yang diizinkan Alloh, lalu apakah Alloh akan mengizinkan orang-orang kafir tersebut??? Tiga tanda tanya, okey banget deh kamu, ya. Yang jelas, mengizinkan atau tidak itu hak mutlak Alloh bukan hak kamu, walaupun mereka orang kafir atau bukan kafir, untuk memberi pelajaran dan hikmah untuk orang beriman, dan tamparan keras bagi orang yang berbicara tentang alam semesta tapi tidak mempelajari alam semesta, cuma berteori doang. Niru kamu nih saya, pakai kata tamparan yang keras. Bisa saja Alloh memberikan izin sebagaimana dalam al Qur’an surat al Isro’ Alloh subhanahu wata'ala mengizinkan ibadan lana (hamba-hamba kami yang ternyata orang kafir) membantai, membunuh, mengusir, dan memperbudak Bani Isroil dan merajalela membuat kerusakan di perkampungan Bani Isro’il, karena pembangkangan Bani Isro’il. Izin diberikan.
Mungkinkah mendarat di bulan dalam tinjauan ilmu pengetahuan?: Alhamdulillah kamu tahu perkara ini, ”Barangsiapa yang berbicara tentang sesuatu yang bukan bidangnya, niscaya akan datang dengan perkara yang aneh bin ajaib” saya malah belum tahu, perkataan Ibnu Hajar tentang Imam al Kirmani. Seperti kamu yang sudah bicara panjang lebar tentang teori heliosentris dan geosentris tapi masih ada yang tidak tepat, memang jadi aneh, ada juga syekh yang aneh. Oh, ya, saya setuju dengan kamu dan Ibnu Hajar.
Masalah ketiga: saya tidak menolak karena saya juga meragukan benarnya mereka berdua bukan bertiga di bulan. Tapi mengenai resiko, dan lapisan panas 2500 yang bisa menyebabkan manusia hancur meleleh. Ini tak masalah. Ya, dibuat pesawat yang tahan panas di atas 1.0000 supaya pesawat dan orangnya tidak meleleh, karena titanium itu meleleh pada suhu 4.5000 C dan telah banyak dibuat baja yang tahan panas, contoh kulit maupun hiduing pesawat ulang-alik. 2500 adalah angka kecil. Pengakuan kosmonot Rusia yag menyatakan tidak mungkin menembus lapisan panas itu, mungkin sebelum dibuktikan oleh Astronot Amerika bisa ditembus, tahun berapa atau kapan kosmonot itu bicara. Orang Rusia itu, kan kafirin atheis golongan orang-orang dahriyah, kok masih diambil kesaksian dan perkataannya. Aneh, deh.
Teori bumi mengelilingi matahari sudah terbukti dengan adanya ilmu falak. Jelas, ini tidak benar. Ilmu falak tidak harus dengan bumi mengelilingi matahari, ilmu falak sudah ada sejak teori yang dipakai adalah matahari yang mengelilingi bumi. Okey.
Ilmu pengetahuan berdasar teori rotasi. Saya malah bertanya-tanya dari mana pertanyaan model begini?
Cara menghitung 1 tahun masehi dan pergantian musim. Subuhat ini dan yang berikutnya aneh-aneh. Tapi penjelasan tentang musim itu bagus, deh.
Sebuah nasehat.
Bagus sekali nasehatnya, saya suka, juga do’anya. Kisah Darwin, saya juga sudah paham, menjelaskan teorinya lalu akibat yang muncul, tapi tentang alam semesta dan tata surya kamu masih belum bisa bedakan. Nash tentang matahari mengelilngi bumi ditambah yang terlihat setiap hari menguatkan nash tersebut, juga kesepakatan ulama tentang hal itu, kamu menyebut para sahabatku, enak banget deh panggilan ini, sayangnya di bagian lain bukumu, kamu bermulut kasar. Tapi begitupun masih ada fakta lain yang belum kamu lihat, yaitu naiklah komidi putar lihat dan renungkan, dan buatlah percobaan kecil itu, tak ada ruginya mencoba untuk menambah wawasan. Jangan takut dulu, jangan apriori dulu dengan metode saya yang sederhana itu, dibandingkan dalil-dalil yang sangat mulia yang kamu sampaikan bersama para ulamanya, metode ini tak ada apa-apanya, bahkan juga di antara percobaan sains yang biasa dilakukan para ilmuwan. Saya berharap, jangan sampai agama Islam ini pontang-panting karena teori ilmu yang disikapi dengan salah, dengan dogma yang mengkafirkan, seperti yang dialami agama katolik.. Saya berharap siapa saja untuk tidak mudah mengkafirkan orang Islam yang lain dan memberikan sebutan yang buruk. Harapan saya juga sama sebagaimana Hud(11): 88, yang kamu nukilkan.
Syairnya Syekh Humaid tidak okey. Saya tidak bisa mengomentari syair, masa; saya bersyair. Susah, lah yao.
Sekian dulu. Bila ada kesalahan tulis, harap dimaklumi dan dimaafkan, juga kesalahan lainnya..
4 feb2010.
Model Pengamatan Langit Atas Pergerakan Matahari Bulan dan Bintang-Bintang
Hal ini bisa dilihat secara langsung, perhatikan dan gambarkan pergerakan bintang-bintang selama satu malam dicatat setiap 1 jam, dimulai saat bintang-bintang itu terbit, minimal 3 bintang lebih banyak lebih baik tapi jangan terlalu banyak, yaitu di tengah (timur) lalu di arah utara dan arah selatan silahkan pilih, bebas bintang mana saja, pilih yang cahayanya terang. Gambarkan pada sebuah plastik transparan yang dibentangkan kira-kira di atas kepala sehingga mudah membuat titik untuk bintang yang dijadikan acuan, usahakan semua bintang yang diamati masuk ke dalam lembaran plastik itu. Titik-titik tiap bintang acuan dihubungkan dari ketika terbit hingga terbenam. Hasilnya insya Alloh, bintang yang di tengah akan berjalan dari ujung plastik sampai ke ujung plastik sedangkan bintang acuan yang di utara dan selatan tidak, mereka akan memliliki pergerakan yang lebih pendek. Garis edar bintang-bintang acuan utara atau selatan itu di dekat atau pada kutub bumi, tidak ada pergerakan yang besar, tidak seperti yang di katulistiwa atau di tengah. Hal ini karena rotasi bumi itu. Walaupun titik pengamatan tidak persis di katulistiwa, hasilnya tidak jauh beda karena Pulau Jawa masih di daerah tropis, akan lebih jelas lagi jika dilakukan di Pontianak, Kalimantan Barat, atau di Kota Bonjol, Sumatra Barat karena dua kota ini berada tepat di garis katulistiwa lainnya, sebenarnya juga daerah lain yang membentuk garis lurus di antara 2 kota itu. Jika percobaan ini dilanjutkan selama satu tahun dan pengamatan tiap hari atau sepekan sekali, sekaligus dilengkapi dengan tempat terbit, terbenam, dan pergerakan bulan jika sedang ada bulan dan matahari ketika pagi dan sepanjang siang, maka akan memberikan bukti yang lebih kuat bahwa bumi berotasi, insya Alloh data yang ditampilkan plastik transparan itu, akan menunjukkan bahwa bintang-bintang juga mengalami pergeseran arah terbit dan terbenamnya, gerakan ke kiri dan ke kanan terhadap katulistiwa jika data telah setahun, sebagaimana matahari dan bulan. Padahal jika matahari saja yang mengelilingi bumi dan bergerak ke kiri dan ke kanan katulistiwa, ini pendapat kamu, yang dengan gerakan itu terjadi pergantian musim maka bintang dan bulan tidak perlu mengikuti gerakan matahari, karena ternyata ikut berarti bumilah yang berotasi dan membuat gerakan mendekatkan dan menjauhkan kutub-kutubnya ke arah matahari (Scaostic). Sehingga seluruh bintang juga akan terlihat bergeser tempat terbit dan terbenamnya. Cobalah.
Rotasi bumi tampak pada pergerakan matahari, bulan, dan bintang-bintang yang mengelilingi bumi satu arah, dan dalam waktu yang sama, dan jika diamati pergerakan bintang-bintang maka bintang di dekat kutub akan memiliki garis edar yang lebih pendek daripada bintang di sekitar katulistiwa, dan jika diamati selama satu tahun akan terlihat pergeseran tempat terbit dan terbenam bintang-bintang itu sebagaimana matahari. Jika hanya matahari yang dalam pergerakannya mengelilingi bumi dengan menggeser posisi terbitnya dari hari ke hari secara perlahan-lahan, yang akan membuat 4 musim di bumi, di Indonesia cuma 2 musim, maka bintang tentunya tidak perlu seperti itu karena bintang tidak mempengaruhi musim di bumi. Ini menunjukkan bahwa selain 2 gerakan (rotasi dan revolusi) bumi melakukan gerakan ketiga yaitu scaostic : bergeraknya kutub bumi mendekat ke arah matahari secara bergantian, misalnya kutub utara sampai pada 23,50 lintang utara maka gerakan bumi akan mengarahkan kutub utara menjauhi matahari dan otomatis kutub selatan yang mendekat ke arah matahari, sehingga terbentuk musim-musim di bumi. Termasuk musim rambutan, musim duku, musim duren, musim mangga, musim hujan, musim hajatan, musim mudik, musim kemarau, musim paceklik, dan sebagainya.
Ini sebuah cara mudah untuk mengkaji bahwa bumi berotasi yaitu menggambarkan pergerakan bintang, matahari dan bulan itu. Karena bintang-bintang itu jauh ada di langit, sementara di bumi ada bagaimana melihatnya? Ada sebuah perbandingan yang unik yaitu komidi putar. Jika kamu naik komidi putar atau mainan anak TK yang diputar, maka semua benda di sekeliling kamu akan tampak berputar mengelilingi kamu. Waktu yang diperlukan untuk melihat kembali pintu masuk ke arena komidi putar selalu sama dan tentu saja sama waktunya dengan kamu melihat lagi seorang kakek yang sedang menunggui cucunya yang sedang naik komidi putar, padahal posisi kakek itu berlawanan dengan posisi pintu masuk. Benda yang jauh maupun dekat, diam ataupun bergerak, semuanya tampak mengelilingi kamu, padahal yang berputar adalah kamu bersama komidi putarnya. Sebuah balon reklame besar terbang tepat di atas komidi putar tampak diam di tempatnya, tidak berputar mengelilingi kamu atau komidi putarnya. Semua boneka kuda dalam komidi putar tidak berubah posisinya dan anak-anak yang turun dari kuda bergerak bebas, bisa naik kembali ke kudanya lagi, dan bisa melangkah ke mana-mana tanpa hambatan, kamu juga. Kiranya seperti itulah gambaran bumi berotasi, semua benda akan tampak berputar mengelilinginya, dalam arah yang sama dan dalam waktu yang sama. Jika mengatakan dan meyakini bahwa yang berputar adalah pintu masuk, kakek itu, dan benda-benda lain di sekitar komidi putar, dan membantah bahwa yang berputar komidi putarnya. Maka saya kasihan kepadamu.
Kalau kamu mau lebih teliti memperhatikan bulan, wajah bulan yang menghadap bumi atau yang selalu kita lihat itu selalu sama saat purnama maupun tidak purnama, hanya saja ketika tidak purnama sebagian wajah bulan tertutup. Wajah bulan yang kita lihat itu juga sama dengan yang tampak kalau kita melihatnya dari Arab, Inggris Amerika maupun Hawaii. Kalau kamu meyakini bulan mengelilingi bumi, tidak pernahkah terpikir kenapa atau bagaimana bisa terjadi seperti itu? Kenapa tidak pernah terlihat wajah bulan di sebelah yang sana, seperti apakah rupanya? Ah, kurang kerjaan. Gitu komentar kamu? Sesungguhnya ini menandakan bahwa ketika bulan mengelilngi bumi, dia juga berputar pada porosnya rotasi, yang waktu rotasinya sama dengan waktunya mengeilingi bumi. Sehingga wajah bulan yang menghadap bumi atau yang selalu kita lihat itu selalu sama. Jika bulan itu diam saja, maka wajah bulan yang tampak di Indonesia berbeda dengan yang tampak dari Arab, Inggris, dan Hawaii apalagi Amerika. Mungkin ada syekh kamu yang pernah belajar di Mesir, kamu bisa tanya apa bentuk bulan di sana dengan di sini beda atau sama? Tapi mungkin dia tidak perhatikan. Tapi kamu bisa nanya yang lain lah, siapa aja, boleh.
Lakukan percobaan berikut : kamu dan 3 orang yang lain misal yang pertama bernama amin, yang kedua bernama amat, ketiga bernama alim. Berdiri kamu dan alim saling membelakangi, kemudian amin dan amat juga saling membelakangi sehingga terbentuk 4 orang yang saling membelakangi. Jadi kamu menghadap timur, alim menghadap ke barat, amin di sebelah kanan kamu menghadap selatan dan amat di sebelah kiri kamu nenghadap utara. Lalu suruhlah seorang lagi misalnya amil, memegang mobil-mobilan dari kayu berupa mobil truk dengan posisi kepala truk ada di sebelah kanan kamu, bak truk di sebelah kiri kamu, berarti kepala truk ke arah selatan dan baknya arah utara, di depan kamu jarak sekitar 5 meter. Suruh amil berputar megelilingi kalian berempat pada jarak 5 meter tadi, dengan mempertahankan arah kepala truk ke arah selatan dan baknya arah utara, maka ketika amil ada di depan amin yang terlihat persis di hadapan amin adalah bak bagian belakang truk itu, ketika amil ada di depan alim yang persis di belakang kamu maka yang terlihat adalah kepala truk di sebelah kiri alim dan baknya di sebelah kanannya, artinya kepala truk tetap mengarah ke selatan, lalu ketika amil sampai di depan amat maka kepala truk yang menghadap ke arah amat, kepala truk menghadap selatan, jika dilanjutkan amil menghadap kamu lagi, maka kamu akan tetap melihat kepala truk tetap ke arah sebelah kanan kamu arah selatan.
Tetapi jika amil disuruh berputar mengelilingi kalian berempat sambil mengupayakan, agar keempat orang melihat posisi mobil misalnya kepala truknya selalu ada di sebelah kanan, maka pasti amil akan memutar truk itu agar ketika menghadap kamu menghadap amin, menghadap alim, menghadap amat dan kembali menghadap kamu, kepala truknya selalu ada di sebelah kanan. Atau agar kepala truk itu selalu menghadap kalian berempat dan pantat truk tak pernah kelihatan, maka amil akan memutar truknya itu, dan pasti akan tampak jelas sekali putaran badan truk itu. Seperti itulah bulan, berotasi pada porosnya dan mengelilingi bumi, sehingga hanya tampak wajahnya yang itu dan tidak tampak wajahnya yang lain, dari bumi. Coba, deh.
