Assalamu'alaykum, Selamat datang di blog pernikmuslim.com

Customer Friend kami siap membantu

  • Telepon (031) 6010 3503

  • SMS 0856 336 4677

  • Yahoo! Chat

Berbagai manfaat buah sirsak dan daun sirsak

Ditulis tanggal February 13th, 2013 oleh

Buah sirsak bukanlah buah yang asing untuk kita yang tinggal di Indonesia ini kan (?) Buah yang memiliki rasa asam dan manis ini bisa digunakan untuk membuat minuman berupa jus dan beberapa jenis minuman lainya.

Buah sirsak memiliki daging berwarna putih dan memiliki biji-biji kecil berwarna hitam. Buah ini memiliki kandungan banyak karbohidrat. Kandungan gizi yang terdapat pada buah sirsak ini adalah vitamin C, vitamin B1 dan vitamin B2 yang cukup banyak. Biji buah sirsak ini beracun dan dapat digunakan sebagai insektisida alami, seperti pada biji srikaya.

Negara korea juga mengadakan penelitian tentang buah dan khasiat daun sirsak ini. Setelah melakukan penelitian mereka menemukan adanya senyawa kimia yang berperan selektif dalam membunuh sel kanker usus besar, serta berpotensi sebagai obat kemoterapi di dalam buah dan daun sirsak ini. Dibalik khasiatnya yang luar biasa ini, ternyata senyawa dari daun sirsak ini memilih sel target kanker sehingga tidak merusak sel-sel sehat.


Baca selengkapnya

Ketika Malas Membelenggu

Ditulis tanggal November 30th, 2012 oleh

Malas, hampir tiap orang pernah merasakannya. “Penyakit” ini membuat seseorang enggan melakukan berbagai aktivitas, seperti bekerja, beribadah, menuntut ilmu, dan sebagainya. Tentu, kerugian pun akan dituai, ketika seseorang selalu mengikuti dan memanjakan rasa malasnya. Malas bekerja, akan menjadikan jauh dari rezeki. Malas beribadah, menjauhkan diri dari pahala dan surga-Nya. Malas menuntut ilmu atau belajar agama, akan berbuah kebodohan. Padahal ilmu agama harus senantiasa dipelajari dan dipahami, karena agamalah yang akan menjadi pedoman hidup kita agar bisa meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Malas Beribadah

Jika hanya mengikuti hawa nafsu, kita memang lebih suka bersantai-santai. Pun dalam soal ibadah. Untuk melakukan shalat lima waktu saja, terkadang kita ogah-ogahan, apalagi untuk qiyamullail, di saat udara begitu dingin.

Memang grafik keimanan seseorang itu bisa naik dan turun. Ketika grafik keimanan turun itulah, biasanya rasa malas beribadah lebih sering kita alami. Agar lebih bersemangat lagi dalam beribadah, berikut ini ada beberapa kiat yang bisa kita lakukan:

1. Ingat mati. Kita semua pasti akan mati, dan memerlukan bekal untuk sebuah perjalanan yang panjang. Jika sekarang kita tak menggunakan waktu kita untuk banyak beribadah, maka kita akan rugi, karena bekal kita nanti sangat sedikit.


Baca selengkapnya

Menghilangkan bau Mulut dengan cara Alami

Ditulis tanggal November 29th, 2012 oleh

Bau mulut tidak sedap, kadang membuat kita tidak percaya diri. Hal ini bisa dipicu dari berbagai faktor , salah satunya adalah makanan. Selain sebagai penyebab bau mulut Makanan juga bisa menjadi pencegahnya juga.

Bau mulut atau disebut juga halitosis, disebabkan oleh berbagai alasan antara lain makan makanan tertentu , merokok, penyakit gusi, mulut kering dan bakteri mulut. Selain ke dokter gigi dan menyikat gigi secara teratur , Anda juga dapat mengurangi bau mulut dengan makanan. Makanan untuk mencegah bau mulut itu apa saja?

Berikut beberapa makanan penghilang bau mulut, yang dilansir Livestrong .


Baca selengkapnya

Batasan Berjilbab

Ditulis tanggal November 29th, 2012 oleh

sebenarnya bagaimana sich batasan wanita bercadar dalam berpakaian? Apakah cukup yang penting tidak membentuk lekak-lekuk tubuh atau jilbabnya harus sebetis? Adakah keutamaannya? Apa ini tidak termasuk ghuluw dalam berpakaian? Syukran wa barakallahu fikum.