Oh, ya. Saya ingin komentar terhadap pemahaman kamu tentang Surat Ar Rohman : 33 : Hai jin dan manusia jika kamu mau menembus penjuru langit dan bumi tembuslah tapi kamu tidak akan mampu menembusnya kecuali dengan kekuatan (sulthon). Ayat ini memang berkisah tentang hari kiamat, tetapi ingatlah Alloh memberikan informasi berkaitan alam semesta ini di mana saja Dia ingin meletakkannya, jadi jangan dibatasi dan ditentukan, diatur, dan dipaksakan harus ketika menjelaskan bukan peristiwa hari kiamat. Sehingga semua dalil yang berkaitan dengan kiamat tidak bisa digunakan untuk yang lainnya. Padahal seharusnya tidak ada yang boleh atau tidak ada yang berani megatur Alloh di mana meletakkan informasi tertentu dalam al Qur’an, tapi kamu nggak ngatur Alloh kok, kamu hanya memaksa orang lain untuk berpendapat sama dengan kamu dan saya tidak mau begitu saja menuruti pendapat kamu. Karena penjelasan Alloh tentang hari kiamat justru banyak memberikan inspirasi bagaimana langit tercipta dari proses hancurnya alam semesta saat kiamat. Ayat itu justru menyebutkan jin ataupun manusia itu bisa menembus penjuru langit dan bumi itu dengan syarat menggunakan kekuatan, tanpa kekuatan penjuru langit dan bumi tidak akan dapat ditembus.
Lembaran akhir ini saya sebut bonus untuk kamu. Berisi hal-hal yang sederhana dan indah, saya ingin berbagi dengan kamu. Kamu bisa beri komentar dan jawaban lewat email yang mengirimkan bantahan ini.
salam bagi yang mendukung geosentris maupun heliosentris, mendukung teori syeady state maupun teori bigbang.
Selama ini, yang mengarungi angkasa raya adalah orang-orang non-muslim. Kira-kira kapan ya seorang muslim atau pun beberapa kaum muslimin bisa mengarungi ruang angkasa? Hal ini perlu, karena untuk membuktikan kebenaran dengan MATA KEPALA SENDIRI. Karena selama ini, nash-nash dalam Al-Qur’an tidak pernah bertentangan dengan ilmu sains, ilmu kedokteran, ilmu matematika, dan ilmu pengetahuan lainnya.
Bisa anda bukti kan wahai para pembaca, hubungan yang cocok antara nash Al-Qur’an dengan kejadian terciptannya manusia di dalam rahim. Selain itu, ditemukan juga pertemuan lautan di bumi ini antara Laut Air Tawar dengan Laut Air Asin yang terpisah oleh pembatas, namun tidak berbaur atau bercampur. Hal ini pun terdapat nash-nya di dalam Al-Qur’an.
Sebenarnya, kaum muslim harus menunjukkan dirinya bahwa agama Islam-lah yang benar dan diridhoi Alloh SWT. Oleh karena itu, sebagai kaum muslimin HARUS bisa mengarungi luar angkasa!!! Jangan hanya kaum Non-muslim saja yang bisa terbang mengarungi luar angkasa!!
Jadi…, kita sebagai manusia yang dianugerahi Alloh akal yang sehat, maka kita harus membuktikan kebenaran itu!
Kita jujur saja, sampai detik ini, BELUM ada satu pun orang yang beragama muslim yang jujur dan amanah yang pernah pergi ke luar angkasa.
Iya ga??!!
Wallohu'alam Bishowab
Selama ini, yang mengarungi angkasa raya adalah orang-orang non-muslim. Kira-kira kapan ya seorang muslim atau pun beberapa kaum muslimin bisa mengarungi ruang angkasa? Hal ini perlu, karena untuk membuktikan kebenaran dengan MATA KEPALA SENDIRI. Karena selama ini, nash-nash dalam Al-Qur’an tidak pernah bertentangan dengan ilmu sains, ilmu kedokteran, ilmu matematika, dan ilmu pengetahuan lainnya.
Bisa anda bukti kan wahai para pembaca, hubungan yang cocok antara nash Al-Qur’an dengan kejadian terciptannya manusia di dalam rahim. Selain itu, ditemukan juga pertemuan lautan di bumi ini antara Laut Air Tawar dengan Laut Air Asin yang terpisah oleh pembatas, namun tidak berbaur atau bercampur. Hal ini pun terdapat nash-nya di dalam Al-Qur’an.
Sebenarnya, kaum muslim harus menunjukkan dirinya bahwa agama Islam-lah yang benar dan diridhoi Alloh SWT. Oleh karena itu, sebagai kaum muslimin HARUS bisa mengarungi luar angkasa!!! Jangan hanya kaum Non-muslim saja yang bisa terbang mengarungi luar angkasa!!
Jadi…, kita sebagai manusia yang dianugerahi Alloh akal yang sehat, maka kita harus membuktikan kebenaran itu!
Kita jujur saja, sampai detik ini, BELUM ada satu pun orang yang beragama muslim yang jujur dan amanah yang pernah pergi ke luar angkasa.
Iya ga??!!
Wallohu'alam Bishowab
wah..
Bukan apa-apa. Halaman ini didesain alakadarnya untuk komentar pendek. Dan tag-tag HTML semua di strip. Akan lebih nyaman dibaca kalau ada link sendiri di tempat lain atau link ke sumbernya. Sehingga keilmiahan dan sumber tulisan tetap jelas dan terjaga.
bantahan teori bumi mengelilingi matahari
[1]. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman tentang Ibrahim akan hujahnya terhadap yang membantahnya tentang Rabb."Artinya : Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat," [Al Baqarah : 258]Maka keadaan keadaan matahari yang didatangkan dari timur merupakan dalil yang dhahir bahwa matahari berputar mengelilingi bumi.
[2]. Dan Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman juga tentang Ibrahim."Artinya : Kemudian tatkala dia melihat matahari terbit, dia berkata: 'Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar', maka tatkala matahari itu terbenam dia berkata : 'Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan.'" [Al-An'am : 78]Jika Allah menjadikan bumi yang mengelilingi matahari niscaya Allah berkata: "Ketika bumi itu hilang darinya".
[3]. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman."Artinya : Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka berada disebelah kanan, dan bila matahari itu terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu." [Al-Kahfi : 17]Allah menjadikan yang condong dan menjauhi adalah matahari, itu adalah dalil bahwa gerakan itu adalah dari matahari, kalau gerakan itu dari bumi niscaya Dia berkata: "gua mereka condong darinya(matahari)". Begitu pula bahwa penyandaran terbit dan terbenam kepada matahari menunjukkan bahwa dialah yang berputar meskipun dilalahnya lebih sedikit dibandingkan dilalah firmanNya "(condong) dan menjauhi mereka)".
[4]. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman."Artinya : Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang,matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya." [Al-Anbiya' : 33]Ibnu Abbas radhiallahu anhu berkata:"Berputar dalam suatu garis peredaran seperti alat pemintal". Penjelasan itu terkenal darinya.
[5]. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman."Artinya : Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat," [Al-A'raf : 54]Allah menjadikan malam mengejar siang, dan yang mengejar itu yang bergerak dan sudah maklum bahwa siang dan malam itu mengikuti matahari.[6]. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman"Artinya : Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang banar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun." [Az Zumar : 5]FirmanNya: "Menutupkan malam atau siang" artinya memutarkannya atasnya seperti tutup sorban menunjukkan bahwa berputar adalah dari malam dan siang atas bumi. Kalau saja bumi yang berputar atas keduanya (malam dan siang) niscaya Dia berkata: "Dia menutupkan bumi atas malam dan siang". Dan firmanNya: "matahari dan bulan, semuanya berjalan", menerangkan apa yang terdahulu menunjukkan bahwa matahari dan bulan keduanya berjalan dengan jalan yang sebenarnya (hissiyan makaniyan), karena menundukkan yang bergerak dengan gerakannya lebih jelas maknanya daripada menundukkan yang tetap diam tidak bergerak.
[7]. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman."Artinya : Demi matahari dan cahayanya di pagi hari, dan bulan apabila mengirinya," [Asy-Syam : 1-2]Makna (mengiringinya) adalah datang setelahnya. dan itu dalil yang menunjukkan atas berjalan dan berputarnya matahari dan bulan atas bumi. Seandainya bumi yang berputar mengeliligi keduanya tidak akan bulan itu mengiringi matahari, akan tetapi kadang-kadang bumi mengelilingi matahari dan kadang-kadang matahari mengeliling bulan, karena matahari lebih tinggi dari pada bulan. Dan untuk menyimpulan ayat ini membutuhkan pengamatan.
[8]. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman"Artinya : Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dan malam itu, maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan, dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai tandan yang tua. Tidaklah mugkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya." [Yaa-Siin : 37-40]Penyandaran kata berjalan kepada matahari dan Dia jadikan hal itu sebagai kadar/batas dari Dzat yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui menunjukkan bahwa itu adalah haqiqi (sebenarnya) dengan kadar yang sempurna, yang mengakibatkan terjadinya perbedaan siang malam dan batas-batas (waktu). Dan penetapan batas-batas edar bulan menunjukkan perpindahannya di garis edar tersebut. Kalau seandainya bumi yang berputar mengelilingi maka penetapan garis edar itu bukannya untuk bulan. Peniadaan bertemunya matahari dengan bulan dan malam mendahului siang menunjukkan pengertian gerakan muncul dari matahari, bulan malam dan siang.
[9]. Nabi Shallallahu 'alaihi wassallam berkata kepada Abu Dzar radhiallahu anhu dan matahari telah terbenam."Artinya : Apakah kamu tahu kemana matahari itu pergi ?" Dia menjawab: "Allah dan RasulNya lebih tahu". Beliau bersabda: "Sesungguhnya dia pergi lalu bersujud di bawah arsy, kemudian minta izin lalu diijinkan baginya, hampir-hampir dia minta izin lalu tidak diijinkan. Kemudian dikatakan kepadanya: "Kembalilah dari arah kamu datang lalu dia terbit dari barat (tempat terbenamnya) atau sebagaimana dia bersabda [Muttafaq 'alaih] [1]PerkataanNya: "Kembalilah dari arah kamu datang, lalu dia terbit dari tempat terbenamnya" sangatlah jelas sekali bahwa dia (matahari) itulah yang berputar mengelilingi bumi dengan perputarannya itu terjadinya terbit dan terbenam.
[10]. Hadits-hadits yang banyak tentang penyandaran terbit dan terbenam kepada matahari, maka itu jelas tentang terjadinya hal itu dari matahari tidak kepada bumi." Boleh jadi disana masih banyak dalil-dalil lain yang tidak saya hadirkan sekarang, namun apa yang telah saya sebutkan sudah cukup tentang apa yang saya maksudkan. Wallahu Muwaffiq."
Akibat Taqlid Buta
Coba kirim orang ke bulan, terus suruh liat bumi dari sana, kira-kira bumi berputar ga.
Barakallahu fiikum
P U S I N G !!!!
Berkomentar yang aneh - aneh... gua pusing bacanya...
oarang bego kayak gua jadi ga pinta - pintar gara - gara membaca debat kalian..!
di karenakan pusing ....
stop dech bagi golongan yang pinter...
IPTEK
- Rotasi mengelilingi sumbunya, lamanya 25 1/2 hari satu kali putaran. Gerakan rotasi dapat dibuktikan dengan terlihat noda-noda hitam di bagian inti yang kadang-kadang berada di sebelah kanan dan kira-kira 2 minggu berada di sebelah kiri.( itu sama dg matahari beputar pada porosnya )
- Bergerak di antara gugusan-gugusan bintang. Selain berotasi, matahari bergerak diantara gugusan bintang dengan kecepatan 20 km per detik, pergerakan itu mengelilingi pusat galaksi. ( nah matahari juga mengelilingi galaksi mungkin ini yang dimaksud dengan matahari mengelilingi bumi. bumi termasuk salah satu bagian dari galaksi.)
Matahari juga Mengontrol stabilitas peredaran bumi yang juga berarti mengontrol terjadinya siang dan malam, tahun serta mengontrol planet-planet lainnya.
Gerakan Bumi
Rotasi Bumi merujuk pada gerakan berputar planet Bumi pada sumbunya dan gerakan di orbitnya mengelilingi matahari.
Masa rotasi Bumi pada sumbunya dalam dalam hubungannya dengan bintang ialah 23 jam, 56 menit dan 4.091 detik. Masa rotasi dalam kaitannya dengan matahari ialah 24 jam.
Gerakan melingkar mengelilingi matahari terjadi selama setahun, yakni 365,2425 hari. Sehingga, revolusi Bumi mengelilingi matahari tidak pas dengan gerakan Bumi pada sumbunya. Dari sini kita memiliki tahun kabisat yang terjadi setiap 4 tahun sekali (kecuali pada hitungan seratus yang tidak dapat dibagi 400).
"jadi yang dimaksud dalam Alquran dan Hadist mengenai matahari mengelilingi bumi adalah Benar, yang di atas tadi tentang pergerakan matahari "
sekarang sudah ada faktanya ko.. tinggal browsing saja di internet insyAlloh ketemu. !
Nah Alquran dan hadist tidaklah salah..
wasalam...
MENCARI SENSASI DAN POPULARITAS
MATAHARI MENGELILINGI BUMI...
Wallahu alam
gatahanbuatgakomen
bismillah
alquran adalh wahyu yang tak terbantahkan dan isi yang terkandung di dalamnya jelas benar, cuma kita kadang salah tafsir tentang isi alquran. ada sebagian isi alquran yang tidak perlu ditafsiri dan ada juga yang perlu penjelasan panjang lebar, para ilmuan yang sekarang berkecimpung dalam iptek juga bener menurut kacamata mereka, tapi yang perlu diingat adalah iptek itu tidak berhenti, dan akan terus meningkat, saya yakin suatu saat nanti akan ada bukti yang nyata bagi kita dan akan merubah isi buku dalam buku-buku sain tentang tata surya....
wallohu a' lam...
Link dapat dibuka
baca bantahan matahari mengelilingi bumii
mendengar dan taat
Cukuplah Alloh dan Rosul sbgmn rujukanku
Mengapa kalian tdk bantah tulisan beliau dg penafsiran yg benar pula thd Al QUr'an dan Sunnah. . buktikan tafsir kalian itu sesuai dg Tafsir Nabi dan para sahabatnya maupun para ulama muktabar. . jk berbeda pendapat dg dalil yg kuat maka pegang saja dan tdk perlu mencela dg celaan yg memperlihatkan hilangnya akhlaq kalian. . .
Jk berani berdebatlah kalian dg penulisnya. . ana mau lihat apa kalian bisa berhujjah dihadpannya dg dalil yg kuat atau hawa nafsu semata. .
Saya sendiri cukup berkata : Samina wa taho'na ghufronaka wa ina adzabannar. . cukuplah Alloh (Al ur'an) dan RasulNya (Hadits yg shohih)sbg rujukanku dalam Aidah dan keyakinan ini. .
Semoga Alloh selalu menjaga Ustadz Ahmad Sabiq
HIDUP INI PENUH WARNA. HARGAILAH
pusing sendiri baca komentar - komentar yang antum - antum uraikan.tolonglah jangan saling mencela, menghujat, mencaci.jika dunia ini hanya diciptakan dengan satu warna hitam saja, betapa gelapnya.atau putih saja,,atau merah saja,,atau hijau saja,,MONOTON ALIAS TIDAK INDAH.maka dari itu Allah menciptakan dunia ini dengan penuh warna.Allah menciptakan si buruk rupa agar antum terlihat menawan.Allah menciptakan si pendek agar antum terihat tinggi.Allah menciptakan si bodoh agar antum terlihat pandai.TOLONG BERHENTI BERDEBAT.HANYA MENYIA-NYIAKAN WAKTU SAJA.LALAI BERIBADAH.MEMUTUS TALI PERSAUDARAAN.SILAHKAN PEGANG KUAT-KUAT KEYAKINAN ANTUM SENDIRI-SENDIRI.JANGAN PAKSAKAN PADA ORANG LAIN.
SIAPA YANG INKAR JANJI?
Syarat dan Ketentuan Menulis di Kolom Komentar Produk
Tulisan tidak boleh mengandung minimal salah satu dari hal-hal berikut:
* Iklan/ menyarankan penjual/keagenan selain PernikMuslim.com secara terang-terangan maupun tersembunyi
* Menjatuhkan atau menjelek-jelekkan pihak lain dengan bahasa yang tidak baik dan tanpa sumber yang jelas
* Kata-kata yang tidak ahsan/ tidak baik
* Debat kusir
* Spam
* Script pemrograman
Diperbolehkan menuliskan fakta dengan jujur tentang produk yang tampil tanpa melebih-lebihkan dengan hasutan. Mudah-mudahan komentar Anda bisa ikut membantu pembeli lainnya dalam memilih produk yang baik untuk mereka.
PernikMuslim.com berhak menghapus atau mengedit sebagian atau keseluruhan komentar yang diposting jika melanggar ketentuan diatas.
Jazakumullahu khair.
siapa hayo yang sudah ingkar janji,,yang komen di web ini ato yang punya web ya?kan sudah dibilang seperti di atas.Allah Maha Tahu loh,,:)
Masih Ada Kelemahan
Setelah saya membaca buku ini masih banyak kelemahan yang terjadi,antara lain tentang dalil As-Sunnah dari Hadits Abu Dzar untuk dalil matahari bergerak dan bumi diam halaman 133-134(silakan baca sendiri mengingat haditsnya panjang sih) masih ambigu,harap hal ini diperhatikan kembali oleh pihak penulis dan penerbit.
pertanyaan
Assalamu'alaikum
masalah ummat lebih kompleks daripada sekedar miilih antara heliosentris maupun geosetris....
cukuplah keyakinan bagi yg meyakini(entah geosentris atau heliosentris), yg penting sekarang adalah gimana usaha qt untuk mengajak saudara2 qt yg belum tersentuh dengan cahaya islam
saya insyaAllah yakin antum smw ud sedikit bny paham dg islam, jadi ayo sama2 qt da'wahkan islam k sesama umat islam
balighu 'anni walau ayatan...(al-hadits) :)
Kejahilan yang Meraja lela
justru buku tsb bisa menghancur 'Izzatul Islam...
Karna orang non-islam akan mengatakan kaum muslimin "JAHIL" gara2 mempercayai kejahilan bahwa matahari kelilingi Bumi...
Mohon maaf klo kata2 kasar karna ini sgt bahaya...
Kejahilan yang Meraja lela
justru buku tsb bisa menghancur 'Izzatul Islam...
Karna orang non-islam akan mengatakan kaum muslimin "JAHIL" gara2 mempercayai kejahilan bahwa matahari kelilingi Bumi...
Mohon maaf klo kata2 kasar karna ini sgt bahaya...
matahari yang berputar
ta'allam !!!
Please Explain...!!!
Tolong dibaca....
Kepada Yth.
Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf
(Penulis Matahari Mengelilingi Bumi)
D/a: Penerbit Pustaka Al Furqon
Kompleks Ma’had al-Furqon al-Islami
Srowo-Sidayu-Gresik 61153
Indonesia.
As.Wr.Wbrkth.
Pertama, saya ucapkan selamat atas penerbitan buku bapak yang berjudul,”Matahari Mengelilingi Bumi”, semoga niat bapak menulis buku yang isinya cukup kontroversial ini, tidak “kontroversi” dengan niat bapak yang suci untuk menegakkan Agama Allah.
Namun kendati demikian, dengan segala kerendahan hati, setelah saya pribadi membaca “ Matahari Mengelilingi Bumi”, izinkanlah saya ‘sedikit nimbrung’ atau mungkin boleh dibilang ‘memberi sedikit masukan’ atas tulisan yang menurut saya (maaf) merupakan dukungan atas Teori Ptolomeous, yang amat dipuja oleh para pendeta Nasrani di abad kegelapan tempo dulu; bahkan konon, Teori Ptolomious yang dibukukan berjudul “Collection” itu telah diterjemahkan ke dalam bahasa Arab dengan judul “al-Maghist”, yang menurut kabar burung, buku yang ditulis dengan huruf Arab tesebut, telah banyak “menggelincirkan” para ulama Islam yang tidak meneliti ilmu Astronomi secara langsung di lapangan. (dipercaya begitu saja, karena setiap kitab behuruf Arab itu dianggap benar)
Selanjutnya ada hal yang amat saya sayangkan, bahwa penulisan buku “Matahari Mengelilingi Bumi”, tidak mengikut sertakan penemuan para astronom Muslim sebagai acuan ilmu, seperti Ibnu Sina, Al-Battani, Ibnu Haitam, Al-Hawarizmi, dan banyak lagi yang lainnya; bahkan Prof. Adussalam (Pakistan) yang pernah mendapat Hadiah Noble pun sama-sekali tak disinggung-singgung. Padahal, mereka adalah tokoh ‘kelangitan’ yang cukup penting, yang banyak mempengaruhi para astronom Barat berkat hasil penelitiannya yang gemilang yang tidak hanya berdasarkan ayat-ayat Qur’aniyah belaka, namun didukung oleh ayat-ayat Kauniyah yang bertebaran di segenap alam semesta (perintah Allah ‘azza wajalla agar kita menggunakan akal-sehat sebagai interaksi dari kecerdasan fikir dan kehalusan/ketajaman kalbu). Kata Imam Al-Ghazali, akal itu bukan sekedar fikiran, namun gabungan antara fikiran dengan kalbu manusia.
Selanjutnya perlu disadari dengan jiwa yang husnuzon, bahwa mereka berjuang meneliti langit berpuluh-puluh tahun bahkan beratus tahun secara estafet, dengan niat memajukan Islam dan menggapai Ridha Allah semata, guna membuka mata manusia yang dikeruhi oleh visi “abad kegelapan” menjadi terang benderang, demi memajukan masa depan. Warisan para astronom Muslim untuk dunia barat sudah tak terhitung lagi nilainya, dari mulai nama-nama bintang dalam bahasa Arab, teori peredaran Bumi Matahari dan Bulan, hingga istilah bagi sistem gerak teropong bintang; Azimuth dan Al-tazimuth. Oleh sebab itu alangkah ‘tak bersyukurnya’ jika kita tega mencemoohkan mereka, yang ternyata telah menemukan kebenaran, kendati masih jauh dari kesempurnaan karena ‘sempurna’ itu hanyalah milik Gusti Allah semata.
Berkat jasa-jasa mereka di abad-abad lampau, para astronom modern, atas izin Allah, telah mampu menentukan dengan tepat saat-saat Gerhana Matahari dan Bulan (yang telah sama-sama kita saksikan ketepatannya), perhitungan orbit Bumi dan planet lainnya sehingga kita telah mampu melepaskan robot-robot penjelajah (Spirit dan Opportunity) di daratan Mars yang saat ini masih menggelinding mencari sumber air di sana.
Perhitungan-perhitungan astronomis yang kita saksikan tepat ini, tak ayal lagi sebagai konklusi dari perhitungan gerakan Bumi, gerakan Matahari, gerakan Bulan, planet-planet dan sebagainya. Salah satu contoh misalnya; Sang Surya yang berdiameter 1.392.000 km, dan besarnya 1.303.600 kali Bumi kita, terus berlari mengedari pusar galaksi Bimasakti (Milky Way) dengan kecepatan 2150 km perdetik. Bumi mengelilingi Sang Surya dengan falaq yang sedikit ellips, terjauh 152.100.000 km dan terdekat 147.100.000 km, dan bergulir dengan poros yang miring (231/2 derajat) pada arah yang tegak, sehingga memunculkan berbagai musim! (Sunatullah). Oleh karena itu, alangkah disayangkan jika ada orang yang menandaskan bahkan memastikan bahwa Bumi kita itu diam tak begerak seingsutpun, kendati sebagai acuannya adalah Al-Qur’anul Karim sebagai Kitabullah yang amat sempurna. Mengapa demikian? Karena menterjemahkan lebih-lebih lagi menafsirkan Kitab Suci itu tidak semudah mencomot tuturan aksaranya belaka, sebab selain ada ayat-ayat yang nyata (muhkamat), tak sedikit yang memiliki nilai-nilai metafor (mutasyabihat) yang perlu dikaji kembali secara mendalam (seperti kata-kata Sang Surya bergeser dari timur ke barat, yang menandakan bahwa nilai puitik Al-Qur’an itu sangat tinggi dan indah). Belum lagi penterjemahannya yang salah, karena manusia (penterjemah) sepintar apapun tetap saja tak luput dari kesalahan!
Agaknya perlu kita ulangi kembali, bahwa berkat masyarakat (menjelang lahirnya Nabi Isa as.) menerima teori tentang alam raya dari seorang tokoh Nasrani buhun, Claudius Ptolomeous, yang menandaskan bahwa Matahari mengelilingi Bumi, maka perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya astronomi, menjadi buntu. Karena fihak Gereja begitu kokoh meyakini kebenaran teori Ptolomeous, maka kebuntuan ilmu pengetahuan tak henti berlangsung hingga ratusan tahun lamanya; sehingga astrologi (penujuman menggunakan bintang-bintang) akhirnya tumbuh dengan suburnya!
Terhentinya perkembangan ilmu pengetahuan, memiliki arti bahwa manusia terjerumus pada jurang kebodohan. Para ilmuwan barat menjuluki masa prihatin tersebut dengan istilah: “Abad Kegelapan”. Namun dalam situasi fikir demikian kacaunya, nun jauh di tengah padang sahara yang gersang, di tengah masyarakat superbodoh, lahirlah seorang pemimpin pembaharu, Muhammad saw, nabi dan rasul pamungkas agama langit. Mulai saat itulah ilmu pengetahuan berkembang di gurun gersang, termasuk ilmu astronomi, yang akhirnya memberikan semangat dan inspirasi pada dunia barat yang pada saat itu ilmu pengetahuannya tengah terpuruk sehingga lunglai dalam kegelapan, berkat kepercayaan fanatik yang tak bedasar bahwa Matahari menglilingi Bumi.
Oleh sebab itu amat disayangkan –mudah-mudahan tidak termasuk Anda- jika ada orang yang memanfaatkan ayat-ayat Qur’an yang demikian suci dan mulia itu, untuk membela kekeliruan ilmu, seperti produk ilmu yang dicanangkan Ptolomeous tersebut.
Saudaraku Ahmad sabiq yang saya cintai. Sehubungan dengan kenyataan di atas, maka saya meragukan bahwa Teori Ptolomeous yang Anda yakini itu akan mampu memprediksi saat-saat gerhana secara tepat, bahkan menentukan awal atau akhir Ramadhan sekalipun (secara hisab) boleh dibilang pasti akan meleset jauh!
Selanjutnya, dengan kerendahan hati pula saya ingin mencoba mengomentari beberapa masalah yang tertulis di halaman buku Anda, apakah merupakan pendapat Anda sendiri atau pendapat orang lain sebagai referensi.
1. Hal-69. Anda menandaskan bahwa sekolah-sekolah sekarang mengajarkan (membenarkan) teori Heliocentris, yang mengatakan bahwa Matahari adalah pusat alam semesta! Jawaban saya, pada kenyataannya, sekolah-sekolah abad ini tidak mengajarkan(membenarkan) bahwa Matahari itu adalah pusat alam semesta (Heliocentris). Yang diajarkan adalah, bahwa Matahari merupakan salah sebuah bintang dari sekian milyar (Cuma Allah Yang Mahatahu jumlahnya) bintang yang terhimpun di galaksi Bimasakti (Al-Buruuj atau galaksi/benteng yang tinggi), dan Bumi mengedari Matahari. Heliocentris sendiri telah lama tumbang setelah peralatan canggih mulai dioperasikan dan fikiran manusia bertambah maju. Jika Heliocentris masih diyakini saat ini, itu merupakan kesalahan guru semata-mata!
2. Hal-83 dan 88. Jawaban saya, Bumi belum tentu terletak di tengah langit, namun di emperan galaksi Bimasakti. Anda mengikuti pendapat seorang ulama yang memperkirakan bahwa jarak Bumi ke langit ketujuh adalah 126 juta Km. Ini terlampau pendek, sebab menurut perhitungan terakhir sebagai hasil dari pelacakan pesawat jelajah (Voyager) yang mengarungi Solar Sistem hingga ke planet ke-sepuluh Xena (setelah Pluto), bentangan system Matahari kita terbukti lebih dari 6 (enam) milyar tahun! Ini baru bentangan “Solar System” yang menurut kacamata alam raya cuma merupakan nohtah kecil! Kalau tebal langit hanya 126 juta km, di manakah gerangan galaksi-galaksi (buruuj) yang banyak itu harus diletakkan? Belum lagi Supergalaksi bahkan Hypergalaksi?
Terkait dengan hal di atas, syogianya hati-hati pula menerjemahkan kata sab’a samaawaat (harafiah: tujuh lapis langit), sebab istilah sab’a tak menyatakan bilangan tujuh atau seven. Bangsa Arab menggunakan istilah sab’a untuk sesuatu yang berjumlah banyak atau lebih dari satu, sebagaimana halnya kita mengucapkan “celaka tigabelas”, yang artinya bukan tigabelas kali celaka!
3. Judul Matahari Mengelilingi Bumi terus-terang saja amat mengejutkan diri saya. Sebab, bagaimana mungkin Matahari yang besarnya 1.303.600 kali Bumi dan massanya 300.000 kali Bumi, mengedari planet kerdil semacam pemukiman kita?
Bahkan tak terbayangkan betapa cepatnya, jika Matahari yang berjarak cukup jauh itu, mengelilingi Bumi hanya dalam waktu 24 jam? Sedangkan dengan kecepatan 29,79 km perdetik, Bumi mengedari Matahari menghabiskan waktu satu tahun lamanya! Jadi, jika benar Matahari mengelilingi Bumi dalam waktu sehari-semalam, dia harus memiliki kecepatan orbit 365 x 29,79 kilometer perdetiknya.
4. Hal-106. Sebagai salah satu argumen Qur’ani, anda menyodorkan Surat Fathir (35):41 yang Anda artikan: “Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi supaya jangan bergeser, dan sungguh jika keduanya akan bergeser tidak ada seorangpun yang dapat menahan keduanya selain Allah. Sesungguhnya Dia itu maha Penyantun lagi Maha Pengampun.” Pertanyaan saya, apakah benar An-tazuulaa artinya supaya jangan bergeser? Atau dalam konteks ini lebih tepat diartikan supaya tidak lenyap? Fathir(35) ayat-41.