Jawab:

Para ulama sepakat tentang pensyariatan cadar yang menutup wajah seorang muslimah ketika berada di luar rumah atau berhadapan dengan laki-laki yang bukan mahram (bukan muhrim, karena muhrim berarti orang yang berihram). Mereka hanya berbeda pendapat tentang hukumnya, wajib atau sunnah. Kesimpulannya, bercadar lebih baik daripada yang tidak, karena lebih menutupi keindahan dan perhiasan wanita. Sebagian ulama diantaranya Syekh Muhammad Nashiruddin al-Albani –rohimahulloh– memberikan batasan standar berjilbab yang tidak menyelisihi syariat. Di antara batasan tersebut adalah:

1. Pakaian muslimah itu harus menutup seluruh badannya, kecuali wajah dan kedua telapak tangan-menurut beliau- (lihat al-Ahzab: 59 dan an-Nuur: 31).Selain keduanya, seperti leher dan lain-lain, maka tidak boleh ditampakkan walaupun cuma sebesar uang logam, apalagi malah buka-bukaan. Bahkan banyak ulama lain mewajibkan untuk ditutupi seluruhnya tanpa kecuali.


Baca selengkapnya

Jazakallah Khoiron, Membalas Orang Lain yang Berbuat Baik

Ditulis tanggal November 28th, 2012 oleh

بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله رب العالمين, وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين, أما بعد:

Tulisan ini menyebutkan tentang bagaimana sikap seorang muslim memberikan ucapan sebagai tanda penghargaan atas kebaikan orang lain.

Berterima kasih atas pemberian orang lain adalah tanda bersyukur kepada Allah Ta’ala

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « لاَ يَشْكُرُ اللَّهَ مَنْ لاَ يَشْكُرُ النَّاسَ ».

Artinya: “Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak bersyukur kepada Allah seorang yang tidak bersyukur kepada manusia.” HR. Abu Daud dan dishahihkan oleh Al Albani di dalam kitab Silsilat Al Ahadits Ash Shahihah, 1/702.

Penjelasan yang sangat menarik

Berkata Al Khaththaby rahimahullah:

هذا يتأول على وجهين:
أحدهما: أن من كان طبعه وعادته كفران نعمة الناس وترك الشكر لمعروفهم كان من عادته كفران نعمة الله تعالى وترك الشكر له.
والوجه الآخر: أن الله سبحانه لا يقبل شكر العبد على إحسانه إليه إذا كان العبد لا يشكر إحسان الناس ويكفر معروفهم. اهـ

“Hadits ini ditafsirkan dengan dua makna:

Pertama: “Bahwa barangsiapa yang tabiat dan kebiasaannya adalah kufur terhadap nikmat (kebaikan) orang dan tidak bersyukur atas kebaikan mereka, maka niscaya termasuk kebiasaannya adalah kufur terhadap nikmat Allah Ta’ala dan tidak bersyukur kepada-Nya.

Kedua: “Bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala, tidak menerima syukurnya seorang hamba atas kebaikan-Nya kepadanya, jika seorang hamba tidak bersyukur kepada kebaikan orang lain dan kufur terhadap kebaikan mereka.” Lihat kitab Sunan Abu Daud dengan Syarah Al Khaththaby, 5/ 157-158.

Beberapa cara membalas kebaikan dan pemberian orang lain

1. Membalas pemberian tersebut
2. Memuji orang tersebut
3. Mengucapkan Jazakallah khairan kepada orang tersebut
4. Mendoakan orang tersebut

Perhatikan hadits-hadits berikut:

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ أُعْطِىَ عَطَاءً فَوَجَدَ فَلْيَجْزِ بِهِ فَإِنْ لَمْ يَجِدْ فَلْيُثْنِ بِهِ فَمَنْ أَثْنَى بِهِ فَقَدْ شَكَرَهُ وَمَنْ كَتَمَهُ فَقَدْ كَفَرَهُ ».

Artinya: “Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhuma berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang diberikan sebuah hadiah, lalu ia mendapati kecukupan maka hendaknya ia membalasnya, jika ia tidak mendapati maka pujilah ia, barangsiapa yang memujinya, maka sungguh ia telah bersyukur kepadanya, barangsiapa menyembunyikannya sungguh ia telah kufur.” HR. Abu Daud dan dishahihkan oleh Al Albani di dalam kitab Silsilat Al Ahadits Ash Shahihah, no. 617.

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « مَنْ أَتَى إِلَيْهِ مَعْرُوفٌ فَلْيُكَافِئْ بِهِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَلْيَذْكُرْهُ فَمَنْ ذَكَرَهُ فَقَدْ شَكَرَهُ وَمَنْ تَشَبَّعَ بِمَا لَمْ يَنَلْ فَهُوَ كَلاَبِسِ ثَوْبَىْ زُورٍ ».

Artinya: “Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang diberikan kepadanya sebuah kebaikan, hendaklah ia membalasnya dan barangsiapa yang tidak sanggup maka sebutlah (kebaikan)nya, dan barangsiapa yang menyebut (kebaikan)nya, maka sungguh ia telah bersyukur kepadanya dan barangsiapa yang puas dengan sesuatu yang tidak ia miliki, maka ia seperti seorang yang memakai pakaian palsu.” HR. Ahmad dan dihasankan oleh Al Albani di dalam kitab Shahih At Taghib Wa At Tarhib, no 974.


Baca selengkapnya