5. Hal-107. Anda mengajukan Ar-Rum (30):25 yang Anda artikan: “Dan di antara tanda-tanda kekuasan-Nya adalah berhentinya langit dan bumi dengan seizinnya.” Petanyaan saya, an-taquuma dalam surat Ar-Rum (30):25 diartikan berhenti bagi Bumi dan langitnya. Apakah tidak lebih cocok kalau artinya “bahwa berdiri”?
6. Hal-110. Mohon dibedakan kata “bergerak dan berotasi” dengan “bergoncang”. Diciptakan gunung-gunung di Bumi sebagai pasak, bukan supaya Bumi tidak begerak-berotasi (diam), namun agar Bumi tidak bergoncang (supaya gerakan rotasinya stabil). Goncangan Bumi yang besar, seperti halnya akibat dari percobaan Bom Nuklir misalnya, akan mempengaruhi kestabilan alam semesta yang meluas, rembet-merembet pengaruhnya jauh ke luar planet Bumi.
7. Hal-121: Tidak ada astronom moderen yang menandaskan bahwa Matahari itu diam sebagaimana dituduhkan oleh saudara. Para astronom masa kini berpendapat bahwa Matahari bergerak sambil berotasi. Bahkan saya sendiri kerap menyaksikan Matahari berotasi pada sumbunya dengan melihat “noda surya” yang beringsut terus letaknya. Selanjutnya saya sendiri pernah menyaksikan planet Merkurius yang begerak mengeliling matahari, sebagai bintik hitam yang bergerak (kesimpulan dari pelacakan beberapa waktu), dengan menggunakan teropong bintang catadioptric bermerek Celestron 8 inci. Hal ini membuktikan bahwa planet Merkurius itu mengedari Matahari!
8. Selanjutnya, bukti yang paling cepat terlacak bahwa Bumi mengedari Matahari selama 24 jam, bisa Anda rasakan tatkala Anda menyaksikan langit lewat telescope. Gerakan benda langit yang kita lihat dari sisi eyepiece ke sisi eyepiece lainnya, sama saja tatkala kita melihat Bulan, planet atau bintang-bintang; ialah gerakan yang disebabkan oleh rotasi Bumi! Jika Anda tidak percaya, dipersilahkan mampir di sanggar saya, Protagon, Jl. Cihuni No.90 Bukit Dago Pakar Timur Bandung. Telp. 022-2508822.
9. Hal-124. Dalam ayat ke-5 Az-Zumar (39), dikatakan, “masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan”. Ini ditujukan bukan Cuma untuk Matahari dan Bulan saja, namun juga untuk Bumi, bahkan mungkin untuk langit; karena kini diketahui bahwa langitpun mengembang dengan cepatnya, yang nanti akan “dilipat” kembali! (bahasa metafor).
10. Saya tambahkan pula bahwa, jika dikatakan Matahari berpasangan dengan Bulan, memang Matahari termasuk feminine gender dan Bulan termasuk Masculine gender. Matahari memberikan sinar terang, dan Bulan menerima sinar tersebut seraya dipantulkan kembali sebagai cahaya yang benderang syahdu.
11. Hal-126. Pada halaman ini ada yang cukup menarik dari cuplikan Hadits Abu Dzar: “Sesungguhnya matahari itu berjalan sehingga sampai ke tempat peredarannya di bawah ‘Arsy, lalu dia bersujud”. Nah, jika seandainya Matahari Cuma berulang-ulang mengedari Bumi saja sebagaimana yang Anda yakini, maka hingga kiamatpun Matahari tak akan sampai ke bawah Arsy. Namun jika Matahari mengedari pusar galaksi Bimasakti, dan Bimasaktikpun mengedari pusar Super-galaksi (himpunan galaksi-gakasi), dsb, maka hadits ini cukup mendukung teori dari astronomi modern, dan tidak bagi astronomi a’la Ptolomeous.
12. Ayat yang cukup mendukung bahwa Bumi itu berotasi pada porosnya ialah, An-Naml ayat 88 yang artinya:
“Dan engkau melihat gunung-gunung, engkau kira bahwa dia tetap (tiada bergerak), padahal dia berjalan kencang sebagai awan berjalan. (Begitulah) perbuatan Allah, yang membuat segala sesuatu dengan kokohnya; sesungguhnya Dia mengetahui betul apa yang kamu kerjakan.
13. Hal-138. Pada halaman ini Anda menggunakan pendapat Syaikh Abdul Karim bin Shalih al-Humaid dalam bukunya Hidayatul Hairan fi Mas’alatid Dauran (Petunjuk bagi orang-orang bingung tentang masalah peredaran Matahari dan Bumi). Dalam buku ini Syaikh Abdul Karim menuduh bahwa orang yang mempercayai bahwa Bumi mengelilingi Matahari adalah orang-orang bingung yang mengambil ilmu dari orang-orang kafir (pendapat yang bathil).
Saudaraku! Jangan-jangan, justru Sang Syaikh-lah yang bingung itu! Merasa paling beriman kepada Allah dan Rasulnya, namun memper-memper “ulama jumud” yang tak mau menerima kemajuan ilmu pengetahuan! Padahal, amat berdosa jika seseorang apalagi pangkat ulama, yang keadaan pengetahuannya sama (stagnasi) antara kemarin, kini dan esok! Padahal ulama yang baik adalah ulama yang akhlaknya mencontoh Nabi akhir zaman; tidak merendahkan orang lain, bertoleransi pendapat, dan tidak tinggi hati (tawadhu). Atau mungkin saja Sang Syaikh menyangka bahwa Matahari tubuhnya lebih kerdil ketimbang planet Bumi yang kini kita diami. Matahari (as-Syams) sebagai salah satu bintang dari “sekian milyar” (jumlahnya cuma Gusti Allah yang Mahatahu) bintang yang bermukim di galaksi Bimasakti (Al-Buruuj) memang bukan bintang yang paling besar, namun Bumi tempat kita berada hanyalah perupakan planet kecil, yang saking kecilnya mudah saja “nyeplos” ke dalam nohtah Matahari.
Memang benar Matahari - tampak oleh mata telanjang, setiap pagi terbit dari ufuk timur dan berjalan ke arah barat. Namun tidakkah kita berusaha mencari alasan hakikiahnya, mengapa tampak seperti itu? Jawabannya tak cukup dengan menggunakan acuan ayat-ayat kauliyah belaka, namun syogianya didukung oleh penelitian dan perhitungan yang logis. Bukankah kata Qur’an sendiri, yang kita lihat sehari-hari itu merupakan tipuan belaka? Bukan hakiki! Bukan pula kenyataan yang sebenarnya? Sebab jika kepercayaan kita hanya disebabkan sebatas kekasatan mata belaka, maka sama saja kita kembali menjadi anak kecil yang masih belajar mengenal benda-benda yang sederhana, tak membutuhkan “akal”, tak membutuhkan kebijaksanaan yang luhur, tak membutuhkan kearifan sebagaimana manusia dewasa, apalagi kearifan seorang ulama (ilmuwan) yang dengan sungguh-sungguh mengadakan penelitian dengan dukungan multi-dimensi ilmu! Padahal Allah Yang Mahakreatif berulang-ulang menyuruh kita menggunakan “akal-sehat” di dalam menemukan ilmu-ilmu baru, seraya tidak jumud, tidak suudzon atas pendapat orang lain!
Lebih-lebih lagi alangkah tidak tepatnya seandainya kita mengacu pada pendapat para fuqoha, padahal yang tengah kita bahas adalah masalah-masalah sains dan teknologi, misalnya seputar kosmologi, astronomi, dsb. Ini tantangan bagi kita semua, agar Islam tak dinodai oleh kejumudan para pemeluknya.
14. Hal-139. Untuk membuktikan bahwa secara global awan terbawa gerakan Bumi
disebabkan pengaruh gravitasi, maka Anda syogianya naik pesawat ulak-alik ke angkasa atau ngedompleng ke satelit yang tengah menglilingi Bumi kita, sebab ilmu pengetahuan jangan dikira-kira. Dan gerakan awan yang tampak sehari-hari oleh kita dari Bumi, itu cumalah “gerakan internal kebumian” dikarenakan tiupan angin atau alas an lain! Jadi, gerakan pesawat terbang pun yang kita lihat sehari-hari itu merupakan gerakan internal kebumian.
Mengapa kita merasa diam, padahal Bumi secara global tengah berotasi dengan kencangnya? Justru disinilah letak kedahsyatan sunatullah (hukum allah) yang tak mungkin dikaji oleh otak-otak kerdil kendati menggunakan ilmu gravitasi sekalipun! Yang jelas, sambil bengong kita hanya mampu mengucapkan: “Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!
Namun kendati demikian, boleh-boleh saja kan saya menyumbangkan secuil persamaan atau contoh yang amat sederhana; ialah jika misalnya tubuh kita tiba-tiba dibesarkan 10 kali lipat oleh Sang Mahapencipta, berbareng dengan pembesaran (10 kali) benda-benda yang ada di sekeliling kita, apakah itu busana yang kita pakai, jam tangan kita, rumah kita beserta segala isinya, dsb, maka kita tak akan menyadari bahwa tubuh kita telah dibesarkan oleh Allah Swt. 10 kali lipat! Tapi, setelah kita menengok ke luar rumah lewat jendela rumah kita, baru kita sadar bahwa kita telah membesar 10 kali lipat, berkat membandingkannya dengan pohon-pohon yang tetap kecil, rumah orang lain yang tetap kecil, dsb. Itulah dia “jendela ilmu” yang menyadarkan hakekat kita! Hal ini sama saja dengan ketika kita melihat dengan mata telanjang Matahari bergerak dari timur ke barat. Lantas dengan mudah kita “menyangka” bahwa Matahari mengelilingi Bumi! Padahal, jika Anda menyaksikan langit di waktu malam dengan seksama, semua benda-benda langit akan kita lihat bergerak dari Timur ke Barat (seperti tatkala kita menyaksikan Matahari bergerak dari timur ke arah barat), termasuk Bulan, planet-planet atau bintang-kemintang! Apakah ini menandakan bahwa semua benda-benda tersebut mengelilingi Bumi kita? Toh tidak demikian bukan?
Tipuan pandang seperti inilah yang menyebabkan munculnya Teori Geocentris yang membikin abad menjadi gelap karena tak tersinari Cahaya Allah; ialah Cahaya di atas cahaya! Ptolomeous dengan mudah saja berteori bahwa semua benda-benda langit itu mengelilingi Bumi, termasuk Matahari! Dan yang menentang teori ini langsung dikejar-kejar untuk dimusnahkan oleh orang-orang Nasrani yang taqlid pada Ptolomeous! Memang menyedihkan! Tradisi jahiliyah!
Selanjutnya, saya ingin bertanya, pernahkan Anda mencoba mengayunkan (sirkular ke segala arah) sekaleng air secara kencangnya dengan menggunakan tautan tambang? Wow, airnya tak jatuh muncrat ke luar kan? (berkat hukum keseimbngan). Maka saya tak mampu membayangkan jika tiba-tiba Bumi kita dihentikan gerak rotasinya oleh Sang Mahapencipta Yang Mahaagung! Mungkin saja akan muncul katastrophe yang tak terperikan, bukan saja pada Bumi dan seisinya, namun juga pada planet-planet lainnya; karena gerakan benda-benda angkasa itu saling pengaruh-mempengaruhi satu sama lain (Sunatullah). Mudah-mudahan itu terjadi di hari Kiamat saja!
Selain menggunakan teropong bintang, sebenarnya tak terlampau sulit untuk membuktikan bahwa Bumi kita berotasi pada porosnya. Arahkan kamera foto kita yang kita letakkan pada tripod, sejajar dengan sumbu rotasi bumi ke sebuah bintang yang letaknya tertotok sumbu tersebut (biasanya bintang tersebut tampak oleh mata kita tidak berpindah atau bergeser). Biarkan diafragma terbuka terus selama beberapa jam dengan menggunakan kecepatan 1/B. Hasil foto yang akan didapat merupakan jalur-jalur sirkular dari bintang-bintang (star-trail) sebagai dampak dari perputaran Bumi kita pada porosnya.
15. Hal-141. Saya baca bab yang berjudul: Jangan Pertahankan Teori Bumi Mengelilingi Matahari!!! Maaf, sejuta kali judul ini dituruti orang, kenyataannya Bumi kita akan tetap saja mengedari Matahari, kecuali jika pada saat tertentu nanti, Allah Yang Mahakuasa menginginkan yang sebaliknya. Atau, kecuali jika kita ingin menobatkan diri kita menjadi baladnya Ptolomeous, Sang Gerejawan legendaris yang berfikir dengan menggunakan logika-logika Trinitas!
Akhirnya, saudaraku Ahmad Sabiq yang saya cintai! Kita ini merupakan makhluk-makhluk kecil yang penuh dengan kelemahan dan kebodohan. Tentu saja akan banyak kesalahan fatal pada sumbangsih ilmu yang saya haturkan buat Anda. Ambillah yang sesuai dengan Qur’an Suci, dan buanglah jika sekiranya bertentangan dengan Kalam Ilahi. Namun jangan sekali-kali mencemoohkan penelitian ilmu, karena meneliti ilmu merupakan kewajiban seorang muslim yang mencari kebenaran; tuntutlah ilmu walaupun ke negeri China! Buku yang Anda tulis ini semoga membawa hikmah bagi kita semua, minimal akan menyadarkan bahwa kita merupakan makhluk “Hyper Bodoh” di hadapan Gusti yang telah menciptakan alam semesta raya dengan penuh pesona! Aaamiin!
Was.Wr.Wrkth.
Dedy Suardi
Jl. Cihuni No.90 Ciburial Bukit Dago Pakar Timur, Bandung. Telp.022-2508822.
Dari angkasa-raya, astronaut melihat bahwa awan-awan itu bergerak global mengikuti rotasi Bumi kita.
Foto-foto Star-Trail yang membuktikan bahwa Bumi kita selain mengedari Matahari, berotasi pada porosnya, yang sekali rotasi lamanya 24 jam. Matahari yang tampak bergerak dari timur ke barat disebabkan oleh rotasi Bumi tersebut ke arah sebaliknya! Silahkan, siapa pun bisa mencoba!
Buku lain
@Agung Permana
Lalu juga knp sesuatu yang katanya "dimudahkan" malah menjadi "multitafsir" sampai2 terjadi perdebatan ke level extreme di antara muslim sendiri?
Omong kosong
yang mana yang ke tertarik??? pasti magnet ke 1.. ini simpelnya... klo aku suruh jelaskan fisikanya panjang...
pesawat tdk akan bisa terbang jika bumi berputar
Sebuah tanggapan atas polemik teori Heliosentris VS Geosentris
Kepada mereka diantara umat Islam dan selain mereka yang berada di dalam polemik perbedaan dan kontroversial dalam memandang teori Heliosentris dan Geosentris ... dengan membela salah satu dari keduanya serta membantah orang-orang yang menyelisihinya ...
☼ Kepada mereka yang terjebak dalam sikap fanatik demi mempertahankan teori Heliosentris dan melemparkan berbagai hujatan, cacian dan makian terhadap pendukung teori Geosentris tanpa melihat hakikat perbedaaan dan akar persoalan yang sesungguhnya ... hingga akhirnya mereka menolak hujjah ilahiyah yang diturunkan dari atas langit ke tujuh pada satu sisi dan menolak pengetahuan sains fisika modern pada sisi yang lain dengan mengatasnamakan kemajuan sains dan teknologi dalam waktu yang sama .....
Kepada mereka yang mengambil sikap melampaui batas dalam membela teori Geosentris serta membantah para pendukung teori Heliosentris dengan mengataskan Islam ... lalu dalam waktu yang sama menolak ilmu pengetahuan sains fisika yang merupakan ayat-ayat KauniyahNya ... dan yang tidak akan mungkin bertentangan dengan ayat-ayat kalamNya... tanpa berusaha mempelajari dan mendalami sains fisika lalu melihat letak akar persoalan yang sebenarnya ...
Kepada mereka yang mengambil sikap diam... masih dalam kebingungan dan keraguan atau karena masa bodoh dan tidak peduli terhadap persoalan... oleh karena menganggapnya sebagai permasalahan klasik yang tidak perlu dibahas, diperdebatkan atau dibesar-besarkan dan tidak perlu pula untuk di gencarkan dan disebarluaskan diantara manusia...
Kepada mereka karya ini kami persembahkan hanya dengan mengharap ridho Alloh ’Azza Wa Jalla semata ... dan dengan do’a agar semoga dengannya dapat menjadi penjelas bagi yang masih ragu dan penerang bagi yang masih bimbang dengan seidzinNya... dalam menemukan akar persoalan dan hakekat permasalahan yang sesungguhnya tentang teori Heliosentris dan Geosentris ... Amien
Matahari mengelilingi Bumi
Kenapa?
Kenapa siang & malam di daerah kutub berjalan selama 1 tahun penuh, bukan satu hari?
Kenapa matahari bergerak lambat di daerah kutub?
Itu semua pertanda bumi yg mengelilingi matahari, bukan sebaliknya. Seandainya matahari yg mengelilingi bumi pasti di daerah kutub siang & malam berjalan 1 hari penuh, bukan 1 tahun.
Saya berharap kepada kawan2 muslim yg masih percaya geosentris, mudah2an kalian mengerti bahwa kalian telah salah tafsir Al-Qur'an. Ingatlah, jangan karena kebenaran heliosentris membuat kalian jadi memusuhi & menganggap kafir kawan2 kalian yg mempercayai heliosentris. Dan jangan lupa, masalah kecil seperti ini menjadi dibesar2kan itu kemungkinan besar karena ada campur tangan Yahudi & anjing2nya Yahudi untuk memecah belah umat muslim
Alqur'an & Teori Big Bang
Al-qur’an adalah kitab terakhir yang diturunkan Allah kepada nabi terakhir (Muhammad SAW). Al-qur’an bukan lah kitab yang berisi SCIENCE (Ilmu Pengetahuan) Tapi kitab yang berisi SIGN (Tanda-tanda/Ayat-ayat) ke arah ilmu Pengetahuan. Lebih dari 6000 ayat-ayat dalam Al-qur’an, 1000 diantaranya berisi ayat-ayat tentang Ilmu Pengetahuan yang meliputi : Astronomi,Fisika, Geografi, Geologi, Oceanologi, Biologi, Tumbuh-Tumbuhan, Hewan, dll. Di tulisan ini penulis hanya menuliskan tentang Astronomi (Ilmu tentang Tata Surya) dibidang Penciptaan Alam Semesta, Insya Allah Tulisan tentang Astronomi lain (Bentuk bumi, Rotasi Bumi, cahaya matahari dan bulan ) dan Ilmu Pengetahuan lainyya akan ditulis pada bagian selanjutnya.
Jika kita bertanya pada ilmuwan Bagaimana alam semesta terbentuk, bagaimana alam semesta terbentuk? maka mereka akan menjawab dengan teori Big Bang (Teori Ledakan Besar ), yang menyatakan bahwa seluruh jagad raya mulanya adalah satu “Nebula Primary” , kemudian terjadi pemisahan yang menciptakan galaksi dan selanjutnya membentuk tata surya yang terdiri dari Planet, Matahari, dan juga Bumi yang kita tinggali ini
Dalam al-qur’an Allah SWT berfirman :
“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya?. ….” ( Q.S. Al-Anbiya’ : 30 )
Ayat ini menceritakan tentang gejala Ledakan Besar atau Teori Big Bang. Bayangkan apa yang kita baru ketahui sekarang, Alquran telah mengatakannya 1400 tahun yang lalu. Alqur’an juga mengatakan dalam Surat Fussilat ke 41 ayat 11 :
“Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap(dukhon), lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa". Keduanya menjawab: "Kami datang dengan suka hati".(Fussilat ; 11)
Kata arab yang digunakan disini adalah ‘dukhan’ yang berarti asap. Jika Anda tanya Ilmuwan, Alam semesta terbentuk pada mulanya benda angkasa adalah ‘gas’,. Tapi kata Arab ‘dukhon’ adalah ‘asap’, setelah diteliti ‘asap’ adalah lebih tepat dibanding kan dengan gas.
Dan menurut Stephen Hawkin, ilmuwan yang sangat terkenal, dia berkata “the discovery of bridges of matter in the space, is the biggest discovery of this century which gives us indisputable evidence of the creation of the universe and the Big Bang Theory (Penemuan di bidang Astronomy di luar angkasa adalah penemuan terbesar abad ini, yang memberikan bukti tak terbantahkan dari Penciptaan Alam semesta adalah Teori Big Bang)”
Alqur'an dan Bentuk Bumi
Dulu orang-orang berfikir bahwa dunia tempat kita hidup ini adalah datar jadi mereka takut bepergian ke tempat yang jauh karena pada ujungnya mereka takut jatuh. Pada tahun 1597, Sir Francis Drake berlayar keliling dunia untuk membuktikan bumi itu bulat. Al-qur’an sudah menyebutkan dalam surat Lukman ayat 29 :
“… sesungguhnya Allah menyatukan malam ke dalam siang dan menyatukan siang ke dalam malam …”.(Q.S. Luqman : 29)
Penyatuan adalah proses yang lambat dan bertahap, malam secara perlahan dan bertahap berubah menjadi siang dan Siang secara lambat dan bertahap menjadi malam. Fenomena ini hanya mungkin terjadi apabila bumi bulat dan tidak mungkin apabila bumi data. Apabila bumi datar maka akan sebuah terjadi perubahan yang mendadak. Perhatikan Surat Az-zumar ke 39 ayat 5, Allah SWT berfirman :
Dia menciptakan langit dan bumi dengan (perbandingan) yang benar; Dia menggulung(melewat-kawwara) malam keatas siang dan menggulung(melewati) siang keatas malam …”.(Q.S. Az-Zumar : 5 )
Kata Arab yang digunakan adalah “yukawwiru” yang berasal dari “kawwara” yang berarti melewati atau menggulung. Gerakan seperti kita membuat sorban di kepala kita. Fenomena menggulung malam dan menggulung siang hanya terjadi jika bumi bulat. Tidak mungkin jika bumi datar, akan ada perubahan yang mendadak.
Lebih lanjut Dalam Alqur’an Surat An-Naaziat ayat 30 Allah berfirman :
“Dan sesudah itu bumi itu berbentuk telur[dhahaha].” (Q.S. An-Naziat : 30 )
Kata Arab “dahaha berasal dari kata “duhya” yang berarti berbentuk telur, dan itu tidak mengacu pada semua telur , itu mengacu secara spesifik adalah “telur burung unta”. Dan sekarang kita ketahui bahwa Bumi tidak Bundar seperti Bola tapi bumi berbentuk geosferical. Dan jika kalian analisa , Telur Burung Unta berbentuk “Geosferikal” yaitu sedikit menyempit dari puncaknya dan menonjol dari pusatnya. Jadi Alquran menggambarkan bentuk tepat dari bumi yaitu Geosferical 1400 tahun yang lalu.
wassalam
Hakikat Manusia dalam Al-Qur’an
Al-Qur’an juga mendorong manusia untuk merenungkan perihal dirinya, keajaiban penciptaannya, serta keakuratan pembentukannya. Sebab, pengenalan manusia terhadap dirinya dapat mengantarkannya pada ma’rifatullah, sebagaimana tersirat dalam Surah at-Taariq [86] ayat 5-7.
فَلْيَنْظُرِ الْإِنْسَانُ مِمَّ خُلِقَ . خُلِقَ مِنْ مَاءٍ دَافِقٍ . يَخْرُجُ مِنْ بَيْنِ الصُّلْبِ وَالتَّرَائِبِ .
Maka, hendaklah manusia merenungkan, dari apa ia diciptakan. Ia diciptakan dari air yang terpancar, yang keluar dari antara tulang sulbi dan tulang dada. (Q.S. at-Taariq [86]: 5-7)
Berkaitan dengan hal ini, terdapat sebuah atsar yang menyebutkan bahwa “Barang siapa mengenal dirinya, niscaya ia mengenal Tuhan-nya.”
Di samping itu, Al-Qur’an juga memuat petunjuk mengenai manusia, sifat-sifat dan keadaan psikologisnya yang berkaitan dengan pembentukan gambaran yang benar tentang kepribadian manusia, motivasi utama yang menggerakkan perilaku manusia, serta faktor-faktor yang mendasari keselarasan dan kesempurnaan kepribadian manusia dan terwujudnya kesehatan jiwa manusia.[2]
Dalam tulisan ini, penulis akan mencoba melihat sejauh mana hakikat manusia menurut perspektif Al-Qur’an. Di awal pembahasan, penulis akan memaparkan secara sekilas definisi manusia dan asal-usul penciptaannya. Semoga tulisan sederhana ini bisa menambah inspirasi untuk memantapkan kembali eksistensi kita sebagai manusia.
Definisi Manusia
Ketika berbicara tentang manusia, Al-Qur’an menggunakan tiga istilah pokok. Pertama, menggunakan kata yang terdiri atas huruf alif, nun, dan sin, seperti kata insan, ins, naas, dan unaas. Kedua, menggunakan kata basyar. Ketiga, menggunakan kata Bani Adam dan dzurriyat Adam.[3]
Menurut M. Quraish Shihab, kata basyar terambil dari akar kata yang bermakna penampakan sesuatu dengan baik dan indah. Dari akar kata yang sama lahir kata basyarah yang berarti kulit. Al-Qur’an menggunakan kata basyar sebanyak 36 kali dalam bentuk tunggal dan sekali dalam bentuk mutsanna untuk menunjuk manusia dari sudut lahiriahnya serta persamaannya dengan manusia seluruhnya.[4] Dengan demikian, kata basyar dalam Al-Qur’an menunjuk pada dimensi material manusia yang suka makan, minum, tidur, dan jalan-jalan.[5] Dari makna ini lantas lahir makna-makna lain yang lebih memperkaya definisi manusia. Dari akar kata basyar lahir makna bahwa proses penciptaan manusia terjadi secara bertahap sehingga mencapai tahap kedewasaan.[6]
Allah swt. berfirman:
َ وَمِنْ آَيَاتِهِ أَنْ خَلَقَكُمْ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ إِذَا أَنْتُمْ بَشَرٌ تَنْتَشِرُونَ
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah dia menciptakan kamu dari tanah, kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembang biak. (Q.S. ar-Rum [30]: 20)
Selain itu, kata basyar juga dikaitkan dengan kedewasaan manusia yang menjadikannya mampu memikul tanggung jawab. Akibat kemampuan mengemban tanggung jawab inilah, maka pantas tugas kekhalifahan dibebankan kepada manusia.[7] Hal ini sebagaimana firman Allah berikut ini.
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي خَالِقٌ بَشَرًا مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍ . فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُوحِي فَقَعُوا لَهُ سَاجِدِينَ
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka, apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.” (Q.S. al-Hijr [15]: 28-29):
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ .
(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata, “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman, “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (Q.S. al-Baqarah [2]: 30)
Sementara itu, kata insan terambil dari kata ins yang berarti jinak, harmonis, dan tampak.[8] Musa Asy’arie menambahkan bahwa kata insan berasal dari tiga kata: anasa yang berarti melihat, meminta izin, dan mengetahui; nasiya yang berarti lupa; dan al-uns yang berarti jinak.[9] Menurut M. Quraish Shihab, makna jinak, harmonis, dan tampak lebih tepat daripada pendapat yang mengatakan bahwa kata insan terambil dari kata nasiya (lupa) dan kata naasa-yanuusu (berguncang).[10] Dalam Al-Qur’an, kata insaan disebut sebanyak 65 kali.[11] Kata insaan digunakan Al-Qur’an untuk menunjuk kepada manusia dengan seluruh totalitasnya, jiwa dan raga.[12] Bahkan, lebih jauh Bintusy Syathi’ menegaskan bahwa makna kata insaan inilah yang membawa manusia sampai pada derajat yang membuatnya pantas menjadi khalifah di muka bumi, menerima beban takliif dan amanat kekuasaan.[13]
Dua kata ini, yakni basyar dan insaan, sudah cukup menggambarkan hakikat manusia dalam Al-Qur’an. Dari dua kata ini, kami menyimpulkan bahwa definisi manusia adalah makhluk Allah yang paling sempurna, yang diciptakan secara bertahap, yang terdiri atas dimensi jiwa dan raga, jasmani dan rohani, sehingga memungkinkannya untuk menjadi wakil Allah di muka bumi (khaliifah Allah fii al-ardl).
Asal-Usul Penciptaan Manusia
Al-Qur’an telah memberikan informasi kepada kita mengenai proses penciptaan manusia melalui beberapa fase: dari tanah menjadi lumpur, menjadi tanah liat yang dibentuk, menjadi tanah kering, kemudian Allah swt. meniupkan ruh kepadanya, lalu terciptalah Adam a.s.[14] Hal ini diisyaratkan Allah dalam Surah Shaad [38] ayat 71-72.
إِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي خَالِقٌ بَشَرًا مِنْ طِينٍ . فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُوحِي فَقَعُوا لَهُ سَاجِدِينَ .
(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat, “Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah. Maka, apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya ruh (ciptaan)-Ku, maka hendaklah kamu menyungkur dengan bersujud kepadanya.” (Q.S. Shaad [38]: 71-72.)
Perhatikan juga firman Allah dalam Surah al-H{ijr [15] ayat 28-29.
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي خَالِقٌ بَشَرًا مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍ . فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُوحِي فَقَعُوا لَهُ سَاجِدِينَ .
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka, apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.” (Q.S. al-Hijr [15]: 28-29)
Dalam Al-Qur’an, kata ruh (ar-ruh) mempunyai beberapa arti. Pengertian ruh yang disebutkan dalam ayat-ayat yang menjelaskan penciptaan Adam a.s. adalah ruh dari Allah swt. yang menjadikan manusia memiliki kecenderungan pada sifat-sifat luhur dan mengikuti kebenaran. Hal ini yang kemudian menjadikan manusia lebih unggul dibanding seluruh makhluk yang lain. Karakteristik ruh yang berasal dari Allah ini menjadikan manusia cenderung untuk mengenal Allah swt. dan beribadah kepada-Nya, memperoleh ilmu pengetahuan dan menggunakannya untuk kemakmuran bumi, serta berpegang pada nilai-nilai luhur dalam perilakunya, baik secara individual maupun sosial, yang dapat mengangkat derajatnya ke taraf kesempurnaan insaniah yang tinggi. Oleh sebab itu, manusia layak menjadi khalifah Allah swt.[15]
Ruh dan materi yang terdapat pada manusia itu tercipta dalam satu kesatuan yang saling melengkapi dan harmonis. Dari perpaduan keduanya ini terbentuklah diri manusia dan kepribadiannya. Dengan memperhatikan esensi manusia dengan sempurna dari perpaduan dua unsur tersebut, ruh dan materi, kita akan dapat memahami kepribadian manusia secara akurat.
Kemudian, dalam ayat lain juga disebutkan mengenai permulaan penciptaan manusia yang berasal dari tanah.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِنَ الْبَعْثِ فَإِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِنْ مُضْغَةٍ مُخَلَّقَةٍ وَغَيْرِ مُخَلَّقَةٍ لِنُبَيِّنَ لَكُمْ وَنُقِرُّ فِي الْأَرْحَامِ مَا نَشَاءُ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى ثُمَّ نُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوا أَشُدَّكُمْ وَمِنْكُمْ مَنْ يُتَوَفَّى وَمِنْكُمْ مَنْ يُرَدُّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْلَا يَعْلَمَ مِنْ بَعْدِ عِلْمٍ شَيْئًا وَتَرَى الْأَرْضَ هَامِدَةً فَإِذَا أَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَأَنْبَتَتْ مِنْ كُلِّ زَوْجٍ بَهِيجٍ .
Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar kami jelaskan kepada kamu dan kami tetapkan dalam rahim, apa yang kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatu pun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan, kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah. (Q.S. al-Hajj [22]: 5)
ثُمَّ جَعَلْنَاهُ نُطْفَةً فِي قَرَارٍ مَكِينٍ . ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَامًا فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْمًا ثُمَّ أَنْشَأْنَاهُ خَلْقًا آَخَرَ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ .
Kemudian kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu kami jadikan tulang-belulang, lalu tulang-belulang itu kami bungkus dengan daging. Kemudian kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka, Mahasuci-lah Allah, Pencipta yang paling baik. (Q.S. al-Mu’minuun [23]: 13-14)
Itulah di antara sekian banyak ayat Al-Qur’an yang menjelaskan tentang asal-usul penciptaan manusia. Penciptaan manusia yang bermula dari tanah ini tidak berarti bahwa manusia dicetak dengan memakai bahan tanah seperti orang membuat patung dari tanah. Akan tetapi, penciptaan manusia dari tanah tersebut bermakna simbolik, yaitu saripati yang merupakan faktor utama dalam pembentukan jasad manusia. Penegasan Al-Qur’an yang menyatakan bahwa manusia diciptakan dari tanah ini merujuk pada pengertian jasadnya. Oleh karena itu, Al-Qur’an menyatakan bahwa kelak ketika ajal kematian manusia telah sampai, maka jasad itu akan kembali pula ke asalnya, yaitu tanah.[16]
Secara komprehensif, Umar Shihab memaparkan bahwa proses penciptaan manusia terbagi ke dalam beberapa fase kehidupan sebagai berikut.[17] Pertama, fase awal kehidupan manusia yang berupa tanah. Manusia berasal dari tanah disebabkan oleh dua hal: (1) manusia adalah keturunan Nabi Adam a.s. yang diciptakan dari tanah; (2) sperma atau ovum yang menjadi cikal bakal manusia bersumber dari saripati makanan yang berasal dari tanah. Kedua, saripati makanan yang berasal dari tanah tersebut menjadi sperma atau ovum, yang disebut oleh Al-Qur’an dengan istilah nutfah. Ketiga, kemudian sperma dan ovum tersebut menyatu dan menetap di rahim sehingga berubah menjadi embrio (‘alaqah). Keempat, proses selanjutnya, embrio tersebut berubah menjadi segumpal daging (mudlghah). Kelima, proses ini merupakan kelanjutan dari mudlghah. Dalam hal ini, bentuk embrio sudah mengeras dan menguat sampai berubah menjadi tulang belulang (‘idzaam). Keenam, proses penciptaan manusia selanjutnya adalah menjadi daging (lahmah). Ketujuh, proses peniupan ruh. Pada fase ini, embrio sudah berubah menjadi bayi dan mulai bergerak. Kedelapan, setelah sempurna kejadiannya, akhirnya lahirlah bayi tersebut ke atas dunia.
http://www.teoriabsolutivitas.xxx.com
Segala puji hanyalah bagi Alloh ’Azza Wa Jalla, Pencipta dan Pemelihara semesta alam dalam harmoni dan keserasian. Semoga sholawat serta salam tetap tercurahkan ke atas Rasulullah Muhammad saw. kepada para keluarga, para sahabat dan orang-orang yang setia mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat.
Ini adalah sebuah buku yang memberikan tanggapan atas polemik teori Heliosentris dan Geosentris yang dalam waktu bersamaan untuk pertamakalinya secara originally (asli) kami terbitkan Teori Absolutivitas dimana belum pernah ada seorangpun sebelumnya yang menggunakan istilah ini secara resmi dan terpublikasikan secara luas.
Teori Absolutivitas yang kami terbitkan ini adalah sebuah teori yang menyatakan bahwa:
(1) Bumi adalah kerangka acuan absolut (mutlak) dimana hukum fisika adalah sama untuk seluruh kerangka acuan inersia terhadap bumi dan berlaku universal terhadap seluruh gerak di alam semesta.
(2) Bumi adalah pusat dari alam semesta berdasarkan kerangka acuan mutlak bumi yang berlaku universal.
Dilatarbelakangi oleh terbitnya sebuah buku Best Seller berjudul: ”Matahari Mengelilingi Bumi, Sebuah kepastian Al-Qur’an dan As-Sunnah serta bantahan terhadap Teori Bumi mengelilingi Matahari” tulisan ustadz Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf yang meskipun telah lama diterbitkan oleh Pustaka Al-Furqon, membuat kami merasa penting untuk memberikan tanggapan terhadapnya karena telah mencuat menjadi pembicaraan banyak orang dalam diskusi, seminar, perdebatan dan bahkan tidak jarang muncul cacian, celaan dan hujatan antara satu dengan lain khususnya dalam kalangan umat Islam bangsa Indonesia hingga menimbulkan perpecahan umat dalam masalah ini baik sadar ataupun tidak, baik mereka mengetahui ataupun tidak mengetahui.
Dalam buku tersebut secara ringkas dapat dijelaskan kesimpulan bahwa Matahari Mengelilingi Bumi dengan berdasarkan ayat-ayat Al-Quran dan hadits-hadits Rasulullah saw dengan disertai perkataan sahabat dan penjelasan para ’ulama terhadapanya tanpa mendasarkan kepada fakta ilmiah sains secara empiris yang bersifat numerik melalui eksperimen dan tanpa menganalisanya berdasarkan ilmu pengetahuan astronomi fisika klasik maupun modern yang telah diterima luas dan menghasilkan banyak teknologi transportasi dan komunikasi-informasi maupun yang lainnya.
Dalam waktu yang sama buku tersebut membantah teori Heliosentris dengan segala argumentasi yang meskipun berdasarkan fakta ilmiah hasil eksperiman para ilmuwan Barat yang kafir. Persoalan ini sesungguhnya persoalan klasik yang telah muncul sejak masa peradaban Yunani sampai masa kejayaan Ilmuwan Muslim hingga abad pertangahan di Eropa dengan kekuasaan Gerajanya dengan berpegangan kepada teori Geoentris. Permasalah menjadi semakin penting dan tajam oleh karena mampu mempengaruhi situasi gejolak politik, ekonomi, sosial, budaya dan ilmu pengetahuan di Eropa ketika Nicolas Copernicus dihukum mati karena teorinya tentang Heliosentris sangat bertentangan dengan doktrin gereja saat itu.
Akhirnya, terjadilah revolusi politik secara besar-besaran dari kalangan rakyat hingga sistem kekuasaan gereja yang Teokrasi berubah menjadi Demokrasi dengan meninggalkan agama mereka beserta segala syiar-syiarnya. Teori Heliosentris mendapat kemenangan atas teori Geosentris setelah banyak bermunculan penelitian yang membuktikan bahwa bumi mengelilingi matahari berdasarkan kerangka acuan diluar luar angkasa hingga diterima masyarakat luas sampai saat ini dan seakan telah menjadi sesuatu yang aksiomatik tanpa terbantahkan dan tanpa dapat disangkal. Lalu kemudian dengan munculnya buku tersebut melahirkan suasana kontroversi yang sangat hebat dan mampu membelah manusia secara umum dalam 2 kubu yang bertentangan antara satu sama lain karena dipandang buku tersebut melawan mainstream alam pemikiran para pelajar dan kalangan pendidikan dari kalangan umat Islam khususnya dan masyarakat dunia pada umumnya setelah ”mapan” dalam waktu ratusan tahun yang lalu.
Oleh karenanya, kami berkehendak untuk menerbitkan buku ini dengan judul: TEORI ABSOLUTIVITAS, Matahari mengelilingi Bumi: Sebuah tanggapan atas polemik teori Heliosentris VS Geosentris. Setelah kami mempelajari, memahami dan merenungi antara dua hal yang sangat kontradiktif ini, telah nyatalah akar persoalan dan dan telah pastilah sumber permasalahan yang mendasar lagi fundamental dimana hal tersebut menjadi penyebab utama perdebatan ini, yaitu kerangka acuan gerak.
Buku yang menjadi jalan tengah ini diharapkan mampu menjembatani dan dapat menyatukan persepsi, pemahaman dan keyakinan umat Islam khususnya dan manusia umumnya dalam memandang hakikat akar persoalan Teori Heliosentris dan Teori Geosentris.
Dalam waktu yang sama Teori Absolutivitas yang dipandang baru dalam dunia Fisika dan tampak berlawanan dengan teori Relativitas Khusus karya ilmuwan Yahudi terkemuka di dunia, Albert Einstein dapat menjadi wacana pengetahuan dan langkah awal untuk menyempurnakannya. Setiap orang boleh berpendapat terhadap pengamatan terhadap fenomena alam ini selama berdasarkan fakta ilmiah hasil eksperimen secara obyektif, jujur dan adil lalu menuangkannya dalam bentuk teori-teori Fisika dan mengembangkan dalam aplikasi teknologinya. Telah banyak teori-teori fisika klasik maupun modern yang terkubur dalam sampah sejarah akibat runtuh tergeser oleh teori-teori baru dengan fakta ilmiah sains, akan tetapi sebagiannya bangkit kembali dan meruntuhkan teori modern sepertihalnya teori atom antara Teori Atom Diskontinue oleh Demokritos yang semakin lama tampak tergeser oleh Teori atom Kontinue Aristoteles.
Maka seperti yang dikatakan oleh Imam Malik –rahimahullah-,” Setiap pendapat orang boleh diterima atau ditolak kecuali yang memiliki maqom ini (Muhammad saw)”. Tidak ada yang sempurna kecuali Allah ’Azza Wa Jalla Dzat Yang Maha Esa dan Maha Sempurna dengan segala sifat keagungan dan kekuasaanNya yang mutlak. Masih banyak kekurangan dan keterbatasan dalam buku ini, oleh karenanya kritik, saran dan masukan yang konstruktif ataupun nasehat yang bermanfaat sangat kami harapkan dari segenap pihak demi perbaikan dan penyempurnaan terhadap buku ini. Atas segala bantuan dan dukungannya baik dalam bentuk moral, material dan spiritual dari semuanya kami ucapkan syukran jazakumullahu khairan katsiran. Akhirnya kami memohon kepada Allah agar menerima amalam kami ini dan menjadikannya sebagai amalan ikhlash karena hanya mengharap wajahNya dalam perjumpaan dengaNya pada hari kiamat. Dan akhir seruan kami adalah: Segala puji hanyalah bagi Allah, Robb semesta alam.
Surakarta, 11 Juli 2011
9 Sya’ban 1432 H
Rahmat Abdullah
Rahmat Abdullah, penulis buku Teori Absolutivitas
Kepada mereka diantara umat Islam dan selain mereka yang berada di dalam polemik perbedaan dan kontroversial dalam memandang teori Heliosentris dan Geosentris … dengan membela salah satu dari keduanya serta membantah orang-orang yang menyelisihinya …
☼ Kepada mereka yang terjebak dalam sikap fanatik demi mempertahankan teori Heliosentris dan melemparkan berbagai hujatan, cacian dan makian terhadap pendukung teori Geosentris tanpa melihat hakikat perbedaaan dan akar persoalan yang sesungguhnya … hingga akhirnya mereka menolak hujjah ilahiyah yang diturunkan dari atas langit ke tujuh pada satu sisi dan menolak pengetahuan sains fisika modern pada sisi yang lain dengan mengatasnamakan kemajuan sains dan teknologi dalam waktu yang sama …..
Kepada mereka yang mengambil sikap melampaui batas dalam membela teori Geosentris serta membantah para pendukung teori Heliosentris dengan mengataskan Islam … lalu dalam waktu yang sama menolak ilmu pengetahuan sains fisika yang merupakan ayat-ayat KauniyahNya … dan yang tidak akan mungkin bertentangan dengan ayat-ayat kalamNya… tanpa berusaha mempelajari dan mendalami sains fisika lalu melihat letak akar persoalan yang sebenarnya …
Kepada mereka yang mengambil sikap diam… masih dalam kebingungan dan keraguan atau karena masa bodoh dan tidak peduli terhadap persoalan… oleh karena menganggapnya sebagai permasalahan klasik yang tidak perlu dibahas, diperdebatkan atau dibesar-besarkan dan tidak perlu pula untuk di gencarkan dan disebarluaskan diantara manusia…
Kepada mereka karya ini kami persembahkan hanya dengan mengharap ridho Alloh ’Azza Wa Jalla semata … dan dengan do’a agar semoga dengannya dapat menjadi penjelas bagi yang masih ragu dan penerang bagi yang masih bimbang dengan seidzinNya… dalam menemukan akar persoalan dan hakekat permasalahan yang sesungguhnya tentang teori Heliosentris dan Geosentris … Amien
percaya kepada Sang Pencipta
jangan minder dan jangan ragu mnerima kebenaran
1. apakah kebenaran itu didapat dari ahli astronomi ? ahli fisika ? kalo antum menjawab iya, saya bertanya lagi, apakah Muhammmad shollallohu 'alaihi wa salam itu seorang astronom ? ahli fisika ? kok antum ragu & tidak percaya thd kabar yang keluar dari lisan beliau shollallohu 'alaihi wa salam. Alloh berfirman bahwa dia adalah nabi yang tidak bisa membaca,tapi kebenaran bersumber dari beliau. Sesungguhnya Alloh lah yang menciptakan alam semesta ini dan segala isinya, jadi Dia lah yang Maha Tahu dengan ciptaannya, tugas kita hanya sami'na wa atho'na, bukan menentangnya ? mengejeknya. Ingatlah kisah yang diabadikan oleh Al-Kholiq dalam Al-Qur'an tentang terbelahnya bulan, ketika para shahabat Rodiyallohu 'anhum mendengarnya, mereka langsung beriman thd kabar itu meskipun bulan tidak tampak terbelah, lalu orang kafir pun mengejek beliau, dikatakan Muhammad itu tukang sihir, dan sebagainya... tapi ejekan itu tidak berarti apa2, bahkan ratusan tahun kemudian, terbukti scr ilmiah bahwa bulan telah terbelah,
jangan minder berkeyakinan seperti yang ada dalam Aa-Qur'an, karena itulah al-haq, dan apakah kita akan percaya begitu saja percaya dgn kabar yang datang dari orang kafir yang menyekutukan Tuhannya ??????????
ihdinassirootol mustaqiim...
serahkan kepada ahlinya
An Naml 88 : Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
klo cuma matahari terbit dari timur dan tenggelam dibarat...ya itu cuma menunjukkan waktu....berbagai bentuk bulan juga untuk menghitung waktu....
ibrahim 33 :Dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan bagimu malam dan siang.
ayat ibrahim 33 menunjukkan pergerakan matahari dan bulan.ayat ini menunjukkan bahwa matahari berotasi dan berevolusi. faktanya benar matahari berevolusi tetapi tidak terhadap bumi, tetapi terhadap bintang yang lebih besar (vega), bintang yang punya gravitasi lebih besar dari matahari.
bukankah Allah telah memperhitungkannya dengan sangat teliti...hingga tidak akan bertabraknya benda2 langit, kecuali sesuai dengan kehendaknya.
Matahari mengelilingi bumi..
Sharusnya didukung oleh ilmuan Muslim, atau kalau Ilmuan muslimnya dah terlanjur kebarat-baratan ya berdebatlah secara fair. Jangan bicara seperti orang Demo, kan saudara juga Ilmuan.
Teori-teori seperti geosentris, astronomi dll kan temuan manusia jg, kadang jg bs salah.
Buktinya teori Evolusi Darwin skarang sudah diragukan. Kalau sdr Ilmuan Muslim, mana yg lebih anda percayai Teori-Teori buatan manusi atau yg jelas-jelas Wahyu Allah Swt dan sunnah rosul-Nya?
Kalau msh blum percaya lakukan penelitian lg.. jangan ngomel-ngomel kayak orang demo jalanan.
setuju
setuju
Luar biasa
Tanggapan terhadap buku Ustadz Ahmad Sabiq
Teori Absolutivitas yang kami terbitkan ini adalah sebuah teori yang menyatakan bahwa:
(1) Bumi adalah kerangka acuan absolut (mutlak) dimana hukum fisika adalah sama untuk seluruh kerangka acuan inersia terhadap bumi dan berlaku universal terhadap seluruh gerak di alam semesta.
(2) Bumi adalah pusat dari alam semesta berdasarkan kerangka acuan mutlak bumi yang berlaku universal.
Dilatarbelakangi oleh terbitnya sebuah buku Best Seller berjudul: ”Matahari Mengelilingi Bumi, Sebuah kepastian Al-Qur’an dan As-Sunnah serta bantahan terhadap Teori Bumi mengelilingi Matahari” tulisan ustadz Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf yang meskipun telah lama diterbitkan oleh Pustaka Al-Furqon, membuat kami merasa penting untuk memberikan tanggapan terhadapnya karena telah mencuat menjadi pembicaraan banyak orang dalam diskusi, seminar, perdebatan dan bahkan tidak jarang muncul cacian, celaan dan hujatan antara satu dengan lain khususnya dalam kalangan umat Islam bangsa Indonesia hingga menimbulkan perpecahan umat dalam masalah ini baik sadar ataupun tidak, baik mereka mengetahui ataupun tidak mengetahui.
Lebih detail bisa klik disini: www.teoriabsolutivitas.wordpress.com juga disini: www.arafahgroup.com juga di facebook: Teoriabsolutivitas Matahari mengelilingi bumi
diskusi terpanjang
ini adalah merupakan diskusi yang sangat puuanjjjanggg dengan topik yang sama.... bayangkan mulai dari 2006 sampai 2011, dan belum sempat menemukan titik akhir..
semoga dalam beberapa tahun kedepan akan ada suatu pembuktian yang bisa dipertanggung jawabkan.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.
beritahu saya
bumi mengelilingi matahari
matahari mengitari apa?
tolong di jawab...serius!
matahari Mengelilingi Bumi...
bumi mengelilingi matahari
matahari mengitari apa?
tolong di jawab..,
Jawabannya adalah: Matahari Mengelilingi Bumi berdasarkan kerangka acuan Bumi sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an surat Al-baqarah: 258 dan Matahari mengelilingi Blackhole (Lubang Hitam) Galaksi Bima Sakti berdasarkan kerangka acuan luar angkasa. Lalu manakah kerangka acuan yang benar? Bumi ataukah luar angkasa?
Berdasarkan pembuktian Relativitas Einstein tentang dilatasi Waktu oleh Hufele dan Keating, ternyata bumi adalah kerangka acuan universal terhadap seluruh gerak di semesta alam yang dengannya paradoks bintang telah terpecahkan. Lebih lanjut lihat: www.teoriabsolutivitas.wordpress.com
PERIKSA DIRI SEBELUM MEMPERIKSA ORANG LAIN
fanatisme yang menghancurkan agama itu sendiri
To all of you...
(1) Matahari Mengelilingi Bumi berdasarkan pengamat di bumi (The Absolute Theory) [benar]
(2) Matahari Mengelilingi Bumi berdasarkan pengamat di Luar Angkasa (The Geocentric Theory) [Salah]
(3) Bumi Mengelilingi Matahari berdasarkan pengamat diluar angkasa (The Heliocentric Theory) [Benar]
To all of you...
(1) Matahari Mengelilingi Bumi berdasarkan pengamat di bumi (The Absolute Theory) [benar]
(2) Matahari Mengelilingi Bumi berdasarkan pengamat di Luar Angkasa (The Geocentric Theory) [Salah]
(3) Bumi Mengelilingi Matahari berdasarkan pengamat diluar angkasa (The Heliocentric Theory) [Benar]
eling-eling jo podo ngisin ke' sadulur sebangsa njeeh
eling-eling jo podo ngisin ke' sadulur sebangsa njeeh
eling-eling jo podo ngisin ke\' sadulur sebangsa njeeh
pilihan
Jangan Bertengkar
Ingat firman Allah..sungguh kamu sekalian tidak diberi pengetahuan melainkan sedikit...(al-ayah)
bukan menjustifikasi
ana lebih cenderung berkeyakinan bahwa matahari mmengelilingi bumi dengn landasan berfikir bahwa dalam firman allah :
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman
"Artinya : Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dan malam itu, maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan, dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai tandan yang tua. Tidaklah mugkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya." [Yaa-Siin : 37-40]
dalam surat ini jelaslah allah berfirman bahwa ''matahari berjalan di tempat peredarannya''
hal ini juga kemudian di kuatkan dengan contoh kasus yang ada dalam buku '' matahari mengelilingi matahari'' dengn membrikan pernyataan bahwa jika benar bahwa bumi melaukan rotasi, maka pesawat terbang tidak akn peranah sampai ketempat tujuan jika terbang berlawanan arah dengan arah rotasi bumi,,,
dan sesungghunya kebenaran akn terbukti seiring dengan pekembangn ilmu pengetahuan manusia seperti hallnya terlontarnya teori evolusi darwin,,
allahu akbar,,
bukan menjustifikasi
ana lebih cenderung berkeyakinan bahwa matahari mmengelilingi bumi dengn landasan berfikir bahwa dalam firman allah :
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman
"Artinya : Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dan malam itu, maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan, dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai tandan yang tua. Tidaklah mugkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya." [Yaa-Siin : 37-40]
dalam surat ini jelaslah allah berfirman bahwa ''matahari berjalan di tempat peredarannya''
hal ini juga kemudian di kuatkan dengan contoh kasus yang ada dalam buku '' matahari mengelilingi matahari'' dengn membrikan pernyataan bahwa jika benar bahwa bumi melaukan rotasi, maka pesawat terbang tidak akn peranah sampai ketempat tujuan jika terbang berlawanan arah dengan arah rotasi bumi,,,
dan sesungghunya kebenaran akn terbukti seiring dengan pekembangn ilmu pengetahuan manusia seperti hallnya terlontarnya teori evolusi darwin,,
allahu akbar,,
Pendapat owe....
1. Merkurius
2. Venus
3. Bumi
4. Mars
5. Jupiter/Yupiter
6. Saturnus
7. Uranus
8. Neptunus
9. Pluto,
mohon ma'af jika ada salah teori, teori saya diatas boleh kok singgah.... lawong saya ini juga bukan ahli astronomi saja kok... hanya urun rembuk saja...., tapi ingat kawan ...terutama yg muslim ...jgn mencela pendapat orang lain, nggak baik...manusia itu hanya bisa berteori ...kelak ditemukan teori baru yg lama bisa diperbaiki ...sebab yg paling benar itu ya gusti Allah saja bukan yg lain....oke....ingat jgn suka mencela ...
Buku Idiot TIDAK LAYAK
TIDAK LAYAK BELI.
jadi bahan tertawaan umat lain.
Dulu galileo galilei dihukum mati karena bertentangan dg gereja yang mengatakan bumi itu datar, eh.. malah sekarang salafy ikuta2n idiot.
berpendapat boleh, tapi gak usah bikin fatwa2 segala pake kata2 kepastian alquran dan sunnah segala. malah bilang orang lain sesat.
kucing itu mengeong, harimau itu mengaum, itu fakta, gak bisa dibalik, meskipun anda berfatwa bahwa kucung itu mengaum.,
malah anda jadi bahan tertawaan orang karena ke IDIOTan fatwa anda
jangan gegabah
2. banyak teori2 yang dulunya dianggap praktikal tapi kini terbungkam. banyak teori dulunya dianggap sesuai tapi kini tidak sesuai lagi.
3. sebutlah teori lohong hitam, big bang, atom dll , semuanya ada pro kontra tetapi ada teori tersebut bertemu dengan penemuan baru dan ada menuju kehancuran.Kadang2 teori yang ditemui oleh pengkaji barat diruntuhkan sendiri oleh pengkaji dari barat juga.lihat berapa ramai yang pertikai teori lohong hitam oleh stephen hawking sehingga dia sendiri menjadi ragu.
4. sebab dan musabab kadang2 terjadi dari banyak puncanya .mungkin pada masa kini kita bertemu salah satu punca sahaja tetapi yang masa akan datang bertemu pula dari punca yang lain.
5.teori2 yang praktikalpun sebenarnya kadang2 berubah mengikut masa dan kemajuan.
6. perbincangan sebegini ada juga manfaatnya yang penting jangan sampai merosakkan akidah.
jaga kesantunan
Untuk semua yg berkomentar, seharusnya kita tetaplah menjaga kesantunan kita dalam bertutur kata (atau dalam hal ini menulis) :)
kebenaran terkadang memang misteri, hanya Allah ta'ala yg tau.
kita punya pendapat, orang lain punya pendapat. berdebatlah yg baik, bukan dengan mencaci pendapat orang lain
Logika
Pecah
binatang g punya akal
ali imran 190
bagi yang g mau pake karunia Allah yaitu akal silahkan mendaftar jadi binatang aja.
salafi wahabi
salafi wahabi
Keseimbangan imtaq dan iptek
Al quran sangat luas cakupannya meliputi berbagai disiplin ilmu politik, sosial, biologi, astronomi dan lain-lain. Dalam menurunkan Al quran, Allah memilih gaya bahasa yg indah memiliki nilai sastra yg tinggi, ada yg berlaku ketika di zaman rasul dan hingga akhir zaman. sehingga ketika menafsirkan al quran harus memiliki ilmu yg dalam baik secara sejarah diturunkan qur'an (Asbabun nujul), ilmu bahasa (nahwu, shorof, dll) juga memiliki ilmu di bidangnya (politik, sosial, biologi, astronomi dll), dan hasil penafsiran pun didiskusikan lagi dengan ahli-ahli nya yg lain untuk menghindari pemikiran sendiri yg mungkin tanpa disadari telah mengikuti hawa nafsu. Sehingga dihasilkan penafsiran yg benar yg bermanfaat untuk umat.
Khusus untuk kasus penafsiran bumi mengelilingi matahari atau matahari mengelilingi bumi, secara bahasa Al quran tidak ada secara tekstual/explisit menyebutkan matahari mengelilingi bumi, semuanya menjelaskan secara kiasan-kiasan yg indah, sehingga ahli tafsir menafsirkan sesuai zamannya. khusus untuk zaman sekarang penafsirannya bisa ditambah dengan teknologi yg mutakhir (IPTEK) yg mana iptek ini merupakan bagian dari ayat2 kauniyah Allah SWT atau Sunatullah. Dan antara ayat2 quran dan sunatullah pasti sejalan tidak akan bertentangan karena semua bersumber dari Allah. Dengan teknologi sekarang bisa dibuat televisi, pesawat terbang, wahana antariksa seperti satelit, dari sana muncul juga GPS dan lain2.
Dari teknologi bisa dibuktikan bahwa bumi mengelilingi matahari sehingga terjadi pergantian musim, dan sambil mengelilingi matahari, bumi pun berputar pada porosnya sehingga terjadi perbedaan waktu, siang dan malam.
Hal ini bukan lagi teori akal, melainkan sudah merupakan fakta bagian dari sunatullah. Berlandas fakta tersebut (bumi berputar dan mengelilingi matahari), maka muncul teknologi satelit, yg bisa melakukan orbit di bumi kemudian satelit tersebut mengirimkan data-data ke bumi seperti data cuaca, citra bumi, televisi satelit, sehingga kita bisa berkomunikasi menggunakan handphone dan lain2. juga pembuatan pesawat terbang berlandaskan fakta tersebut (bumi berputar dan mengelilingi matahari), seandainya contoh2 teknologi tsb berlandas pada fakta yg salah maka mustahil teknologi tsb berjalan sampai sekarang. Untuk lebih meyakinkan silakan berdiskusi dengan pakar pesawat terbang, pakar satelit, dan pakar2 yg menghasilkan teknologi2 yg berjalan sampai sekarang.
Alangkah indah apabila umat islam mendalami al quran sebagai ayat qauliyah juga mendalami iptek sebagai ayat kauniyah. yang mana satu sama lain akan saling menguatkan mustahil bertolak belakang. Sehingga menghasilkan tafsir2 quran yg komprehensif yg insya Allah sesuai dengan kehendak Allah.
Mari kita melihat realita kemajuan teknologi bangsa barat (mayoritas non muslim) sebagai tantangan bagi umat muslim.
Bangsa barat mampu membuat peluru kendali lintas benua berhulu ledak nuklir hal tersebut merupakan hasil dari iptek yg kompleks (perputaran bumi, satelit, waktu, dll), mampukah umat muslim menandingi kemajuan teknologi barat? Agar tidak selalu ditindas oleh mereka.. Wallahu Alam
Penjelasan
Bumi itu Datar Menurut Al-Qur'an ? (http://imamadi83.blogspot.com/2012/02/bumi-itu-data-menurut-al-quran.html)
Benarkah Al-Qur'an Berkata Matahari Tidak Menyebabkan Siang ? (http://imamadi83.blogspot.com/2012/02/benarkah-al-quran-berkata-matahari.html)
reply
diselingi iklan dulu ya yang butuh alat bekam bsia mampir sini http://pernikmuslim.com/list/102-alat-bekam :D
MATAHARI HANYALAH BEREDAR SEWAKTU SIANG HARI SAJA!
http://abiubaidah.com/matahari-sujud.html/
Kembalikan kepada Al Qur'an & Al hadits
alqurran n hadis sebagai petunjukku bukan lawannya lah...
Tidak percaya dengan Al-Qur'an, berarti ?
Yang pasti " kalau anda tidak percaya kepada Al- Qur'an " berarti..............
tinggal mari kita mencari penafsiran yang benar.
Tidak percaya dengan Al-Qur'an, berarti ?
Yang pasti " kalau anda tidak percaya kepada Al- Qur'an " berarti..............
tinggal mari kita mencari penafsiran yang benar.
Kita tunggu saja
Niscaya akan gugurlah teori bumi mengelilingi matahari.
Kebenaran bukan ditentukan oleh banyaknya orang yang mendukungnya, kebenaran hanya datang dari Alloh dan Rasul-Nya..
???
tapi nyatanya???
bendera pasti tidak akan terus berkibar apalagi terus berkibar ke arah barat. bendera hanya akan berkibar jika ada angin. arah berkibarnya pun ditentukan arah datangnya angin tidak selalu ke arah barat..
masa sih ada angin yang berkecapatan lebih dari 1600 km/jam melebihi kecepatan rotasi bumi?
buku ga guna
sekarang saya tanya kalo anda naik kereta dgn kecepatan 150km/jam dan didalam ada nyamuk yg terbang santai apakah kenyataannya nyamuk tersebut terbang melebihi kecepatan kereta?
itulah namanya relativitas..kecepatan nyamuk relatif terhadap kereta dan menurut org didlm kereta pasti menganggap nyamuk hanya terbang pelan..lain dengan pengamat diluar kereta pasti menganggap nyamuk terbang dgn sangat cepat...
ingat ilmu pengetahuan sudah sangat modern terutama fisika dan Alquran tidak pernah bertentangan dengannya hanya anda saja yg menafsirkan dengan salah..
pesawat dapat terbang,siaran TV,internet dll ada dan diciptakan karena berdasarkan hitung2an fisika yg cermat tidak berdasar nalar sederhana..semua ad hitungannya,pernah mendengar hukum Newton? atau lebih rumit lg teori Relativitas? ya mereka memang kafir, lantas apakah kita menolak teori mereka? lalu kenapa kita masih menggunakan pesawat terbang? TV? handphone atau internet? padahal semua itu ad karena rumus2 fisika yg mereka ciptakan? lantas apakah mereka menciptakan rumus tersebut sendirian? tentu tidak..mereka menggunakan ilmu2 yg telah ad sebelumnya dan diterima benar,salah contohnya adalah ilmu hitung seperti aljabar,siapakah penemu aljabar? ya Al gebra yg seorang muslim,tanpa aljabar mustahil mereka bs membuat perhitungan yg rumit seperti F=MxA dan E=MC2 (kuadrat)...
jadi janganlah berkutat bahwa semua yg diciptakan kaum kafir harus kita tolak,lantas menerima mentah2 teori ulama yg belum tentu tau astronomi
fakta bumi mengelilingi matahari....
secara itu adalah pedoman langsung dr ALLAH buat umat manusia...!!!
Tapi manusia harus benar menafsirkan nya, jgn asal"an ajaa, harus mengerti kalimat-kalimat nya. jangan sembarangan aja menafsir kan, nah itu berarti menandakan orang ituu bodoh n ga punya pola filir yang jernih....
saya udah baca tentang artikel tentang bumi mengelilingi matahari disertai ayat" dari al"Quran.
saya sangat setuju bahwa Bumi memang mengelilingi matahari dan matahari mengelilingi galaksi..
jd siapa yang mengatakan bahwa matahari mengelilingi adalah orang O'on yang pengetahuannya kurang banget, intinya orang itu sok tau dalam mengartikan ayat-ayat AL'Quran....!!
Kesimpulannya adalah BUMI MENGELILINGI MATAHARI...
dan buat orang-orang yang fanatik saya angkat jari tengah buat kalian,, lebih baek ga usah pake internet deh klo emang loe fanatik..
fuuucckkk buat org fanatik..
bumi mengelilingi matahari....
dah bener kalo bumi mengelilingi matahari...
dasar idiot yang ngomong matahari mengelilingi bumi....
tolong dong pak kalo menafsirkan Al'quran itu yang benar, jangan pakai kalimat sendiri... nah itu adalah orang bego yang sok tau dan ilmu pengetahuanya sangat lemah....
fuck buat loe yang panating n gak ngikutin zaman.... diem aja tuh di gunung sendirian ... wkwkwkwkwk.....
buat yang punya buku harus baca nih artikel ini beserta buktinya...Bukti Bumi mengelilingi matahari..
Guna melestarikan keyakinan tersebut, maka muncullah ultimatum keramat yang disiarkan ke seantero negeri: “SIAPA SAJA ORANGNYA YANG MEREKAYASA TEORI LAIN DI LUAR TEORI YANG TELAH DIKUKUHKAN OLEH FIHAK GEREJA (geocentric), MAKA ORANG TERSEBUT WAJIB DIHUKUM PANCUNG!” (karena dianggap menyebarkan pemurtadan)
Namun, dalam suasana ultimatum yang cukup mencengangkan itu, tak pelak muncul seorang tokoh pembaharu bernama Copernicus yang dengan berani mencanangkan teori baru yang berseberangan dengan teori yang dikeramatkan tersebut; terkelal dengan TEORI “HELIOCENTRIS”, yang menandaskan bahwa Bumilah yang mengelilingi Matahari! Bahkan Bulan, dan planet-planet yang lain pun mengelilingi Matahari! Jadi Matahari untuk sementara dianggap sebagai pusat alam semesta!
Tal lama kemudian sang tokoh kontroversial tersebut dikejar-kejar oleh para penganut GEOCENTRIC untuk dimusnahkan! Bahkan seorang tokoh bernama Bruno, sempat dibakar hidup-hidup! Tak ayal lagi kemajuan ilmu pengetahuan dibekam habis-habisan oleh manusia jahiliyah yang ingin mempertahankan kebodohan di muka Bumi ini, sehingga ABAD KEGELAPAN yang direkayasa oleh sekelompok manusia ‘fanatik’ nyaris menggelapkan segala-galanya, seakan-akan ingin memupus segala kebenaran yang dipancarkan oleh Sang Pemilik Cahaya di Atas Cahaya, Allah Rabbul Alamin!
Padahal, jauh beberapa abad sebelumnya (pasca para sahabat), para ulama Islam pun (berdasarkan kajian dari Al-Qur’an), seperti Al Battani, Ibnu Haithem, Ibnu Sina (Avicenna) dll, telah mentah-mentah menolak kefanatikan yang disodorkan oleh Ptolomeus tersebut! Az-Zumar ayat-5 mengatakan: “Ia telah menciptakan langit dengan haq, dipusingkan-Nya malam kepada siang, dan dipusingkan-Nya siang kepada malam.”
Bahwa planet Bumi ternyata tidak diam (berotasi pada porosnya), telah diperkuat oleh An-Naml ayat-88 yang artinya: “Dan engkau lihat gunung-gunung, engkau kira bahwa dia tetap (tidak bergerak), padahal dia berjalan kencang bagaikan awan berjalan. (Begitulah) perbuatan Allah, yang membuat segala-sesuatu dengan kokohnya; sesungguhnya Dia mengetahui betul apa yang kamu kerjakan.”
Dari hasil penelitan di lapangan yang bisa dipertanggung jawabkan, ternyata semua benda-benda langit itu bergerak sejalan dengan falaq yang ditentukan oleh Sang Mahapengatur! Selain berotasi, Bulan bergerak memutari Bumi, tatkala Bumi bergerak mengedari Matahari, tatkala Matahari (sebagai salah sebuah bintang dari milyaran bintang dalam galaksi Bimasakti) bergerak mengedari pusat galaksi Bimasakti, tatkala Bimasakti bergerak mengedari pusat Supegalaksi, dst! Maka dalam Al-Qur’an tercantum istilah “sab’a samaawaat” yang berarti tujuh tingkatan langit! (tujuh artinya banyak atau luas).
Perlu diketahui bahwa, besar Matahari kurang-lebih 1.300.000. (satu juta tiga ratus ribu) kali Bumi kita. Rasa-rasanya jika terjadi Matahari mengelilingi Bumi, benar-benar telah melanggar sunatullah yang sah! Masuk akalkah satu hari satu malam dikarenakan satu kali Matahari sebagai benda raksasa mengorbit Bumi sebagai benda superkecil? Entahlah jika Anda sudi kembali lagi pada paham para penyembah Fir’aun yang meyakini bahwa tenggelamnya Sang Surya disebabkan karena dilahap oleh Dewi Nuts, dan terbitnya Sang Surya keesokan harinya disebabkan karena dia dilahirkan kembali oleh Sang Dewi yang doyan menyantap gumpalan api yang besarnya 1.300.000 kali planet Bumi!
buat yang punya buku harus baca nih artikel ini beserta buktinya...Bukti Bumi mengelilingi matahari..
Perlu diketahui bahwa, besar Matahari kurang-lebih 1.300.000. (satu juta tiga ratus ribu) kali Bumi kita. Rasa-rasanya jika terjadi Matahari mengelilingi Bumi, benar-benar telah melanggar sunatullah yang sah! Masuk akalkah satu hari satu malam dikarenakan satu kali Matahari sebagai benda raksasa mengorbit Bumi sebagai benda superkecil? Entahlah jika Anda sudi kembali lagi pada paham para penyembah Fir’aun yang meyakini bahwa tenggelamnya Sang Surya disebabkan karena dilahap oleh Dewi Nuts, dan terbitnya Sang Surya keesokan harinya disebabkan karena dia dilahirkan kembali oleh Sang Dewi yang doyan menyantap gumpalan api yang besarnya 1.300.000 kali planet Bumi!
Usaimin, Bin Baz, Albani
Usaimin, Bin Baz, Albani
Logika Vs Omong kosong
saya pengen ketawa setelah membaca koment'nya, ternyata orang" yang pake logika lebih banyak ketimbang orang" idiot yang cuma bisa omong kosong, yang paling ngeri orang" idiot itu pake bawa-bawa Ayat Suci Al'Quran segala lagian mengartikan nya juga kagak bener lagi...??? secara tidak langsung khan itu nama'nya ngerusak citra Al'Quran..!!! jd orang harus bisa mengartikan ayat" dengan benar.....
so... sekarang udah terbukti dari fakta" yang ada mana yang benar dan omong kosong....!!!
kalo masih bilang matahari mengelilingi Bumi! saya katakan Orang itu idiot... hahaha
kalo mau debat sama saya hub'n saya lewat YM/email : bamaedan@yahoo.com
Salah satu Mukjizat Al'Quran...
“Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.” (QS Al-Anbiyaa: 33).
Disebutkan pula dalam ayat yang lain bahwa matahari tidaklah diam, tetapi bergerak dalam garis edar tertentu: “Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” (QS Yasin :38).
Fakta-fakta yang disampaikan dalam Al Quran ini telah ditemukan melalui pengamatan astronomis di zaman kita. Menurut perhitungan para ahli astronomi, matahari bergerak dengan kecepatan luar biasa yang mencapai 720 ribu kilometer per jam ke arah bintang Vega dalam sebuah garis edar yang disebut Solar Apex.
Ini berarti matahari bergerak sejauh kurang lebih 17.280.000 kilometer dalam sehari. Bersama matahari, semua planet dan satelit dalam sistem gravitasi matahari juga berjalan menempuh jarak ini. Selanjutnya semua bintang di alam semesta berada dalam suatu gerakan serupa yang terencana.
kesimpulan'nya udah udah jelas di katakan dalam al'Quran bahwa matahari bergerak mengintari alam semesta beserta isi tata surya'nya termasuk bumi dengan kecepatan yang sangat cepat, jadi udah dijelaskan dalam Al'Quran kalo "matahari tidak mengelilingi Bumi" jadi ke 9 planet yang ada di tata surya lah yang mengelilingi matahari, termasuk juga BUMI mengelilingi MATAHARI..
saya maklumi kalau ada orang yang sala menafsir'kan Al'Quran, karena manusia tidak ada yang sempurna...!!! saya maafin deh kalia wkwkwkwk....
simak baik2 isi al-qur'an sebelum terbitkan hasil karya
atau sy juga jadi penulis z y..n d jual. lmyn tuh keuntungan pasti bnyak. contoh'y buku ini.. pasti banyak yg beli karna penasaran, pro n kontra bukan cm judul'y, tp dengan isi yg tertulis d dalam'y.
kwkwkwkwkwk..... asem
ghaib
KAMI SAMA2 MUSLIM
matahari keliling bumi
Ayat 35/41 : Bahwa ALLAH menahan planet-planet dan Bumi luput (dari garis orbitnya), jika semua ini sampai luput, adakah yang dapat menahannya selain DIA ?. Bahwa DIA penyantun penyayang.
Berdasarkan petunjuk Alquran bahwa semua planet-planet dan Bumi memiliki rawasia bersistem Simple dan bintang-bintang (matahari) bersisitem Reguler.
Antara sesama planet tidak akan pernah berlaku perantukan begitupun antara sesama bintang, karena magnet yang bersamaan sistemnya takan pernah bertarikan bahkan selalu saling bertolakan meskipun meskipun posisinya berdekatan.
Rawasia (magnet)Simple yang dimiliki Bumi menyebabkan planet ini berputar di sumbunya Rawasia Regular yang dimiliki Matahari. Bumi berputar dari barat ke Timur, karena kelihatan matahari terbit di Timur dan terbenam di Barat. Dalam pada itu Bulan yang menjadi satelit terdorong pula dari Barat ke Timur menurut gerak rotasi Bumi, karenanya tampak Bulan senantiasa berobah tempat setiap malam pada posisi semaklin ke Timur.
Matahari juga berputar di sumbunya dari Barat ke Timur, sembari melakukan tarik menarik dengan planet-planet yang jadi keluarganya. Jadi tarikan Matahari pada Bumi dan rotasi matahari itu sendiri dari barat ke Timur telah membawa planet-planet dan Bumi ini beredar keliling Matahari itu pada jarak dan kecepatan tertentu. Hal ini telah berlaku semenjak penciptaan pertama dulunya. Hal yang sama berlaku juga pada setiap planet yang berada dalam daerah tatasurya kita ini.
Jadi tolonglah .... jangan hanya berdasarkan terjemah ayat tempo dulu, sudah berani menyalahkan kebenaran ayat-ayat Kauniah
Selamat